Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Pelaku Ngaku Terlilit Pinjol
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

Polisi mengungkap pengakuan pelaku ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa. MY mengaku terlilit utang pinjaman online, sementara motif aksi tersebut masih didalami penyidik. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polisi mengungkap fakta baru dalam penyelidikan kasus ancaman bom yang dikirim ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku berinisial MY (34) mengaku tengah menghadapi persoalan hidup dan terlilit utang pinjaman online (pinjol), meski penyidik belum menemukan keterkaitan kondisi tersebut dengan aksi ancaman yang dilakukannya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin mengatakan MY sempat menyampaikan bahwa dirinya memiliki kekecewaan dalam kehidupan pribadi. Namun, kekecewaan itu dipastikan tidak ditujukan kepada pihak sekolah.
”Tapi sempat juga menyampaikan ada kekecewaan secara pribadi, tapi kekecewaan dalam hidupnya, bukan terhadap sekolah,” kata Iman Imanuddin kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengungkapkan pelaku juga mengakui memiliki utang pinjaman online. Kendati demikian, penyidik menilai pengakuan tersebut belum dapat menjelaskan alasan di balik ancaman bom yang dikirimkan ke sekolah.
”Ada juga (pinjol), tapi enggak nyambung kenapa dia ancam sekolah. Kemarin kan dia ngomong aja, sekarang lagi sama psikolog forensik,” ujar Iskandarsyah.
Polisi hingga kini masih mendalami motif pelaku dengan melibatkan psikolog forensik. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis MY sekaligus memastikan latar belakang yang mendorongnya mengirim ancaman tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, MY mengaku hanya iseng saat mengirim ancaman bom. Meski demikian, penyidik belum menjadikan pengakuan itu sebagai kesimpulan akhir dan masih mengembangkan penyelidikan.
MY diketahui merupakan orang tua dari salah seorang siswa di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Setelah mengirim ancaman, pelaku bahkan masih sempat datang ke sekolah untuk menjemput anaknya.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (13/7/2026) pagi ketika para siswa sedang mengikuti upacara bendera. Aparat kepolisian bersama Tim Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror langsung melakukan sterilisasi serta penyisiran di seluruh area sekolah.
Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda berbahaya di lokasi. Meski ancaman tersebut terbukti palsu, polisi tetap melanjutkan proses hukum terhadap pelaku karena tindakannya telah menimbulkan kepanikan dan mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar