Breaking News
Trending Tags

Blokade Gaza Bikin Biaya Dokter Gigi Melonjak, Warga Tak Mampu Berobat

  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nuseirat, Gaza, ReportaseNews — Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kini tidak hanya memukul sektor pangan dan tempat tinggal, tetapi juga layanan kesehatan dasar, termasuk perawatan gigi. Lonjakan harga obat dan alat medis membuat banyak warga Palestina memilih menahan rasa sakit daripada menjalani pengobatan.

‎Murad Haji, warga berusia 50 tahun di kamp pengungsian Nuseirat, menjadi salah satu korban situasi tersebut. Selama berbulan-bulan ia menahan sakit gigi yang terus memburuk karena biaya pengobatan dinilai terlalu mahal untuk keluarganya.

‎Dengan tangan memegang rahang yang membengkak, Haji akhirnya kembali mendatangi klinik dokter gigi setelah rasa nyeri menyebar hingga ke bagian rahang.

‎“Saya sudah tidak sanggup menahan rasa sakit ini. Tapi saya tahu biaya pengobatannya lebih mahal dari kemampuan saya,” ujar Haji seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (29/5/2026).

‎Ia mengungkapkan, biaya perawatan mencapai sekitar 400 shekel atau setara Rp1,8 juta. Uang sebesar itu, menurut dia, lebih penting untuk membeli makanan bagi anak-anaknya selama beberapa hari.

‎“Empat ratus shekel sangat besar. Anak-anak saya lebih membutuhkan uang itu,” katanya.

‎Dokter gigi Liza Hassouna menjelaskan, blokade dan perang yang berlangsung di Gaza menyebabkan pasokan alat kesehatan gigi semakin langka. Kondisi tersebut memicu kenaikan tajam biaya perawatan di berbagai klinik.

‎Menurut Hassouna, banyak pasien datang dalam kondisi infeksi yang sudah parah karena sebelumnya tidak mampu membayar pengobatan.

‎“Banyak pasien datang setelah infeksi memburuk karena mereka tidak mampu berobat lebih awal. Padahal sebelumnya itu hanya membutuhkan tindakan sederhana,” kata Hassouna.

‎Ia mengatakan, keterlambatan penanganan membuat prosedur medis menjadi lebih rumit, menyakitkan, dan mahal. Dalam sejumlah kasus, infeksi bahkan menyebar ke bagian tubuh lain sehingga pasien membutuhkan tindakan operasi.

‎Kasus yang dialami Haji menjadi gambaran nyata kondisi tersebut. Masalah gigi yang awalnya ringan berubah menjadi pembengkakan serius disertai nanah dan nyeri hebat akibat penanganan yang tertunda.

‎Sebelum menjalani tindakan medis, pasien seperti Haji juga harus membeli antibiotik dan obat penghilang rasa sakit untuk mengendalikan infeksi. Biaya tambahan itu semakin memberatkan warga di tengah kondisi ekonomi yang memburuk.

‎Hassouna menuturkan, banyak pasien akhirnya meminta pencabutan gigi karena dianggap lebih murah dibanding perawatan lain. Namun, biaya pencabutan kini ikut melonjak drastis.

‎Di tengah kehancuran ekonomi Gaza akibat perang, prosedur sederhana yang sebelumnya terjangkau kini berubah menjadi layanan mahal bagi sebagian besar warga.

‎Manajer klinik, Dr Nidal al-Sindi, mengatakan operasional klinik juga semakin sulit dipertahankan. Harga sewa tempat, perlengkapan medis, dan bahan perawatan meningkat tajam sejak perang berlangsung.

‎Ia mencontohkan harga satu kotak anestesi yang sebelumnya sekitar 150 shekel kini naik menjadi 500 shekel. Sementara bahan cetakan gigi “Zeta Plus” melonjak dari 150 shekel menjadi hingga 6.000 shekel.

‎Sebelum perang, biaya pencabutan gigi biasa berkisar 30 hingga 150 shekel. Kini, tarif tersebut meningkat tajam seiring tingginya biaya operasional dan keterbatasan alat medis.

‎“Bagian tersulit adalah melihat pasien pulang masih menahan sakit karena mereka tidak mampu membayar pengobatan,” ujar al-Sindi.

‎Krisis layanan dokter gigi disebut mencerminkan kerusakan besar sektor kesehatan di Gaza secara keseluruhan. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan sekitar 84 persen fasilitas kesehatan di Gaza rusak atau hancur sejak perang pecah pada Oktober 2023.

‎Serangan dan blokade berkepanjangan juga menyebabkan banyak tenaga medis terpaksa membuka layanan darurat di tenda atau fasilitas seadanya dengan peralatan terbatas.

‎Di tengah kondisi tersebut, warga Gaza kini dihadapkan pada pilihan sulit antara membeli makanan untuk keluarga atau mendapatkan layanan kesehatan yang layak. (RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Garuda Indonesia merespons kebijakan kenaikan tiket pesawat domestik hingga 13 persen. Maskapai menyiapkan penyesuaian tarif terukur di tengah lonjakan harga avtur global. (Foto: ReportaseNews/Tama) ‎

    Tiket Pesawat Domestik Semakin Mencekik, Garuda Beri Penjelasan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Kenaikan harga tiket pesawat domestik kembali menjadi sorotan publik. Di tengah keluhan masyarakat, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan akan menyesuaikan tarif secara bertahap setelah pemerintah membuka ruang kenaikan maksimal hingga 13 persen. ‎Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menegaskan kebijakan penyesuaian harga tetap dilakukan secara hati-hati dan mengikuti aturan regulator. ‎”Garuda […]

  • Kerusuhan May Day 2026 di Bandung diwarnai aksi pembakaran dan perusakan fasilitas umum oleh massa berpakaian hitam. Polisi amankan pelaku. (Dok. Humas Polda Jabar)

    May Day di Bandung Ricuh, Massa Berkostum Hitam Jadi Biang Kerok

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Bandung, ReportaseNews – Kerusuhan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat. Sejumlah orang berpakaian serba hitam dilaporkan melakukan aksi perusakan hingga pembakaran fasilitas umum. ‎Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan menyebut kelompok tersebut bukan bagian dari massa buruh yang memperingati May Day. Mereka diduga merupakan pihak tak […]

  • Senin Malam Ini, Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Merak

    Senin Malam Ini, Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Merak

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar
  • Terpeleset Saat Cari Udang, Pemuda di Magetan Tewas Tenggelam di Embung

    Terpeleset Saat Cari Udang, Pemuda di Magetan Tewas Tenggelam di Embung

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Admin Situs
    • 0Komentar

    Reportasenews.com, Tidak cakap berenang nekat bermain di zona yang tak dikuasainya, akibatnya tewas terjerumus masuk sisi dalam di perairan Embung Duwetsewu, Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, Minggu (09/11/2025) petang. Korbannya adalah Andika Dwi Cahya (16) warga Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Saat kejadian, korban bersama tujuh teman sebayanya berniat mengail […]

  • Utamakan Ketertiban, Polres Padangsidimpuan Antar Daging Kurban ke Rumah Warga

    Utamakan Ketertiban, Polres Padangsidimpuan Antar Daging Kurban ke Rumah Warga

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, ReportaseNews – Polres Padangsidimpuan membagikan daging dari penyembelihan delapan ekor lembu kurban secara langsung ke rumah-rumah warga di sekitar eks Mako Polres Padangsidimpuan, Jalan Serma Lian Kosong, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Rabu (27/5/2026). Langkah ini bertujuan memastikan proses distribusi daging kurban berjalan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menghindari penumpukan massa di lokasi penyembelihan […]

  • Pria Ini Manfaatkan Warung Es Tebu untuk Tempat Transaksi Sabu di Tapsel

    Pria Ini Manfaatkan Warung Es Tebu untuk Tempat Transaksi Sabu di Tapsel

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Tapsel, ReportaseNews – Anggota Polsek Batang Angkola meringkus pria pengangguran berinisial RH (30) yang memanfaatkan area warung es tebu pinggir jalan sebagai tempat bertransaksi sabu di Kelurahan Bintuju, Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). RH ditangkap polisi pada Rabu (20/5/2026) sore. Polisi yang sedang melakukan penyelidikan di sekitar lokasi curiga melihat RH sedang […]

expand_less