Kebakaran Pulogadung Tewaskan 3 Orang, Polisi Selidiki Penyebab
- calendar_month 31 menit yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi kebakaran. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda sebuah rumah, toko kelontong, dan warung makan di kawasan permukiman padat di Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan satu warga mengalami luka-luka.
Kapolsek Pulogadung Kompol Gomos Simamora mengatakan hingga kini penyidik masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api yang memicu kebakaran.
”Masih dalam proses lidik untuk penyebab pasti kebakaran,” kata Gomos kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
Tiga korban meninggal ditemukan di dalam satu rumah yang hangus terbakar saat petugas melakukan proses evakuasi. Polisi masih mendata identitas para korban.
”Korban meninggal dunia ditemukan dalam satu rumah,” ujar Gomos.
Berdasarkan informasi dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Api dengan cepat membakar satu unit rumah, toko kelontong, serta warung nasi yang berada di lokasi kejadian.
Laporan kebakaran diterima petugas pada dini hari dan unit pertama tiba di lokasi sekitar pukul 03.04 WIB. Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran bersama 60 personel diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api.
Petugas berupaya memadamkan api sekaligus mencegah penyebaran kebakaran ke rumah-rumah lain mengingat lokasi berada di kawasan permukiman yang padat penduduk.
Setelah hampir dua jam melakukan pemadaman, api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 05.00 WIB.
Meski penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari salah satu stop kontak di rumah warga. Sementara itu, petugas masih melakukan pendataan terhadap identitas korban maupun besaran kerugian akibat peristiwa tersebut.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar