Foto Keluarga Diduga Milik Febrie Disita, Polri Masih Dalami
- calendar_month 14 menit yang lalu
- print Cetak

Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto. (Foto: ReportaseNews/Budi Tanjung)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Kepolisian masih mendalami penyitaan foto keluarga yang diduga milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Foto tersebut disita saat penyidik Kortas Tipikor Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah sebuah rumah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Keberadaan foto keluarga itu menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial. Penyitaan dilakukan dalam rangka penyidikan tiga perkara dugaan korupsi, yakni kasus PLN Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel yang disebut menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto mengatakan, penyidik masih menelusuri keterkaitan foto tersebut dengan perkara yang sedang diusut. Selain foto keluarga, polisi juga masih mendalami seluruh barang bukti yang telah disita dari sejumlah lokasi penggeledahan.
”Saat ini masih didalami, mohon waktu,” kata Totok di Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026).
Sebelumnya, penyidik melakukan penggeledahan di 12 lokasi. Salah satunya di Kafe de’Clan Signature yang menjadi lokasi penemuan brankas tersembunyi berisi uang tunai dalam berbagai mata uang.
Dari lokasi tersebut, polisi menyita uang sebesar SGD3.130.000 pecahan SGD100, USD889.965, dan Rp259.159.000. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp60 miliar.
Sementara itu, penggeledahan di rumah kawasan Sentul juga mengungkap temuan brankas lain yang berisi tujuh koper berisi emas batangan dan uang tunai dalam jumlah besar.
”Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian, USD4.767.300. Kemudian SGD14.083.800. Kemudian, Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar,” ujar Totok.
Selain emas dan uang tunai, penyidik turut menyita sejumlah dokumen, telepon genggam, serta beberapa foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang yang tersimpan di dalam brankas.
Namun, hingga kini Polri belum mengungkap identitas pemilik rumah yang digeledah. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh barang bukti yang telah diamankan.
”Kami juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen-dokumen termasuk handphone, kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan,” pungkas Totok.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar