Breaking News
Trending Tags

Oknum TNI Diduga Abaikan Anak, Ibu Tempuh Jalur Hukum

  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Purwokerto, ReportaseNews — Seorang perempuan asal Purbalingga, Serliani Cahya Ningrum (22), memilih menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak anaknya yang diduga tidak diakui oleh ayah biologisnya, seorang anggota TNI berinisial F berpangkat Pratu.

‎Langkah tersebut diambil setelah Serliani mendatangi Klinik Hukum Peradi SAI di Purwokerto pada Senin (13/4/2026) guna mencari kepastian hukum atas status anaknya.

‎Serliani mengungkapkan, ia telah mengenal pria tersebut selama kurang lebih tiga tahun. Namun hubungan keduanya berubah menjadi persoalan serius ketika dirinya hamil, tanpa adanya tanggung jawab dari pihak pria.

‎“Setelah saya hamil, saya justru diminta untuk menyembunyikan kondisi saya dari keluarga dan orang lain. Sampai sekarang tidak ada itikad baik untuk bertanggung jawab terhadap anak,” kata Serliani, Senin (13/4/2026).

‎Ia mengaku menjalani masa kehamilan hingga persalinan dalam tekanan. Bahkan, ia menyebut mengalami perlakuan tidak menyenangkan, termasuk dugaan kekerasan fisik selama menjalin hubungan tersebut.

‎Menurut dia, hingga kini pria yang dimaksud tetap menjalani aktivitas seperti biasa dan belum mengakui anak tersebut. Kondisi ini dinilai menimbulkan ketidakadilan, mengingat ia harus membesarkan anak seorang diri.

‎“Saya hanya ingin hak anak saya dipenuhi. Pengakuan, masa depan, dan kesejahteraan. Anak saya tidak seharusnya tumbuh tanpa kejelasan,” ujarnya.

‎Kuasa hukum Serliani, Djoko Susanto, menyatakan pihaknya akan menempuh langkah hukum untuk memastikan hak anak terpenuhi, termasuk mendorong dilakukannya tes DNA.

‎“Klien kami siap kapan pun untuk dilakukan tes DNA. Tujuan kami jelas, meminta pengakuan, kepastian hukum, serta jaminan kesejahteraan dan pendidikan anak hingga dewasa,” kata Djoko.

‎Ia menegaskan bahwa fokus utama perkara ini adalah perlindungan hak anak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan langkah hukum terkait dugaan kekerasan yang dialami kliennya.

‎Kasus ini kembali menyoroti pentingnya tanggung jawab orang tua terhadap anak, sekaligus penegakan hukum yang adil tanpa memandang latar belakang profesi.

‎Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak terlapor terkait tuduhan tersebut. (Kus)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Lebaran Tinggal Menghitung Hari, Mobil Warga Terbakar di Magetan

    Lebaran Tinggal Menghitung Hari, Mobil Warga Terbakar di Magetan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Magetan, ReportaseNews – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sebuah mobil milik warga di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, terbakar pada Sabtu (14/3/2026). Mobil minibus bernomor polisi AE 1459 PF milik Misran terbakar saat hendak dinyalakan. Tanpa diduga, dari bagian kendaraan tiba-tiba muncul asap disertai suara letupan yang kemudian memicu kobaran api. Melihat mobilnya terbakar […]

  • Puluhan pengungsi Palestina di Gaza menggelar aksi protes menuntut Israel membuka blokade dan memperlancar bantuan kemanusiaan di tengah krisis pangan yang kian parah. (Foto: Anadolu)

    Krisis Pangan Memburuk, Warga Gaza Demo Tuntut Israel Buka Perbatasan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Puluhan warga Palestina yang mengungsi di Jalur Gaza menggelar aksi demonstrasi di wilayah Gaza tengah, Minggu (25/5/2026). Mereka mendesak Israel segera membuka akses perbatasan dan menghentikan pembatasan bantuan kemanusiaan yang dinilai memperburuk krisis pangan. ‎Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa bendera Palestina dan sejumlah poster berisi tuntutan agar makanan serta obat-obatan dapat […]

  • Pemkab Banyumas menargetkan penanganan 15 ribu anak tidak sekolah melalui strategi jemput bola, verifikasi data lapangan, serta penguatan PKBM dan kelas jarak jauh. (Ist)

    15 Ribu Anak Tak Sekolah, Dindik Banyumas Jemput Bola

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews — Pemerintah Kabupaten Banyumas mempercepat penanganan anak tidak sekolah (ATS) yang jumlahnya mencapai sekitar 15 ribu anak. Upaya ini menjadi bagian dari prioritas program “Pasti Sekolah” yang digulirkan pemerintah daerah. ‎Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’aruf, mengatakan data awal tersebut bersumber dari Dapodik dan masih memerlukan verifikasi di lapangan. Tim […]

  • KPK mengungkap praktik pemberian THR kepada Forkopimda yang terjadi di sejumlah daerah dan menelusuri aliran dana dari kasus OTT kepala daerah. (Freepik)

    THR ke Forkopimda Disorot KPK, Modus Masif Terungkap

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Komisi Pemberantasan Korupsi menyoroti praktik pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dinilai terjadi secara luas di berbagai wilayah Indonesia. ‎Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut pola tersebut terungkap dari sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan sepanjang tahun 2026. ‎“Modus-modus pemberian THR kepada pihak-pihak di luar […]

  • Nasib 1.200 Atlet Terancam, Polemik Dualisme PB Muay Thai Indonesia Berujung Ancaman Lapor ke DPR

    Nasib 1.200 Atlet Terancam, Polemik Dualisme PB Muay Thai Indonesia Berujung Ancaman Lapor ke DPR

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Ferdy Ferdy
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Ketidakpastian melanda dunia bela diri nasional seiring memanasnya dualisme kepengurusan di tubuh Pengurus Besar Muay Thai Indonesia (PBMI). Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.200 atlet dari berbagai pelosok negeri kini merasa dirugikan akibat konflik organisasi yang tak kunjung usai. Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PBMI versi Ketua Umum Farel Alfaret, Lutfi Agizal, bersama jajaran […]

  • Kisah pendakian mematikan di Eiger tahun 1936 yang didorong ambisi Nazi, diangkat dalam film Nordwand karya Philipp Stölzl dengan visual intens dan cerita dramatis. (IMDB)

    Film Nordwand: Tragedi Eiger 1936, Ambisi Nazi Berujung Maut

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Bagi kalian penggemar hobi mendaki gunung, film North Face atau yang memiliki judul asli Nordwand, cocok untuk kalian tonton. Betapa tidak, film ini mengadopsi kisah nyata tentang pendakian Toni Kurz dan Andreas Hinterstoisser, yang berusaha menaklukkan puncak Eiger, di Pegunungan Alpen, Swiss. ‎Upaya menaklukkan sisi utara Gunung Eiger pada 1936 menjadi salah […]

expand_less