Sopir Truk Tewas di Betung, Polisi Ungkap Penyebabnya
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Seorang sopir truk ditemukan meninggal di Betung, Banyuasin. Polisi memastikan korban wafat akibat serangan jantung dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. (Foto: ReportaseNews/Don)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyuasin, ReportaseNews – Kepolisian Resor (Polres) Banyuasin memastikan kematian seorang pengemudi truk yang ditemukan di depan Pos Polisi Musi Indah, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, bukan disebabkan tindak kriminal.
Korban berinisial PAK (51), warga Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam truk bernomor polisi DK 8915 CO pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Menerima informasi dari masyarakat, personel Polsek Betung bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Banyuasin segera mendatangi lokasi. Polisi kemudian mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta mengevakuasi korban untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Jenazah selanjutnya dibawa ke Puskesmas Betung guna menjalani pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan, tim medis memastikan korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Tidak ditemukan luka ataupun indikasi kekerasan pada tubuh korban.
Polisi juga menjelaskan bahwa kondisi tubuh korban yang telah kaku serta munculnya lebam di beberapa bagian merupakan perubahan alami setelah meninggal dunia. Kondisi tersebut terjadi karena korban berada dalam posisi miring di dalam kabin truk dalam beberapa waktu sebelum ditemukan.
Setelah identitas korban dipastikan, kepolisian menghubungi pihak keluarga di Banyuwangi. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Selanjutnya, Polres Banyuasin membantu proses administrasi hingga pemulangan jenazah kepada keluarga.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino menegaskan seluruh rangkaian penanganan dilakukan sesuai standar operasional untuk memastikan penyebab kematian korban.
”Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, cepat, dan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga peristiwa ini murni merupakan musibah akibat kondisi kesehatan,” ujar AKBP Risnan Aldino, Selasa (21/7/2026).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bentuk pelayanan kepolisian.
”Kami memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara cepat, profesional, dan transparan. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta kepastian informasi kepada masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan kejadian darurat atau situasi yang membutuhkan kehadiran kepolisian,” kata Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Polda Sumatera Selatan turut mengingatkan para pengemudi angkutan barang maupun kendaraan lintas provinsi agar selalu memeriksa kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pengemudi yang merasa kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan diimbau segera beristirahat di lokasi yang aman atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat guna mengurangi risiko kejadian serupa selama perjalanan.
(Don)
- Penulis: Don
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar