Panen 3.000 Telur, Polda Metro Suplai SPPG Bekasi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Polda Metro Jaya memanen 3.000 butir telur di Muara Gembong, Bekasi, lalu menyalurkannya ke dua SPPG untuk mendukung program pangan bergizi masyarakat. (Foto: ReportaseNews/HO-Humas Polda Metro Jaya)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bekasi, ReportaseNews – Polda Metro Jaya memanen sebanyak 3.000 butir telur dari peternakan ayam petelur di kawasan Tambak Kampung Bagedor, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Selasa (26/5/2026). Hasil panen tersebut langsung dikirim ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Bekasi.
Kegiatan panen ini menjadi bagian dari program dukungan ketahanan pangan yang dijalankan Polda Metro Jaya melalui pengelolaan kawasan pangan terpadu di Muara Gembong.
Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ardanto Nugroho mengatakan telur yang dipanen berasal dari produksi peternakan ayam selama empat hari terakhir.
“Panen telur ini menjadi bagian dari upaya kami mendukung ketersediaan bahan pangan bergizi, khususnya sumber protein bagi masyarakat,” kata Ardanto, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, ribuan telur tersebut langsung disalurkan ke dua titik SPPG, yakni SPPG Cibatu dan SPPG Jaya Mukti, agar distribusi pangan bergizi dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
“Hasil panen langsung kami salurkan ke SPPG agar dapat mendukung kebutuhan pangan bergizi dan manfaatnya tepat sasaran,” ujarnya.
Peternakan ayam yang berada di kawasan Muara Gembong itu berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi. Saat ini terdapat sekitar 1.000 ekor ayam petelur dengan tingkat produktivitas mencapai 80 persen setiap hari.
Tidak hanya peternakan ayam, kawasan pangan terpadu tersebut juga dilengkapi tambak budidaya perikanan seluas 49 hektare. Tambak itu digunakan untuk budidaya ikan nila, bandeng, mujair, hingga udang windu.
Selain sektor perikanan, tersedia pula peternakan kambing yang saat ini memelihara sekitar 50 ekor kambing.
Ardanto berharap pengembangan kawasan pangan terpadu itu dapat menjaga pasokan bahan pangan sehat dan bergizi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui pengelolaan yang terintegrasi, kami berharap pasokan bahan baku makanan sehat dan bergizi dapat terus terjaga,” tutur Ardanto. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar