Breaking News
Trending Tags

Polres Flores Timur Amankan 863 Senpira dan Sajam Pasca Konflik di Adonara

  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Larantuka, ReportaseNews – Polres Flores Timur (Flotim), NTT mengamankan ratusan senjata api rakitan dan senjata tajam pasca terjadinya konflik sosial di Pulau Adonara pada 9 Mei 2026 lalu.

Menurut Kapolres Flores Timur, AKBP. Adhitya Octorio Putra ada sebanyak 863 senjata api rakitan, senjata tajam, amunisi dan dua botol spritus yang diamankan dari masyarakat.

“Totalnya ada sekitar 863 terdiri dari 174 pucuk senpira, 258 amunisi, 86 buah busur panah,  343 anak panah, dan 2 botol spritus,” kata Kapolres Flotim, AKBP. Adhitya Octorio Putra kepada ReportaseNews.com Sabtu (30/5).

Dia menerangkan ratusan senpira, sajam, dan amunisi tersebut disita dari warga di tiga desa yakni Desa Weburak, Desa Nara Saosina dan Desa Sosina pasca terjadinya konflik sosial antara warga Desa Weburak dan Nara Saosina.

“Kalau yang berkonflik itu antara Desa Weburak dan Nara Saosina, tapi warga dari Desa Saosina juga dengan suka rela mau menyerahkan senpira dan sajam mereka,” kata Adhitya.

Ia menerangkan ratusan sajam dan senpira itu diserahkan secara sukarela oleh warga yang pasca konflik di Adonara Timur kepada aparat kepolisian melalui kepala desa masing-masing.

“Kita sita dari tiga desa yakni Desa Weburak, Desa Nara Sosina dan Sosina yang mana dari ketiga desa itu memberikan secara sukarela kepada kami melalui kepala desa masing-masing,” ujar Adhitya.

Disampaikannya penyerahan ratusan senjata secara sukarela  yang kemudian disita oleh aparat kepolisian tersebut setelah polisi bersama pemerintah desa melakukan sosialisasi dan pendekatan secara humanis kepada masyarakat yang berkonflik.

“Sebelumnya kami dari pihak kepolisian bekerjasama dengan pemerintah desa lakukan pendekatan secara persuasif, melakukan sosialisasi secara humanis kepada masyarakat untuk bisa menyerahkan peralatan yang digunakan saat konflik yang terjadi pada 6 Maret, tanggal 9 dan 10 Mei lalu,” ujarnya.

Dari hasil sosialisasi tersebut, masyarakat pun mau  menyerahkannya. Itu diserahkan dan dikumpulkan melalui kepala desa masing-masing lalu dari kepala desa diserahkan lanjut kepada pihak kepolisian di posko penyerahan senpi pasca konflik dibentuk di Polsek Adonara Timur.

Dia menjelaskan himbauan dan sosialisasi akan terus dilakukan agar warga dari desa yang berkonflik mau menyerahkan seluruh peralatan yang digunakan warga saat pecah konflik sosial.

“Diserahkan karena kami sudah memberikan jaminan dan himbauan kepada masyarakat bahwa sesuai undang-undang darurat bahwa kepemilikan, memiliki dan menyimpan itu (bisa) berdampak hukum sehingga dari komunikasi warga mau memberikan secara sukarela karena sudah memahami apa konsekuensi pidana,” jelasnya.

Disampaikannya warga yang telah menyerahkan secara suka rela senjata yang dimiliki tidak akan dilakukan penegakkan hukum. Namun itu bukan berarti penegakaan hukum diabaikan.

Karena lanjut Adhitya yang terpenting saat ini dan yang diutamakan adalah pemeliharaan kamtibmas dan pemulihan keamanan untuk meredam dan mencegah terjadinya konflik sosial susulan.

“Kita sudah bilang ke masyarakat jika diserahkan secara sukarela maka tidak akan dikenai sangsi hukum, dan itu disambut baik oleh masyarakat, karena percuma jika dilakukan penegakan hukum tapi konflik terus berlanjut, makanya kita kedepankan pemeliharaan kamtibmas dengan melakukan himbauan dan pendekatan humanis dan masyarakat pun menerima dan dengan sukarela menyerahkan seluruh peralatan seperti senjata api rakitan, senjata tajam dan juga anak panah dan busur panah,” tegasnya.

Dia mengatakan meski lebih mendahulukan pemeliharaan kamtibmas, tapi bukan berarti penegakkan hukum diabaikan. Penegakkan hukum akan tetap dilakukan jika dalam proses penyelidikan dan sweping masih ditemukan adanya warga yang menyimpan senpira, sajam ataupun barang-barang atau peralatan yang bisa digunakan saat konflik maka penegakkan hukum akan dilakukan dan itu menjadi tanggungjawab individu tersebut.

“Jadi upaya persuasif yang kita lakukan kita lebih utamakan harkamtibmas dimana apabila masyarakat lebih kooperatif dan kerjasama dengan kepolisian tentunya kita lebih mementingkan kepentingan sosial dari pada upaya penegakan hukum dimana dalam kondisi ini warga (yang berkonflik) memahami konsekuensi hukum sehingga mau menyerahkan secara sukarela kepada kami sebagai penegak hukum tapi bukan berarti mengabaikan penegakkan hukum,” imbuhnya.

Ia nenjelaskan penyerahan ratusan senpira dan sajam serta amunisi dari warga desa yang berkonflik tersebut dimulai sejak dua pekan yang lalu pasca konflik. Dan dimungkinkan masih akan terus bertambah.

Adhitya menyampaikan sosialisai dan pendekatan secara humanis tersebut dilakukan pasca terjadinya konflik antara warga dua desa yakni Desa Weburak dan Nara Saosina yang pecah pada tanggal 6 Maret,  9 Mei dan 10 Mei 2026.

Konflik sosial yang melibatkan warga dua desa yakni Desa Weburak dan⁸ Nara Sosina di Kecamatan Adonara Timur tersebut dipicu masalah sengketa lahan.

Akibat konflik tersebut ada 50 rumah yang dibakar. Dan saat berkonflik massa pun menggunakan sepira dan sajam untuk saling menyerang. Sejauh ini tidak ada korban luka atau meninggal dari tiga kali konflik tersebut.

Dia mengklaim, saat ini situasi keamanam pasca terjadinya konflik sudah kondusif.  Aktifitas masyarakat juga sudah kembali normal. Namun demikian,  petugas brimob dan Polres Flotim yang masih melakukan pengamanan di lokasi konflik untuk.mencegah terjadinya konflik susulan. (EB/RN-04).

  • Penulis: Didik

Reportase Pilihan

  • Mobil Terios terbakar di Tol Dalam Kota arah Cawang, Selasa malam. Diduga akibat korsleting listrik, kejadian ini memicu kemacetan panjang hingga 45 menit. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    Mobil Terios Terbakar di Depan Polda Metro Jaya, Arus Lalu Lintas Sempat Dihentikan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Sebuah mobil Terios berwarna putih terbakar di ruas Tol Dalam Kota, tepatnya di depan Polda Metro Jaya arah Cawang, Jakarta Timur, pada Selasa malam. Insiden tersebut diduga dipicu korsleting listrik dan berdampak pada kemacetan panjang dari arah Palmerah menuju Cawang. ‎Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.20 WIB di kilometer 8, kawasan Semanggi, Kebayoran […]

  • Sikat Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Madina-Tapsel, Polda Sumut Amankan 12 Ekskavator

    Sikat Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Madina-Tapsel, Polda Sumut Amankan 12 Ekskavator

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Petugas gabungan Ditkrimsus dan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengamankan 12 unit ekskavator dalam operasi penindakan tambang emas liar di wilayah perbatasan antara Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (2/3/2026). Operasi besar-besaran itu dilakukan sebagai respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat melalui video viral mengenai aktivitas tambang […]

  • BKSDA Sumsel dan Korem 044/Gapo Perkuat Sinergi Konservasi Gajah Sumatera dan Pencegahan Karhutla

    BKSDA Sumsel dan Korem 044/Gapo Perkuat Sinergi Konservasi Gajah Sumatera dan Pencegahan Karhutla

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Palembang, ReportaseNews – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan memperkuat sinergi dengan Korem 044/Garuda Dempo (Gapo) dalam upaya konservasi Gajah Sumatera, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta pemulihan ekosistem kawasan konservasi. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto beserta jajaran dengan Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud […]

  • Peringatan HUT ke-27 Madina Diwarnai Isu Pengunduran Diri Massal Kepala OPD

    Peringatan HUT ke-27 Madina Diwarnai Isu Pengunduran Diri Massal Kepala OPD

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang jatuh pada Senin (9/3/2026) tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga momentum evaluasi kritis bagi jajaran pemerintah daerah. Di tengah sorotan tajam mengenai kerusakan infrastruktur yang mencapai ribuan kilometer, stabilitas internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina justru diguncang isu pengunduran diri massal enam kepala […]

  • KPPA Bersama Waroeng Imaji Ajak Nobar Film “Na Willa” Membangun Ruang Positif Anak

    KPPA Bersama Waroeng Imaji Ajak Nobar Film “Na Willa” Membangun Ruang Positif Anak

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ((KPPA). bekerjasama dengan Waroeng Imaji menyelenggarakan acara nonton bareng film Na Willa bersama anak-anak dari Rumah Seribu Pulau Bekasi dan Sekolah darurat Kartini Pademangan Jakarta Utara di Bioskop XXI Metropole, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya KemenPPPA menghadirkan ruang-ruang positif bagi […]

  • Seorang pedagang martabak mini menjadi korban pencurian saat tertidur di Tangerang. Tas berisi empat HP, termasuk kado untuk anaknya, serta uang tunai raib digondol pelaku. (Tangkapan Layar)

    Viral! Pedagang Martabak Kehilangan HP Kado Anak saat Tertidur, Polisi Buru Pelaku

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Aksi pencurian yang menyasar seorang pedagang martabak mini viral di media sosial setelah terekam kamera pengawas (CCTV). Korban kehilangan tas selempang yang berisi empat telepon genggam, uang tunai, hingga sebuah ponsel yang rencananya akan diberikan sebagai hadiah untuk anaknya. ‎Peristiwa tersebut terjadi di Jalan AMD Raya, wilayah Kreo, Larangan, Kota Tangerang, pada […]

expand_less