Ribuan Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Pengungsi bencana alam Sumatera Utara. (Foto: Isitmewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan, ReportaseNews – Sebanyak 4.843 warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) hingga saat ini masih tertahan di posko pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah Sumatera Utara sejak akhir November 2025.
Ribuan pengungsi itu berasal dari 1.412 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau masih merasa tidak aman untuk kembali ke rumah mereka pascabencana hebat yang terjadi pada 27 November 2025.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara, angka tersebut menunjukkan adanya konsentrasi pengungsi yang cukup besar di satu wilayah meskipun bencana ini sebelumnya melanda 20 kabupaten/kota di seluruh provinsi. Laporan ini hasil pemutakhiran data yang diterima dari lapangan hingga pertengahan Maret 2026 sebagai bagian dari upaya pemantauan pascabencana jangka panjang.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati menjelaskan, angka tersebut merupakan data terkini yang dihimpun oleh tim di lapangan. Dia mengatakn pihak BPBD terus melakukan sinkronisasi data untuk memastikan penanganan logistik tetap berjalan tepat sasaran bagi para penyintas yang masih bertahan di pengungsian.
“Data ini merupakan update per 15 Maret 2026 pukul 17.00 WIB,” ujar Sri Wahyuni Pancasilawati di Medan, Ahad (15/3/2026).
Kondisi ini menyoroti panjangnya proses pemulihan bagi warga Tapanuli Tengah dibandingkan wilayah terdampak lainnya seperti Medan, Binjai, atau Deliserdang. Meskipun upaya penanganan telah dilakukan oleh berbagai pemangku kebijakan di tingkat daerah maupun provinsi, jumlah pengungsi yang mencapai ribuan jiwa ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan percepatan rehabilitasi hunian atau relokasi bagi warga terdampak.
Sri Wahyuni mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus memperbarui informasi mengenai situasi di lapangan secara berkala. Hal ini mencakup perkembangan fisik di lokasi bencana maupun pemenuhan hak-hak dasar para pengungsi yang sudah berbulan-bulan meninggalkan rumah mereka.
“Untuk perkembangan atas bencana akan terus diinformasikan termasuk data-datanya,” kata Sri Wahyuni. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar