RS Adam Malik Medan Cari Keluarga Dua Jenazah Telantar
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

RSUP H. Adam Malik Medan merawat dua jenazah pasien laki-laki tanpa identitas dan tanpa pendamping keluarga di ruangan pemulasaraan jenazah. (FOTO: HUMAS RSUP ADAM MALIK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan, ReportaseNews – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan saat ini merawat dua jenazah pasien laki-laki tanpa identitas dan tanpa pendamping keluarga di ruangan instalasi forensik dan pemulasaraan jenazah. Pihak rumah sakit berharap ada masyarakat yang mengenali atau merasa kehilangan anggota keluarganya agar kedua jasad tersebut dapat segera dikebumikan dengan layak.
Langkah ini merupakan bentuk pemenuhan hak-hak jenazah dan penghormatan terhadap martabat manusia, mengingat keterbatasan fasilitas penyimpanan rumah sakit yang tidak bisa menampung jenazah tanpa batas waktu.
Kedua pasien itu sebelumnya dievakuasi oleh warga dalam kondisi kritis dari dua lokasi berbeda sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah mendapatkan upaya medis maksimal.
“Hingga saat ini, tidak ada pihak keluarga yang menjemput agar jenazah bisa segera dikebumikan,” kata Manajer Hukum dan Humas RS Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak, Rabu (24/6/2026).
Rosario mengatakan pasien pertama merupakan korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Binjai Km. 12 yang sempat dirujuk dari rumah sakit swasta di Binjai pada 17 Juni 2026. Pasien tersebut tiba dalam kondisi penurunan kesadaran dan sesak napas akut. Walau tim medis telah melakukan tindakan darurat, nyawa pasien tidak tertolong setelah mengalami henti napas dan henti jantung.
Sementara pasien kedua masuk ke rumah sakit setelah ditemukan warga dalam kondisi lemas dan gagal napas di kawasan Jalan Setia Budi, Kota Medan. Berdasarkan data pendaftaran awal sebelum kesadarannya hilang, pasien sempat mengaku bernama Rusdi Zakar dan diperkirakan berusia 57 tahun.
Namun, petugas tidak menemukan kartu identitas fisik maupun alamat tinggal yang jelas dari pria tersebut hingga dia dinyatakan meninggal dunia pada 21 Juni 2026.
Pihak RS Adam Malik berkomitmen memfasilitasi proses pemulangan jenazah jika ada pihak yang bisa membuktikan hubungan kekerabatan dengan kedua mendiang itu. Hal ini sejalan dengan aspek kemanusiaan yang dijunjung tinggi dalam pelayanan kesehatan publik.
“Kami berharap jika ada masyarakat yang merasa kehilangan atau mengenal pasien ini, bisa datang ke RS Adam Malik agar jenazah bisa diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan sebagaimana mestinya,” kata Rosario. (RN-03)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar