Temui Demonstran, Bupati Madina dan Mahasiswa Dialog Bahas 15 Tuntutan
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- print Cetak

Bupati Madina H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution menemui pengunjuk rasa di depan Kantor Bupati Madina, Panyabungan, Kamis (11/6/2026). (FOTO: STARTNEWS)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Madina, ReportaseNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution menemui pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus dan Poros Pelajar Kabupaten Madina di depan Kantor Bupati Madina, Panyabungan, Kamis (11/6/2026).
Kehadiran kepala daerah itu mampu meredam ketegangan setelah massa sempat berorasi secara bergantian menyampaikan kritik tajam terkait rapor merah 16 bulan masa kepemimpinannya.
Di hadapan kerumunan mahasiswa dan pelajar, Saipullah tidak menghindari substansi tuntutan, melainkan menawarkan ruang diskusi yang lebih konstruktif. Dia mengajak perwakilan demonstran masuk ke dalam aula guna membedah satu per satu dari 15 poin tuntutan yang mereka bawa.
Koordinator aksi lapangan, Ahmad Fauzi, menyatakan mahasiswa menyambut iktikad baik kepala daerah tersebut, karena mereka menginginkan solusi nyata, bukan sekadar seremonial.
“Kami menerima ajakan dialog ini karena kami ingin mendengar langsung komitmen dan penjelasan konkret bupati, bukan janji-janji manis. Jika dialog di dalam aula ini tidak menghasilkan keputusan yang berpihak pada rakyat, kami pastikan akan kembali turun ke jalan dengan gelombang massa yang jauh lebih besar,” ujar Ahmad Fauzi.
Sebelumnya, gabungan organisasi pemuda dan pelajar ini melayangkan 15 tuntutan yang dinilai menjadi kegagalan pemerintah daerah selama 16 bulan terakhir. Isu-isu sensitif yang diangkat meliputi buruknya tata kelola pemerintahan, desakan pencabutan izin PT Sorik Mas Mining, belum meratanya aliran listrik, infrastruktur jalan yang rusak, hingga masalah darurat sampah yang kian memprihatinkan.
Selain itu, pengunjuk rasa juga menuntut langkah radikal berupa tes urine bagi seluruh pejabat Madina demi membersihkan birokrasi dari jeratan narkoba.
Hingga berita ini ditayangkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung tertib dan aman. Dialog intensif antara Pemerintah Kabupaten Madina dengan perwakilan Aliansi Cipayung Plus serta Poros Pelajar Madina masih bergulir di Aula Kantor Bupati Madina guna merumuskan poin-poin kesepakatan. (RN-03)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar