Diduga Eks Karumga Febrie Adriansyah Tewas di Depan Klinik Kecantikan Jaksel, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan tak bernyawa di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Polisi memastikan proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. Selain itu, muncul pula informasi bahwa Sutrimo diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Namun, polisi belum memberikan kepastian terkait identitas maupun informasi tersebut karena masih dalam tahap pendalaman.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan seluruh informasi yang berkembang masih dikaji oleh penyidik.
”Masih didalami,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7/2026). Selanjutnya, korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Atas peristiwa tersebut, Polda Metro Jaya turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
”Polda Metro Jaya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Budi.
Untuk mengungkap penyebab kematian korban, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa sejumlah pihak. Penyidik meminta keterangan dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut.
Selain itu, polisi juga menelusuri riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal korban ditemukan, serta berbagai informasi lain yang dinilai berkaitan dengan kasus tersebut.
Budi menegaskan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hingga kini, kepolisian belum dapat memastikan penyebab meninggalnya korban karena seluruh rangkaian pemeriksaan masih berlangsung.
”Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” jelasnya.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar