Wanita Penjual Pinang Ditikam OTK di Dekai, Polisi Buru Pelaku
- account_circle Tama
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

Wanita penjual pinang di Dekai, Yahukimo, ditikam dua OTK saat berjualan. (Foto: RN/HO-Humas Polri)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yahukimo, Reportasenews – Seorang perempuan penjual pinang menjadi korban penusukan oleh dua orang tak dikenal (OTK) di Kompleks Ruko Blok A, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (17/2/2026). Korban mengalami dua luka tusuk di bagian pundak kanan dan kini menjalani perawatan medis.
Korban berinisial E.K (33), warga asal Nusa Tenggara Timur yang sehari-hari berjualan pinang di kawasan tersebut. Peristiwa terjadi saat ia sedang melayani pembeli.
Menurut keterangan saksi, dua pria datang menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam dan berhenti di samping lapak korban. Salah satu pelaku diketahui kerap membeli pinang di tempat korban.
Tanpa percakapan panjang, pelaku tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menikam korban dua kali. Usai menyerang, keduanya melarikan diri ke arah Kantor Pos.
Korban segera dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis.
Aparat gabungan dari Satgas Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan BKO Brimob Polda Papua langsung mendatangi rumah sakit dan lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan barang bukti.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir kekerasan terhadap masyarakat sipil.
“Setiap tindakan kekerasan terhadap masyarakat, apalagi terhadap perempuan yang sedang mencari nafkah, merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Kami akan mengejar dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku,” kata Faizal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/2/2026).
Berdasarkan analisis awal serta ciri-ciri pelaku yang dihimpun dari saksi, aparat menduga ada keterkaitan dengan simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo. Dugaan tersebut masih didalami untuk memastikan motif dan jaringan pelaku.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, memastikan proses penyelidikan dilakukan secara komprehensif.
“Barang bukti sudah kami amankan dan sedang dianalisis untuk mengidentifikasi pelaku. Kami juga memeriksa saksi-saksi di sekitar TKP. Masyarakat kami imbau tetap tenang dan segera melapor jika memiliki informasi terkait keberadaan pelaku,” ujar Adarma.
Hingga kini, dua pelaku masih dalam pengejaran. Aparat memperketat pengamanan di sekitar Ruko Blok A dan wilayah Dekai untuk menjamin keamanan warga tetap terjaga.
- Penulis: Tama


Saat ini belum ada komentar