Breaking News
Trending Tags

‎2 Dugaan Penyelundupan Emas Gegerkan Bandara Singkawang

  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Singkawang, ReportaseNews – Dugaan penyelundupan emas kembali menjadi sorotan setelah dua peristiwa yang diduga melibatkan pengangkutan emas tanpa dokumen resmi terjadi di Bandara Singkawang dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

‎Rangkaian peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengamanan di bandara, terutama dalam proses pemeriksaan barang bawaan penumpang serta koordinasi antar-instansi dalam menangani dugaan pelanggaran hukum.

‎Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, insiden pertama terjadi pada 6 Juni 2026. Saat itu, petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Singkawang menemukan seorang pria berinisial PIS yang diduga membawa emas batangan dengan berat sekitar 4 kilogram.

‎Ketika menjalani pemeriksaan keamanan, pria tersebut disebut tidak dapat menunjukkan dokumen resmi yang menerangkan asal-usul maupun legalitas emas yang dibawanya.

‎Meski demikian, berdasarkan informasi yang dihimpun, pria tersebut akhirnya tidak melanjutkan penerbangan dan diduga meninggalkan kawasan Bandara Singkawang dengan membawa kembali emas tersebut.

‎Kasus tersebut kemudian memunculkan tanda tanya mengenai prosedur penanganan terhadap temuan barang bernilai tinggi yang diduga tidak dilengkapi dokumen resmi.

‎Belum genap sebulan berselang, dugaan serupa kembali mencuat. Pada Sabtu, 27 Juni 2026, seorang pria kembali diduga membawa emas berbentuk perhiasan dengan berat sekitar 10 kilogram melalui Bandara Singkawang.

‎Menurut informasi yang diterima awak media, pria tersebut juga tidak dapat memperlihatkan dokumen resmi atas emas yang dibawanya saat dilakukan pemeriksaan.

‎Berbeda dengan peristiwa sebelumnya, pria tersebut diduga diamankan dan dibawa ke Mapolres Singkawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

‎Munculnya dua dugaan penyelundupan emas dalam waktu yang berdekatan memicu perhatian publik terhadap sistem pengawasan di Bandara Singkawang. Efektivitas pemeriksaan oleh petugas keamanan bandara serta koordinasi dengan aparat penegak hukum menjadi sorotan setelah dua kasus tersebut mencuat.

‎Hingga berita ini diterbitkan Senin (29/6/2026), Polres Singkawang belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan perkara maupun status hukum pihak yang diduga diamankan.

‎Sementara itu, pihak Bandara Singkawang juga belum menyampaikan penjelasan resmi terkait evaluasi terhadap dua peristiwa yang diduga terjadi sepanjang Juni 2026.

‎Awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Bandara Singkawang, Aviation Security (Avsec), Polres Singkawang, dan instansi terkait lainnya guna memastikan seluruh informasi serta menyajikan pemberitaan yang berimbang.

(RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Dugaan Rekayasa Proyek Gardu Listrik RSUD Djoelham Binjai Mencuat ke Publik

    Dugaan Rekayasa Proyek Gardu Listrik RSUD Djoelham Binjai Mencuat ke Publik

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Binjai, ReportaseNews – Proyek pengadaan gardu listrik di RSUD Djoelham Kota Binjai senilai Rp498 juta kini menjadi sorotan setelah munculnya surat pembatalan paket yang diduga direkayasa untuk menutupi kejanggalan pengerjaan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Mimi Rohawati, mengeluarkan surat pembatalan tersebut meski proyek berkapasitas 197 KVA itu dikabarkan telah rampung dikerjakan oleh PT STM dan sudah […]

  • Dittipidter Bareskrim Polri Sita Kapal Pengangkut Timah Ilegal di Bangka Selatan

    Dittipidter Bareskrim Polri Sita Kapal Pengangkut Timah Ilegal di Bangka Selatan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengamankan satu unit kapal beserta mesin tempel di Dermaga Kubu, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Kapal ini digunakan sebagai sarana utama distribusi penyelundupan pasir timah ilegal menuju Malaysia. Penyitaan kapal itu menandai babak baru pengembangan kasus besar yang sebelumnya melibatkan belasan kru kapal di perairan […]

  • Satgas Polda Metro Jaya Temukan Sejumlah Komoditas Pangan Dijual di Atas HET

    Satgas Polda Metro Jaya Temukan Sejumlah Komoditas Pangan Dijual di Atas HET

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportasNews – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di wilayah hukum Polda Metro Jaya menemukan sejumlah komoditas pangan yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) selama pemantauan di pasar pada Maret 2026. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan analisa dan evaluasi Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan […]

  • Panen Berlimpah, Masyarakat Malaka Gelar Upacara Adat Tebe Beimau Sali

    Panen Berlimpah, Masyarakat Malaka Gelar Upacara Adat Tebe Beimau Sali

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Kupang, ReportaseNews – Kapolres Malaka, AKBP. Riki Ganjar Gumilar mengikuti upacara adat  Tebe Beimau Sali di Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Malaka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/4). Upacara adat Tebe Beimau Sali adalah acara adat tahunan masyarakat setempat sebagai  tanda syukur atas panen raya yang dihasilkan oleh warga di Suku Lia Nain. “Acara adat Tebe […]

  • Cerita Manusia

    Cerita Manusia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin Situs
    • 0Komentar
  • Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    105 WNI Jadi Korban TPPO di Libya, Terungkap Modus Janji Kerja ke Turki

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru dalam kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa 105 warga negara Indonesia (WNI) di Libya. Para korban diduga menjadi korban eksploitasi hingga praktik perbudakan modern setelah dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi di Turki. ‎Penyidik menyebut para pelaku sejak awal menggunakan […]

expand_less