Panen Berlimpah, Masyarakat Malaka Gelar Upacara Adat Tebe Beimau Sali
- calendar_month 54 menit yang lalu
- print Cetak

Kapolres Malaka, AKBP. Riki Ganjar Gumilar saat mengikuti upacara adat Tebe Beimau Sali di Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kupang, ReportaseNews – Kapolres Malaka, AKBP. Riki Ganjar Gumilar mengikuti upacara adat Tebe Beimau Sali di Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Malaka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/4).
Upacara adat Tebe Beimau Sali adalah acara adat tahunan masyarakat setempat sebagai tanda syukur atas panen raya yang dihasilkan oleh warga di Suku Lia Nain.
“Acara adat Tebe Beimau Sali diselengarakan setiap tahun pada bulan April sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada leluhur atas hasil panen khususnya panen Jagung atau Hamis Batar yang diselenggarakan oleh masyarakat adat di Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka,” kata Kapolres Malaka, AKBP. Riki Ganjar Gumilar.
Dia mengatakan kehadirannya dengan sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Malaka sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan adat istiadat warga di Kabupaten Malaka.
Selain menghormati tradisi dan menjalin tali persaudaraan dengan tokoh-tokoh adat, sebagai pimpinan polri di Malaka harus tetap bersinergi dengan berbagai pihak terutama tokoh-tokoh untuk bisa sama-sama menjaga dan memelihara kamtibmas.
Menurutnya kehadiran polisi bukan hanya sekedar penegakan hukum. Karena tidak semua persoalan di masyarakat harus diselesaikan dengan penegakan hukum saja tetapi ada persoalan-persoalan tertentu yang harus melibatkan tokoh-tokoh adat sehingga sangat dibutuhkan sinergitas.
“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung adalah pepatah yang harus dijalankan,” ujar Riki.
Kehadirannya di acara adat tersebut juga memberi pesan kamtibmas kepada masyarakat setempat. Sehingga sangat penting mengetahui setiap budaya lokal.
Ritual adat Tebe Beimau Sali juga merupakan warisan budaya sakral yang berfungsi sebagai sarana pemersatu dan mempererat tali persaudaraan bagi warga Kamanasa, baik yang masih menetap di desa maupun yang merantau di luar Pulau.
Acara Adat Tebe Beimau Sali di ikuti oleh seluruh Kepala Suku dan seluruh Ketua Adat dan Masyarakat Desa Kamanasa dan sekitarnya dengan jumlah masyarakat yang hadir diperkirakan sekitar seribu orang.
Selama mengikuti ritual adat di rumah ada Uma Katuas, Kapolres Malaka, AKBP. Riki Ganjar Gumilar serta para PJU menggunakan pakaian adat warga setempat yang dilengkapi dengan asesoris berupa belak, muti, dan sofen sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya setempat. (EB/RN-04).
- Penulis: Didik



Saat ini belum ada komentar