Breaking News
Trending Tags

Perjuangan Supriyono Mengangkat “Mie Ayam Yangkung” Hingga Diserbu Pelanggan

  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banyumas, ReportaseNews – Persaingan kuliner di berbagai daerah tak menyurutkan langkah pelaku usaha kecil untuk bertahan, bahkan berkembang. Di tengah deretan penjual mie ayam di kawasan Jalan Raya depan Lapangan Diong Pandansari, Ajibarang, sebuah warung sederhana justru mencuri perhatian.

Adalah Mie Ayam Yangkung, usaha milik Supriyono, mantan pekerja hotel yang kini sukses membangun nama di tengah ketatnya kompetisi.

Berbekal pengalaman di dunia perhotelan, Supriyono tidak sekadar berjualan mie ayam biasa. Ia membawa standar dapur hotel ke dalam warung rakyat yang ia rintis dari nol.

Sentuhan profesional itu dipadukan dengan cita rasa rumahan, menciptakan sajian yang sederhana namun berkesan bagi pelanggan.

“Saya belajar langsung dari chef di hotel, lalu saya coba di rumah.

Ternyata keluarga suka, terutama cucu saya. Dari situ saya yakin untuk membuka usaha sendiri,” tutur Supriyono.

Nama “Yangkung” yang ia sematkan bukan tanpa makna. Sebutan tersebut mencerminkan identitas dirinya sebagai seorang kakek, sekaligus menjadi simbol kehangatan keluarga yang ingin ia hadirkan dalam setiap sajian.

Tak hanya mengandalkan rasa, Supriyono juga dikenal sangat selektif dalam memilih bahan. Ia menegaskan hanya menggunakan bahan berkualitas tinggi dan menghindari penggunaan zat kimia berlebihan dalam proses memasak.

“Anak saya seorang dokter, jadi saya sering diingatkan soal kesehatan. Saya ingin makanan yang saya jual aman dan berkualitas,” ujarnya.

Menu yang ditawarkan memang sederhana – mie ayam dengan pilihan topping seperti bakso, pangsit, dan ceker. Namun, detail kecil menjadi pembeda. Supriyono memilih menggunakan daging ayam bagian dada tanpa tulang demi kenyamanan pelanggan saat menikmati hidangan.

Dengan harga mulai dari Rp12.000 per porsi, Mie Ayam Yangkung tetap terjangkau bagi berbagai kalangan. Pilihan minuman seperti es teh, es jeruk, hingga “kopolari” – racikan kelapa muda dan lemon – menjadi pelengkap yang menambah daya tarik.

Tak disangka, respons masyarakat melampaui ekspektasi. Dari target awal 10–12 kilogram per hari, kini Supriyon mampu menjual hingga 20 kilogram bahan. Bahkan, dagangannya kerap habis jauh sebelum waktu tutup.

“Sering jam tiga atau empat sore sudah habis. Kalau jam istirahat kantor, pelanggan membludak,” katanya.

Kapasitas warung yang hanya sekitar 20 orang tak jarang membuat pelanggan meluber hingga ke teras rumah. Namun demikian, kenyamanan tetap dijaga, terutama dari sisi kebersihan yang menjadi prinsip utama Supriyon.

“Saya percaya, orang makan itu bukan cuma soal rasa, tapi juga kenyamanan tempat,” tegasnya.

Salah satu pelanggan, Teguh Suprianto, mengaku menjadi pelanggan tetap karena kualitas rasa yang konsisten.

“Mie-nya lembut, kuahnya gurih, dagingnya empuk. Tempatnya juga bersih dan harganya terjangkau,” ujarnya.

Menariknya, meski berada di kawasan dengan lebih dari sepuluh penjual mi ayam, Supriyon tetap optimistis. Ia tidak melihat kompetitor sebagai ancaman, melainkan bagian dari dinamika usaha.

“Setiap orang punya rezekinya masing-masing,” katanya dengan tenang.

Kisah Mie Ayam Yangkung menjadi gambaran nyata bahwa ketekunan, pengalaman, dan komitmen terhadap kualitas mampu mengangkat usaha kecil menjadi kekuatan baru di tengah persaingan.

Dari dapur hotel hingga warung sederhana, Supriyono membuktikan bahwa cita rasa dan ketulusan tetap menjadi kunci utama menaklukkan hati pelanggan.(Kus/RN-04).

  • Penulis: Didik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Kasus videografer Amsal Christy Sitepu yang dituntut 2 tahun penjara atas dugaan mark up proyek video desa di Kabupaten Karo menuai sorotan. Sejumlah kejanggalan terungkap di persidangan. (Ist)

    Komisi III DPR Pasang Badan Jadi Penjamin Videografer Amsal Sitepu

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta majelis hakim memberikan vonis bebas kepada videografer Amsal Sitepu yang didakwa korupsi senilai Rp202 juta dalam proyek video profil desa. Dalam rapat dengar pendapat umum yang digelar di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (30/3/2026), seluruh fraksi di Komisi III sepakat untuk pasang badan dengan mengajukan […]

  • Anies Baswedan menghadiri reuni 30 tahun bersama warga Desa Kracak dan Penaruban, Purbalingga. Momen silaturahmi penuh nostalgia diwarnai kenangan KKN dan kehangatan Idul Fitri. (Foto: ReportaseNews/Kus)

    Anies Baswedan Kembali ke Kracak, Nostalgia Memuncak

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Purbalingga, ReportaseNews — Anies Baswedan kembali mengunjungi Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dalam rangka menjalin silaturahmi dengan warga yang telah dikenalnya sejak tiga dekade lalu. Kunjungan tersebut berlangsung di Desa Penaruban, Minggu (12/4/2026), dalam suasana Idul Fitri yang hangat dan penuh kebersamaan. ‎Kedatangan Anies bukan sekadar agenda biasa, melainkan pertemuan emosional dengan sahabat lama yang pernah […]

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan ekonomi Ramadan 2026 tumbuh hingga 5,7 persen. Daya beli masyarakat dinilai tetap terjaga dari aktivitas pasar yang ramai. (Foto: RN/Budi T)

    Menkeu: Ekonomi Ramadan Diproyeksi Tumbuh 5,7 Persen

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Perekonomian Indonesia selama Ramadan tahun ini diperkirakan tetap menunjukkan tren positif. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut berpotensi berada di kisaran 5,6 hingga 5,7 persen, didorong oleh konsumsi masyarakat yang masih kuat. ‎“Untuk angka-angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 (persen) kalau perkiraan kasar ya. Itu sudah […]

  • Komnas HAM akan memanggil Panglima TNI terkait dugaan keterlibatan anggota dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. (Dok. Komnas HAM)

    Komnas HAM Bakal Panggil Panglima TNI Soal Kasus Air Keras

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana memanggil Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, untuk meminta klarifikasi terkait dugaan keterlibatan anggota TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. ‎Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menegaskan langkah tersebut akan segera dilakukan dalam waktu dekat sebagai bagian dari proses pendalaman […]

  • Puluhan hektare mangrove di Tanjung Piayu, Batam, dibabat dan ditimbun. Warga menduga lahan digunakan untuk pembangunan perumahan tanpa kejelasan izin. (Foto: ReportaseNews/Aji)

    Mangrove Tanjung Piayu di Batam Dibabat, Diduga Untuk Proyek Perumahan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Aji
    • 0Komentar

    Batam, ReportaseNews — Kerusakan lingkungan terjadi di kawasan pesisir Tanjung Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. Puluhan hektare hutan bakau dilaporkan telah dibabat dan ditimbun tanah, diduga untuk kepentingan pembangunan perumahan. ‎Aktivitas tersebut mengubah bentang alam pesisir yang sebelumnya didominasi vegetasi mangrove menjadi hamparan tanah merah. Sejumlah titik bahkan terlihat siap untuk pengembangan kawasan […]

  • SMA Negeri 1 Purwokerto memperkuat kualitas pendidikan dan ikatan alumni di tengah memudarnya istilah sekolah favorit akibat kebijakan PPDB terbaru. (Foto: RN/Kus)

    Label Sekolah Favorit Pudar, SMAN 1 Purwokerto Bergerak

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kus
    • 0Komentar

    Purwokerto, ReportaseNews – Perubahan kebijakan pendidikan nasional mulai menggeser istilah “sekolah favorit”. Di tengah situasi itu, SMA Negeri 1 Purwokerto memilih fokus menjaga mutu pembelajaran sekaligus mempererat jaringan alumni lintas generasi. ‎Di Purwokerto, sekolah ini menilai kualitas pendidikan tidak lagi bergantung pada label, tetapi pada konsistensi pembinaan akademik dan karakter siswa. Sistem Penerimaan Peserta Didik […]

expand_less