Polres Flores Timur Lakukan Trauma Healing bagi Anak-anak Korban Gempa di Adonara
- calendar_month 42 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kupang, ReportaseNews – Kapolres Flores Timur, AKBP. Adhitya Octorio Putra menjelaskan untuk membantu memulihkan psikologis masyarakat khususnya anak-anak, pihaknya telah mengirimkan empat orang Polisi Wanita (polwan) ke lokasi bencana di Desa Terong dan Lamahala Jaya di Adonara Timur untuk melakukan trauma healing.
“Kita berangkatkan empat anggota Polwan ke dua desa terdampak yakni Desa Terong dan Lamahala Jaya untuk membantu trauma healing di sana karena di kedua desa tersebut yang paling terdampak (gempa bumi),” kata Adhitya Jumat (10/4)
Dia menyampaikan selain pengamanan dan pendataan, pihaknya juga mengerahkan Tim Trauma Healing Polwan Polres Flores Timur untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak.
“Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami trauma pasca gempa. Karena itu kami menurunkan tim Polwan untuk memberikan trauma healing di lokasi pengungsian agar mereka merasa lebih tenang dan aman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Flores Timur, Maria Goretty Nemo mengatakan hingga Kamis (9/4) malam gempa susulan masih dirasakan oleh warga di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT. Sehingga warga masih merasa trauma dan memilih untuk tidur di luar rumah.
“Jadi sementara mereka mengungsi mandiri ada yang di rumah warga yang rumahnya tidak terkena tidak terdampak tapi ada banyak juga yang memang tinggalnya di luar begitu karena guncangan gempanya masih susulan kecil-kecil masih terjadi sampai (Kamis malam) sekarang,” kata Maria.
Badan Meteorologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) melaporkan hingga kamis malam terdapat 74 kali gempa susulan (aftershock) yang mengakibatkan terjadinya kerusakan bangunan di daerah Kecamatan Adonara Timur.
“Hingga Kamis, 09 April 2026 Pukul 21:03 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 74 kejadian gempabumi susulan (aftershock) dan terdapat kerusakan bangunan di daerah Kecamatan Adonara Timur,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama melalui keterangan tertulis Jumat (10/4)
Disampaikannya pada Kamis 09 April 2026 pukul 19:51:45 WIB, Lembata dan sekitarnya kembali diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M2.6.
“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.45° LS dan 123.18° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 28 km Tenggara LARANTUKA-NTT pada kedalaman 3 km,” ujarnya.
Arief menyampakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas Sesar Aktif yang merupakan rangkaian gempa bumi susulan yang terjadi pada Kamis (9/4) dinihari pukul 00.17 wita berkekuatan magnitudo 4.7.
Sebelumnya dilaporkan akibat gempa berkuatan magnitudo 4,7 yang terjadi pada Rabu (8/4) pukul 23.17 wib atau Kamis (9/4) pukul 00.17 wita telah mengakibatkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Begitupun dengan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah.
Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan BPBD Flores Timur menyebut hingga Kamis (9/4) pukul 16.00 wita terdapat 215 rumah warga dan delapan fasilitas umum terdiri dari sekolah dan rumah ibadah mengalami kerusakan akibat gempa. Sedangkan yang mengungsi sebanyak 1.100 jiwa.
“Sementara yang terdata itu sekitar (rumah yang rusak) 215 kepala keluarga kemudian jiwanya 1.100,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Maria Goretty 1Nebo dihubungi Reportasenews.com Kamis (9/4) malam pukul 22.00 wita.
Maria menjelaskan, data sementara dari petugas BPBD FLores Timur di lapangan mencatat ada lima desa di Pulau Adonara yang mengalami dampak kerusakan akibat gempa bumi tektonik yakni Desa Terong, Desa Lamahala Jaya, Desa Motonwutun, Desa Dawataah dan Desa Karing Lamalouk.
“Ini data sementaranya dari Terong di Adonara Timur dan Lamahala dan beberapa desa yang dekat-dekat situ cuma satu dua kepala rumah tangga saja yang rumahnya mengalami kerusakan tapi yang paling parah itu Desa Terong, datanya masih akan kami rinci lagi,” ujarnya.
Dia pun merinci untuk Desa Terong jumlah rumah warga yang alami kerusakan sebanyak 134 unit, dan jumlah jiwa terdampak sebanyak 670 jiwa serta sepuluh mengalami luka ringan. Selain itu ada dua fasilitas umum yang mengalami kerusakan yakni mushola Al-Hikmah dan SD Negeri Terong.
Untuk Desa Lamahala ada 70 rumah warga yang rusak akibat gempa dengan jumlah jiwa terdampak sebanyak 430 jiwa. Di Desa Lamahala juga ada empat fasilitas umum yang rusak yakni satu mushola, satu masjid, SMA Muhammdiyah dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wewerang.
Guncangan gempa juga kata Maria merusak empat unit rumah warga dan dua fasilitas umum di Desa Desa Motonwutun. Sedangkan di Desa Dawataah ada enam rumah warga yang rusak. Dan di Desa Karing ada satu rumah warga yang alami kerusakan.
Dia mengatakan saat ini BPBD Flotim tengah melakukan penanganan darurat pasca gempa. Dan dalam penanganan darurat tersebut BPBD telah mengirimkan tenda, kasur, bifak, selimut, beras dan logistik lainnya yang ada di gudang BPBD untuk membantu para korban yang rumahnya mengalami kerusakan.
Disampaikannya 1.100 jiwa yang terdampak gempa tersebut saat ini mengungsi secara mandiri, ada yang di rumah keluarga dan ada yang rumah warga lainnya yang rumahnya tidak terdampak kerusakan. Tapi masih banyak warga juga yang tinggal di luar rumah karena memang masih trauma akibat gempa susulan yang masih terus terjadi hingga Kamis (9/4) malam. (EB/RN-04).
- Penulis: Didik



Saat ini belum ada komentar