Gebyar GASTRA 10 Muharam, Pemkab Blora Santuni 815 Anak Yatim
- calendar_month 17 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Blora, ReportaseNews – Pemerintah Kabupaten Blora bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora menggelar Gebyar Gerakan Subuh Sejahtera (GASTRA) 10 Muharam 1448 Hijriah sekaligus santunan kepada 815 anak yatim di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Kepala Dinas Pendidikan, para kepala SMP, Korwil Bidang Pendidikan se-Kabupaten Blora, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas keberlangsungan Program Gerakan Subuh Sejahtera (GASTRA) yang terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sejak pertama kali diluncurkan pada 3 Agustus 2025, program tersebut telah berhasil menyalurkan santunan kepada 2.657 penerima manfaat.
“Sejak Program GASTRA ini pertama kali diluncurkan pada tanggal 3 Agustus 2025 yang lalu, alhamdulillah secara akumulatif telah berhasil memberikan santunan kepada 2.657 penerima. Capaian yang luar biasa ini merupakan bukti kekuatan gotong royong dan tingginya kepedulian sosial masyarakat Kabupaten Blora,” ungkap Bupati.
Menurutnya, GASTRA bukan sekadar program rutin, melainkan wujud nyata kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat berbagi yang tumbuh di tengah masyarakat. Sedekah subuh yang dihimpun secara konsisten melalui program tersebut telah menjadi sarana efektif untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan konsisten mendukung pelaksanaan Program GASTRA. Program ini telah menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat tali solidaritas dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.
Bupati juga berharap partisipasi dalam program tersebut semakin luas. Tidak hanya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga melibatkan BUMN, BUMD, serta para pelaku usaha di Kabupaten Blora.
“Ke depan, tidak hanya ASN. Kami mengajak teman-teman dari BUMN, BUMD, dan para pengusaha di Kabupaten Blora untuk ikut berpartisipasi melaksanakan kegiatan GASTRA yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah oleh Baznas. Ia bahkan meminta media massa turut melakukan pengawasan agar seluruh dana yang dihimpun dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kami meminta agar pengelolaan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah dilakukan secara transparan. Teman-teman media juga kami minta ikut mengawasi sehingga seluruh dana yang dihimpun benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Kalau perlu dipasang baliho di beberapa titik agar masyarakat bisa mengetahui dan menilai secara langsung,” kata Bupati.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Program GASTRA yang dipelopori oleh Bupati Blora telah berkembang menjadi gerakan sosial yang memberikan manfaat luas di berbagai bidang, mulai dari kemanusiaan, kebencanaan, kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di bidang pendidikan, Baznas memberikan beasiswa kepada mahasiswa di empat perguruan tinggi swasta di Kabupaten Blora. Selain itu, setiap peringatan Hari Santri pada 22 Oktober, Baznas juga menyalurkan beasiswa tahfidz senilai Rp150 juta kepada para penerima manfaat.
Pada sektor kesehatan, Baznas Kabupaten Blora pada tahun 2025 telah membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi 2.000 warga kurang mampu. Sementara pada tahun 2026 jumlah penerima meningkat menjadi 3.000 orang dengan nilai bantuan mencapai Rp105 juta setiap bulan.
Baznas juga mendukung program penanganan stunting melalui bantuan pembangunan jamban bagi keluarga kurang mampu dalam rangka mendukung Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Selain itu, Baznas Kabupaten Blora menjadi satu-satunya Baznas di Jawa Tengah yang membayarkan BPJS Ketenagakerjaan bagi marbot masjid se-Kabupaten Blora.
“Program ini bahkan menjadi perhatian pada Rakorda Baznas Jawa Tengah karena Kabupaten Blora menjadi satu-satunya daerah yang memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para marbot masjid,” jelas Sutaat.
Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, Baznas juga menjalankan berbagai program pemberdayaan berupa bantuan gerobak usaha, sektor peternakan, pertanian, hingga pelatihan keterampilan kerja. Program terbaru yang saat ini dibuka adalah pelatihan Gada Pratama bekerja sama dengan PT SAW Semarang. Dari kuota 60 peserta, tercatat sebanyak 185 orang telah mendaftar. Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7–15 Juli 2026 dan sekaligus difasilitasi penyaluran kerja bagi para peserta.
Sutaat menambahkan, kegiatan GASTRA rutin dilaksanakan setiap Ahad Pahing yang diawali dengan salat Subuh berjamaah, dzikir, tausiah, dan dilanjutkan dengan santunan. Dana yang dihimpun melalui kaleng sedekah sukarela sejak Desember 2025 hingga Juni 2026 telah berhasil disalurkan kepada anak yatim dengan nilai mencapai Rp739 juta.
Melalui Gebyar GASTRA 10 Muharam 1448 Hijriah ini, sebanyak 815 anak yatim menerima santunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial masyarakat Kabupaten Blora dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. (And/RN-04).
- Penulis: Didik




Saat ini belum ada komentar