Breaking News
Trending Tags

Bareskrim Bongkar Sindikat Curi Modul BTS 5G Senilai Rp60 Miliar

  • calendar_month 59 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Sat Resmob Bareskrim Polri membongkar sindikat pencurian modul Base Transceiver Station (BTS) jaringan seluler 5G yang menyebabkan kerugian materiil hingga Rp60 miliar. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap 12 tersangka yang diduga merupakan bagian dari jaringan internasional yang dikendalikan warga negara asing (WNA) asal China.

‎Para pelaku diduga mencuri sedikitnya 600 modul BTS dengan nilai sekitar Rp120 juta per unit. Selain menimbulkan kerugian finansial, aksi tersebut juga memicu gangguan layanan komunikasi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan ibu kota.

‎Direktur penyidikan mengungkapkan, para tersangka menjalankan aksinya dengan menyamar sebagai teknisi provider seluler. Mereka mengenakan rompi kerja dan memanfaatkan pengetahuan teknis mengenai instalasi BTS untuk mengambil modul peningkat sinyal 5G tanpa menimbulkan kecurigaan.

‎Hasil penyelidikan menunjukkan para pelaku merupakan teknisi harian lepas yang direkrut oleh jaringan penadah. Mereka dibekali rekening untuk transaksi, telepon genggam, serta daftar spesifikasi modul BTS yang menjadi target pencurian.

‎Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol. Teuku Arsya Khadafi mengatakan penyidik berhasil mengungkap dua jaringan yang memiliki pola operasi serupa.

‎”Dari hasil penyidikan kami, kami berhasil menangkap dua jaringan pelaku pencurian modul BTS. Menjadi terbuka terkait dengan modus mereka yaitu, pertama adalah para penadah yang dari warga negara asing ini datang ke Indonesia, kemudian mencari orang yang bersedia untuk mencari para pelaku pencurian modul ini dengan memberikan model tertentu. Saat ini yang diincar adalah model-model modul BTS terbaru yang memang ternyata dari salah satu provider ini lagi melakukan peningkatan kualitas jaringan,” kata Teuku Arsya, Minggu (12/7/2026).

‎Ia menjelaskan nilai kerugian yang ditimbulkan sangat besar karena setiap modul BTS memiliki harga sekitar Rp120 juta.

‎”Kerugiannya adalah dari satu modul ini adalah sekitar 120 juta. Dari hasil penyelidikan kami, dari dua kelompok ini, ternyata mereka telah melakukan pencurian dan mendapatkan hasil sekitar 600-an modul. Jadi apabila ditotal, kerugiannya adalah sekitar 60 milyar di kerugian materiilnya. Untuk kerugian materiilnya adalah terkait dengan gangguan masyarakat untuk mengakses jaringan komunikasi nasional,” ujarnya.

‎Menurut Teuku Arsya, para penadah memanfaatkan mantan teknisi pemasangan BTS yang memahami proses instalasi maupun jenis modul yang bernilai tinggi.

‎”Para penadah yang di Indonesia ini, kemungkinan merekrut orang-orang eks teknisi lepasan dari pemasangan instalasi tersebut. Jadi, orang-orang yang paham bagaimana memasang, mencabut, dan juga jenis modul apa yang diminta. Jadi memang para pelaku sebagian besar adalah teknisi lepasan dari pemasang modul yang dipekerjakan secara kontrak ataupun per proyek dari instalasi pemasangannya,” ucapnya.

‎Penyidik juga menemukan indikasi kuat bahwa sindikat ini merupakan bagian dari jaringan lintas negara. Modul hasil curian diduga dikirim ke China untuk diperjualbelikan kembali.

‎”Jadi terkait dengan hasil penyelidikan yang kami dapatkan, memang ini masuk jaringan internasional, karena pesanannya dari luar dan juga barang ini dikirimkan ke luar negeri,” tutur Teuku Arsya.

‎Dari 12 tersangka yang telah diamankan, empat di antaranya berperan sebagai penadah. Sementara itu, Bareskrim Polri masih berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu tiga WNA asal China yang diduga menjadi otak utama sindikat pencurian modul BTS tersebut.

‎Seluruh tersangka kini telah diamankan di Bareskrim Polri. Penanganan perkara selanjutnya dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri untuk proses hukum lebih lanjut.

(RN-07)

  • Penulis: Tama

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Iran Balas Serangan, Pangkalan Militer AS di Qatar dan Bahrain Jadi Sasaran

    Iran Balas Serangan, Pangkalan Militer AS di Qatar dan Bahrain Jadi Sasaran

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Teheran, ReportaseNews – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Iran resmi menghapus ‘garis merah’ dalam strategi militernya. Teheran menegaskan serangan rudal yang mereka luncurkan tidak lagi terbatas pada wilayah Israel, melainkan meluas dengan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di negara-negara Teluk, termasuk Qatar dan Bahrain. Langkah berani itu menandai pergeseran […]

  • Polda Riau Tangkap Penimbun 3.200 Liter Solar Subsidi untuk Tambang Emas Ilegal

    Polda Riau Tangkap Penimbun 3.200 Liter Solar Subsidi untuk Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Kuansing, ReportaseNews – Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau membongkar praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi yang digunakan untuk menyokong aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Dalam operasi ini, polisi menangkap seorang pria berinisial MI beserta barang bukti 3.200 liter biosolar yang ditimbun secara sistematis. Pengungkapan kasus ini bermula dari […]

  • PMII Bongkar Keterlibatan Oknum TNI dalam Tambang Emas Ilegal di Madina

    PMII Bongkar Keterlibatan Oknum TNI dalam Tambang Emas Ilegal di Madina

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Mandailing Natal (PMII Madina) mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah oknum aparat TNI yang berperan sebagai pelindung hingga pelaku bisnis Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Madina, Sumatera Utara. Ketua PC PMII Madina Abdul Rahman Hasibuan mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi berbagai laporan masyarakat mengenai praktik […]

  • Antisipasi Petaka Wisata Air, Kapolri Instruksikan Pengetatan Kapasitas Pengunjung

    Antisipasi Petaka Wisata Air, Kapolri Instruksikan Pengetatan Kapasitas Pengunjung

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Medan, ReportaseNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya dan pengelola tempat wisata untuk memperketat pengamanan serta membatasi kapasitas pengunjung guna mencegah kecelakaan fatal selama libur Lebaran 2026. Fokus khusus diberikan pada destinasi wisata air yang kerap mengalami lonjakan drastis jumlah wisatawan hingga melebihi ambang batas aman. Penekanan pada sektor pariwisata ini menjadi prioritas […]

  • Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela, menewaskan sedikitnya 188 orang serta melukai ribuan warga. Korban selamat menceritakan detik-detik mencekam saat bencana terjadi. (Foto: Al Jazeera/Julio Blanca)

    Gempa Venezuela Tewaskan 188 Orang, Warga Ungkap Detik-detik Mencekam

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Caracas, ReportaseNews – Dua gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Venezuela pada Rabu (25/6/2026) menimbulkan kerusakan parah di sejumlah wilayah, mulai dari La Guaira hingga ibu kota Caracas. Hingga Kamis, sedikitnya 188 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka. ‎Gempa yang terjadi dalam selang waktu singkat itu masing-masing berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5. […]

  • Polres Tapsel Buru Aktor Intelektual Sindikat BBM Subsidi di Paluta

    Polres Tapsel Buru Aktor Intelektual Sindikat BBM Subsidi di Paluta

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Tapsel, ReportaseNews – Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) memperluas cakupan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) dengan memburu aktor intelektual serta pihak penyuplai utama. Polisi tidak berhenti pada penangkapan kurir pengangkut di lapangan guna membongkar rantai niaga dan distribusi ilegal secara menyeluruh dari hulu ke hilir. […]

expand_less