Breaking News
Trending Tags

Bareskrim Bongkar Sindikat Curi Modul BTS 5G Senilai Rp60 Miliar

  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Sat Resmob Bareskrim Polri membongkar sindikat pencurian modul Base Transceiver Station (BTS) jaringan seluler 5G yang menyebabkan kerugian materiil hingga Rp60 miliar. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap 12 tersangka yang diduga merupakan bagian dari jaringan internasional yang dikendalikan warga negara asing (WNA) asal China.

‎Para pelaku diduga mencuri sedikitnya 600 modul BTS dengan nilai sekitar Rp120 juta per unit. Selain menimbulkan kerugian finansial, aksi tersebut juga memicu gangguan layanan komunikasi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan ibu kota.

‎Direktur penyidikan mengungkapkan, para tersangka menjalankan aksinya dengan menyamar sebagai teknisi provider seluler. Mereka mengenakan rompi kerja dan memanfaatkan pengetahuan teknis mengenai instalasi BTS untuk mengambil modul peningkat sinyal 5G tanpa menimbulkan kecurigaan.

‎Hasil penyelidikan menunjukkan para pelaku merupakan teknisi harian lepas yang direkrut oleh jaringan penadah. Mereka dibekali rekening untuk transaksi, telepon genggam, serta daftar spesifikasi modul BTS yang menjadi target pencurian.

‎Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol. Teuku Arsya Khadafi mengatakan penyidik berhasil mengungkap dua jaringan yang memiliki pola operasi serupa.

‎”Dari hasil penyidikan kami, kami berhasil menangkap dua jaringan pelaku pencurian modul BTS. Menjadi terbuka terkait dengan modus mereka yaitu, pertama adalah para penadah yang dari warga negara asing ini datang ke Indonesia, kemudian mencari orang yang bersedia untuk mencari para pelaku pencurian modul ini dengan memberikan model tertentu. Saat ini yang diincar adalah model-model modul BTS terbaru yang memang ternyata dari salah satu provider ini lagi melakukan peningkatan kualitas jaringan,” kata Teuku Arsya, Minggu (12/7/2026).

‎Ia menjelaskan nilai kerugian yang ditimbulkan sangat besar karena setiap modul BTS memiliki harga sekitar Rp120 juta.

‎”Kerugiannya adalah dari satu modul ini adalah sekitar 120 juta. Dari hasil penyelidikan kami, dari dua kelompok ini, ternyata mereka telah melakukan pencurian dan mendapatkan hasil sekitar 600-an modul. Jadi apabila ditotal, kerugiannya adalah sekitar 60 milyar di kerugian materiilnya. Untuk kerugian materiilnya adalah terkait dengan gangguan masyarakat untuk mengakses jaringan komunikasi nasional,” ujarnya.

‎Menurut Teuku Arsya, para penadah memanfaatkan mantan teknisi pemasangan BTS yang memahami proses instalasi maupun jenis modul yang bernilai tinggi.

‎”Para penadah yang di Indonesia ini, kemungkinan merekrut orang-orang eks teknisi lepasan dari pemasangan instalasi tersebut. Jadi, orang-orang yang paham bagaimana memasang, mencabut, dan juga jenis modul apa yang diminta. Jadi memang para pelaku sebagian besar adalah teknisi lepasan dari pemasang modul yang dipekerjakan secara kontrak ataupun per proyek dari instalasi pemasangannya,” ucapnya.

‎Penyidik juga menemukan indikasi kuat bahwa sindikat ini merupakan bagian dari jaringan lintas negara. Modul hasil curian diduga dikirim ke China untuk diperjualbelikan kembali.

‎”Jadi terkait dengan hasil penyelidikan yang kami dapatkan, memang ini masuk jaringan internasional, karena pesanannya dari luar dan juga barang ini dikirimkan ke luar negeri,” tutur Teuku Arsya.

‎Dari 12 tersangka yang telah diamankan, empat di antaranya berperan sebagai penadah. Sementara itu, Bareskrim Polri masih berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu tiga WNA asal China yang diduga menjadi otak utama sindikat pencurian modul BTS tersebut.

‎Seluruh tersangka kini telah diamankan di Bareskrim Polri. Penanganan perkara selanjutnya dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri untuk proses hukum lebih lanjut.

‎

‎(RN-07)

‎

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Ledakan Pipa Gas di Grand Polonia Medan, Empat Orang Terjebak Reruntuhan

    Ledakan Pipa Gas di Grand Polonia Medan, Empat Orang Terjebak Reruntuhan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Medan, ReportaseNews – Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari kebocoran pipa gas bawah tanah meluluhlantakkan sebuah rumah bertingkat di Kompleks Grand Polonia Nomor 3-B, Jalan Perhubungan, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2027) sore. Empat orang masih berjuang untuk dievakuasi dari balik timbunan puing beton bangunan. Peristiwa yang memecah keheningan kompleks permukiman tersebut pada pukul […]

  • Kasus pelecehan penumpang oleh driver taksi online di Jakarta Pusat viral. Polisi menangkap terduga pelaku di Depok dan menyita sejumlah barang bukti. (Foto: Tangkapan Layar)

    Driver Taksi Online Diduga Cabuli Penumpang di Jakpus, Pelaku Ditangkap di Depok

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Dugaan pelecehan terhadap penumpang wanita oleh pengemudi taksi daring atau taksi online terjadi di kawasan dekat Apartemen Istana Harmoni, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2026). Peristiwa tersebut mencuat setelah rekaman CCTV dan video kejadian beredar di media sosial. ‎Dalam video yang viral, mobil berwarna abu-abu yang ditumpangi korban terlihat menepi secara tiba-tiba. Korban kemudian […]

  • Kasus videografer Amsal Christy Sitepu yang dituntut 2 tahun penjara atas dugaan mark up proyek video desa di Kabupaten Karo menuai sorotan. Sejumlah kejanggalan terungkap di persidangan. (Ist)

    Videografer Amsal Sitepu Dituntut Penjara, Kasus Mark Up Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Nama Amsal Christy Sitepu, seorang videografer asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik setelah dituntut hukuman dua tahun penjara dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek video profil desa. Selain pidana penjara, jaksa juga menuntut pengembalian kerugian negara sebesar Rp202.161.980 serta denda Rp50 juta. ‎Jaksa menilai Amsal melakukan mark up anggaran […]

  • Adam Deni Jadi Tersangka, Polisi Periksa 8 Saksi

    Adam Deni Jadi Tersangka, Polisi Periksa 8 Saksi

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Polisi terus mendalami kasus perusakan rumah toko (ruko) di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, yang menjerat selebgram Adam Deni Gearaka sebagai tersangka. Hingga kini, penyidik Polres Metro Jakarta Utara telah memeriksa delapan orang saksi untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa tersebut. ‎Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKP Bima Sakti, […]

  • Menlu AS, Marco Rubio menegaskan AS masih membuka jalur diplomasi dengan Iran, namun memperingatkan Teheran akan menghadapi konsekuensi jika tidak serius dalam perundingan. (Foto: Anadolu)

    AS Panik Ultimatum Iran: Serius Berunding atau Hadapi Konsekuensi

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Washington, ReportaseNews – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menegaskan Washington masih mengedepankan jalur diplomasi untuk menyelesaikan ketegangan dengan Iran. Meski demikian, ia menilai Teheran belum menunjukkan komitmen yang kuat dalam proses perundingan. ‎Pernyataan tersebut disampaikan Rubio saat menghadiri pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Manila, Filipina, Rabu. Ia menegaskan bahwa pemerintah […]

  • Tiga Pemuda Ini Nekad Bobol Rumah Polwan di Simalungun

    Tiga Pemuda Ini Nekad Bobol Rumah Polwan di Simalungun

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Simalungun, ReportaseNews – Anggota Polsek Bangun, Polres Simalungun, meringkus tiga pemuda yang nekat membobol rumah seorang polisi wanita (Polwan) di Jalan Asahan Km. 4, Desa Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian.   Aksi pencurian yang menimpa korban bernama Widi Anita Sihombing tersebut terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026. […]

expand_less