Blora Bidik Pilot Project Pertanian Organik Bersama UB
- calendar_month 20 menit yang lalu
- print Cetak

Bupati Blora Arief Rohman memaparkan potensi pertanian organik di Universitas Brawijaya sekaligus membuka peluang riset, KKN, dan beasiswa khusus bagi putra-putri Blora. (And)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Malang, ReportaseNews – Pemerintah Kabupaten Blora membidik pengembangan pertanian organik sebagai proyek percontohan yang dapat direplikasi di berbagai daerah melalui kolaborasi dengan Universitas Brawijaya.
Gagasan tersebut disampaikan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman saat menjadi narasumber dalam Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan orientasi itu diikuti 171 mahasiswa baru jenjang magister dan doktor. Dalam paparannya, Arief menekankan bahwa Blora memiliki modal besar untuk mengembangkan sistem pertanian organik karena ditopang sektor peternakan sapi yang menghasilkan bahan baku pupuk kandang dalam jumlah melimpah.
“Blora memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan pertanian organik. Kita punya banyak peternak sapi, sehingga bahan organik untuk mendukung pertanian juga tersedia. Kami ingin ini tidak hanya berhenti di Blora, tetapi bisa menjadi pilot project yang nantinya dapat dikembangkan dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Arief Rohman, Kamis (27/8/2026).
Selain menawarkan konsep pertanian organik, Pemkab Blora juga membuka peluang menjadikan wilayahnya sebagai laboratorium penelitian bagi sivitas akademika Universitas Brawijaya.
Menurut Arief, sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Blora merupakan kawasan hutan sehingga menyimpan potensi besar untuk riset di bidang pertanian, kehutanan, hingga pemberdayaan masyarakat. “Pemkab Blora sangat terbuka untuk menjadi lokasi penelitian. Dengan kondisi Blora yang sekitar 60 persen wilayahnya adalah hutan, tentu banyak hal yang bisa dikaji dan dikembangkan, baik di sektor pertanian, kehutanan maupun pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Kolaborasi yang ditawarkan tidak berhenti pada penelitian. Arief juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Universitas Brawijaya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di desa-desa binaan pertanian organik di Blora.
Desa tersebut diharapkan berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat sekaligus percontohan pengembangan pertanian organik di tingkat desa.
“Di Blora juga ada desa binaan pertanian organik. Ini bisa kita kembangkan bersama, sehingga nantinya menjadi tempat KKN mahasiswa dan sekaligus menjadi desa percontohan yang bisa direplikasi di desa-desa lainnya di Kabupaten Blora,” tambahnya.
Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya Prof. M. Purnomo menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai Blora mulai membangun keunggulan melalui pengembangan produk pertanian bernilai tambah atau niche product yang memiliki daya saing lebih tinggi. “Kami terkesan dengan apa yang disampaikan Pak Bupati. Blora ini mulai mengambil niche product, tidak hanya produk pertanian biasa. Ke depan, kami berharap produksi benih jagung maupun produk-produk lain yang memiliki nilai tinggi dapat dikembangkan, termasuk melalui konsep green house,” ungkap Prof. M. Purnomo.
Menurut Purnomo, pengembangan komoditas bernilai tinggi tersebut berpotensi memberi manfaat tidak hanya bagi Kabupaten Blora, tetapi juga mendukung kebutuhan sektor pertanian di Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui peningkatan produksi serta menjaga stabilitas harga pangan.
Dalam kesempatan yang sama, Universitas Brawijaya turut membuka peluang pendidikan bagi generasi muda Blora melalui program beasiswa. Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan berencana menyiapkan slot khusus bagi putra-putri Blora yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi untuk melanjutkan pendidikan mulai jenjang sarjana hingga doktor.
Menutup kegiatan, Arief berharap pertemuan tersebut menjadi pintu awal kerja sama yang lebih luas antara Pemerintah Kabupaten Blora dan Universitas Brawijaya dalam bidang pendidikan, penelitian, pertanian, serta kehutanan.
“Saya mengucapkan terima kasih karena telah mempercayai Kabupaten Blora untuk menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Saya berharap ini menjadi awal yang baik bagi kampus dan Pemkab Blora untuk menjalin kerja sama yang lebih baik lagi. Kami sangat terbuka, para dekan maupun dosen Universitas Brawijaya dapat bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan kami di Blora,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Blora beserta jajaran terkait.
(And)
- Penulis: And
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar