Breaking News
Trending Tags

Dari Ajibarang, Mimpi Pesepak Bola Muda Mulai Ditempa

  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banyumas, ReportaseNews – Mimpi menjadi pesepak bola profesional mulai tumbuh dari lapangan sepak bola di wilayah Banyumas Barat, Jawa Tengah. Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda Ajibarang menjadi salah satu wadah yang membina anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan kerja sama sejak usia dini.

SSB Indonesia Muda Ajibarang berdiri sejak 2019 dan kini memiliki sekitar 80 peserta. Para pemain berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, terutama kawasan Banyumas Barat, dengan mayoritas masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Pelatih Indonesia Muda Ajibarang, Bima Ramadhani, mengatakan tidak ada batasan khusus bagi anak yang ingin bergabung. Rata-rata peserta berusia 9 hingga 13 tahun, meski terdapat pula pemain yang usianya lebih muda.

“Usianya rata-rata sembilan sampai 13 tahun, dari SD sampai SMP. Tidak ada batasan khusus untuk bisa bergabung,” ujar Bima saat ditemui, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan latihan digelar tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Dalam satu sesi, peserta menjalani latihan selama sekitar dua hingga tiga jam.

Pembinaan yang diberikan tidak berhenti pada penguasaan teknik dasar sepak bola. Sejumlah pemain binaan Indonesia Muda Ajibarang juga telah mendapatkan kesempatan tampil dalam kompetisi dan meraih prestasi.

Salah satunya saat para pemain mengikuti ajang Bela Suratin Jawa Tengah bersama PSS Cilacap. Dalam kompetisi tersebut, tim yang diperkuat pemain binaan berhasil keluar sebagai juara pertama.

Meski demikian, pembinaan pemain usia dini memiliki tantangan tersendiri. Bima mengatakan perbedaan kemampuan menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi ketika ada pemain baru bergabung di tengah program latihan yang sudah berjalan.

“Kesulitannya ketika ada anak baru. Misalnya materi latihan sudah masuk tahap kelima, kemudian ada anak baru yang belum mengikuti materi sebelumnya. Di situ yang agak sulit,” katanya.

Pelatih kemudian harus menyesuaikan materi agar pemain baru dapat mengejar ketertinggalan tanpa mengganggu perkembangan peserta yang telah lebih dahulu mengikuti program.

Selain kemampuan teknis, konsistensi kehadiran pemain juga menjadi tantangan. Kesibukan sekolah, kegiatan keluarga, maupun aktivitas lain membuat jumlah peserta dalam setiap sesi latihan tidak selalu sama.

“Kalau pasang surut dalam latihan pasti ada. Banyak kegiatan di sekolah atau acara lainnya, akhirnya yang datang latihan hanya beberapa anak,” ujar Bima.

Dari sekitar 80 peserta yang terdaftar, Bima memperkirakan 60 hingga 70 persen mengikuti latihan karena memiliki ketertarikan terhadap sepak bola yang berasal dari diri sendiri. Sebagian lainnya mulai mengikuti latihan atas dorongan orang tua.

Bagi Indonesia Muda Ajibarang, pembinaan sepak bola tidak semata-mata ditujukan untuk mencetak pemain profesional. Sepak bola juga dipandang sebagai sarana membentuk karakter anak melalui kedisiplinan, kerja sama, mental, dan aktivitas positif.

“Harapan terbesar kami, anak-anak bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi orang lain. Kalaupun nantinya tidak menjadi pemain sepak bola, setidaknya mereka bisa mendapatkan manfaat dari sepak bola,” tutur Bima.

Untuk bergabung, calon peserta cukup melakukan pendaftaran dan mengisi formulir yang disediakan pengurus. Setelah proses tersebut selesai, peserta dapat langsung mengikuti latihan.

Biaya pembinaan yang dikenakan juga relatif terjangkau. Peserta membayar biaya pendaftaran sekitar Rp150 ribu dan iuran bulanan Rp75 ribu. Sementara kebutuhan perlengkapan seperti jersey menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.

Dukungan orang tua turut menjadi bagian penting dalam keberlangsungan pembinaan. Salah satunya Budi Swanto, warga Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, yang mendaftarkan putranya ke Indonesia Muda Ajibarang sejak melihat ketertarikan sang anak terhadap sepak bola.

Budi mengatakan putranya yang kini berusia tujuh tahun sudah menunjukkan ketertarikan terhadap sepak bola sejak duduk di taman kanak-kanak. Ia kemudian memilih menyalurkan minat tersebut melalui kegiatan latihan sepak bola.

“Kalau melihat bola dia sangat senang. Sebagai orang tua, kami akhirnya menyalurkan minat dan bakatnya. Kebetulan di Ajibarang ada Indonesia Muda yang lokasinya dekat,” kata Budi.

Menurut Budi, kegiatan olahraga juga dapat menjadi sarana untuk mengarahkan anak pada aktivitas positif sekaligus mengurangi waktu bermain gawai.

“Sejak TK sudah senang main bola. Sekarang di Indonesia Muda termasuk masih paling muda karena usianya tujuh tahun. Kami ingin melatih mental sekaligus mengenalkan sepak bola sejak dini,” ujarnya.

Budi berharap pembinaan di Indonesia Muda Ajibarang tidak hanya meningkatkan kemampuan anaknya dalam bermain sepak bola, tetapi juga membentuk mental dan membuka peluang untuk meraih prestasi.

“Mudah-mudahan ke depannya bisa berprestasi dan ikut mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Apalagi sekarang pendidikan sepak bola usia dini sedang banyak digalakkan di seluruh Indonesia,” katanya.

Di tengah proses pembinaan tersebut, mimpi menjadi pesepak bola profesional juga tumbuh dari para pemain muda. Salah satunya Devan, peserta latihan yang mengaku mulai menyukai sepak bola setelah sering menyaksikan pertandingan melalui televisi.

Kecintaannya terhadap sepak bola membuat Devan tertarik mengikuti latihan secara rutin. Ia mengidolakan sejumlah pemain dunia, di antaranya Lamine Yamal dan Cristiano Ronaldo. Untuk pemain Indonesia, Devan mengidolakan Ole Romeny.

Seperti pemain seusianya, Devan juga menyimpan cita-cita untuk menjadi pesepak bola terkenal.

Kehadiran Indonesia Muda Ajibarang menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini tidak hanya berkembang di kota-kota besar. Dari lapangan sepak bola di tingkat kecamatan, anak-anak Banyumas Barat mulai mendapatkan ruang untuk mengasah kemampuan dan mengejar mimpi.

Lebih dari sekadar mencetak pemain, proses tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang disiplin, mampu bekerja sama, memiliki mental bertanding, serta terbiasa menjalani aktivitas positif sejak usia dini.

 

(Kus) 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Kus
  • Editor: Tama

Reportase Pilihan

  • Boni Hargens menilai langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam melakukan restorasi fundamental Polri semakin diperkuat melalui UU Polri baru dan penguatan Kompolnas. (Ist)

    Boni Hargens: Polri di Era Listyo Sigit, Tidak Cuma Reformasi Tapi Restorasi Fundamental

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Analis Politik Senior, Boni Hargens, memberikan apresiasi terhadap langkah Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilainya tengah menjalankan restorasi fundamental di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). ‎Menurut Boni, pendekatan yang dilakukan Kapolri tidak berhenti pada agenda reformasi kelembagaan semata, melainkan berupaya mengembalikan Polri pada nilai dan fungsi dasarnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan […]

  • Judol Picu KDRT, Polres Tapteng Damaikan Pasutri Demi Masa Depan Anak

    Judol Picu KDRT, Polres Tapteng Damaikan Pasutri Demi Masa Depan Anak

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Tapteng, ReportaseNews – Satuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) bersama piket fungsi Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) memediasi kasus dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dipicu kecanduan judi online (judol) pada Selasa (9/6/2026). Polisi menempuh langkah restorative justice untuk menyelamatkan keutuhan rumah tangga demi masa depan anak-anak mereka yang masih balita. Proses mediasi […]

  • SMK Ma’arif NU Paguyangan di Brebes menggelar kelulusan tanpa konvoi demi keselamatan siswa. Kebijakan ini mendapat dukungan orang tua. (Foto: ReportaseNews/Kus)

    Demi Keselamatan Siswa, SMK Ma’arif NU Paguyangan Larang Konvoi Kelulusan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Brebes, ReportaseNews — Tradisi konvoi dan perayaan kelulusan di jalan raya tak terlihat di SMK Ma’arif NU Paguyangan tahun ini. Sekolah memilih menggelar pengumuman kelulusan secara sederhana dan tertutup, dengan mengundang wali murid untuk mengambil hasil kelulusan secara langsung. ‎Langkah tersebut diambil sebagai upaya menghindari risiko kecelakaan dan perilaku berlebihan yang kerap terjadi saat momen […]

  • 10 dari 16 Korban Tewas Tabrakan Bus ALS Vs Truk Tangki Teridentifikasi, Ini Daftarnya

    10 dari 16 Korban Tewas Tabrakan Bus ALS Vs Truk Tangki Teridentifikasi, Ini Daftarnya

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Palembang, ReportaseNews – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengungkap identitas sejumlah korban dalam kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan mobil tangki milik PT Seleraya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel. Tragedi yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) siang tersebut menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal […]

  • Bahas Dua Agenda Penting, Bupati Madina Temui Ketua Komisi VIII DPR

    Bahas Dua Agenda Penting, Bupati Madina Temui Ketua Komisi VIII DPR

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menemui Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Pertemuan ini membahas dua agenda utama, yakni optimalisasi konektivitas udara melalui Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Bukitmalintang dan peningkatan fasilitas ibadah di Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan. Dalam pertemuan tersebut, […]

  • Tangkap Pasutri di Medan, BNNP Sumut Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia

    Tangkap Pasutri di Medan, BNNP Sumut Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Medan, ReportaseNews – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) membongkar sindikat narkoba internasional yang dikendalikan pasangan suami-istri (pasutri) asal Kota Medan. Dalam operasi berantai ini, petugas mengamankan barang bukti 2 kilogram sabu-sabu, 6.161 butir ekstasi, serta puluhan bungkus happy water yang dikendalikan langsung dari Malaysia. Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai […]

expand_less