Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1,3 Km
- calendar_month 13 menit yang lalu
- print Cetak

Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu pagi dengan kolom abu mencapai 1.300 meter di atas puncak. Status gunung berada pada Level III atau Siaga. (Antara)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lumajang, ReportaseNews — Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Minggu pagi. Kolom abu letusan teramati mencapai sekitar 1.300 meter di atas puncak Mahameru atau 4.976 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 05.55 WIB. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak condong ke arah timur laut.
“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.55 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati sekitar 1.300 meter di atas puncak atau 4.976 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Liswanto seperti dikutip Antara, Minggu (27/9/2026).
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sementara sekitar 2 menit 20 detik. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru telah mengalami empat kali erupsi sejak pukul 00.21 WIB hingga 06.22 WIB. Tinggi letusan yang teramati bervariasi, mulai sekitar 500 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak.
Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Dalam status tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” ujar Liswanto.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih berisiko terhadap lontaran batu pijar.
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” katanya.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar