Breaking News
Trending Tags

Rusun Jadi Solusi Hunian, DPRD Bandung Soroti Keterjangkauan dan Kualitas Pengelolaan

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, ReportaseNews – Keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di Kota Bandung mendorong pengembangan hunian vertikal. Namun, pembangunan rumah susun (rusun) tidak cukup hanya menambah jumlah unit. Aspek kelayakan, keterjangkauan harga, serta kualitas pengelolaan juga harus menjadi perhatian.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Panitia Khusus (Pansus) 20 DPRD Kota Bandung dalam membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rumah Susun.

Anggota Pansus 20 DPRD Kota Bandung, Asep Robin, S.H., M.H., mengatakan, regulasi tersebut penting untuk memperkuat penyelenggaraan rumah susun agar mampu menjawab kebutuhan hunian masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kota Bandung memiliki keterbatasan lahan, sementara kebutuhan hunian terus meningkat. Karena itu, rumah susun menjadi salah satu solusi yang perlu dipersiapkan dengan regulasi yang jelas dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ujar Asep.

Menurut dia, Raperda Rumah Susun tidak hanya mengatur pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pelayanan, keterjangkauan harga, penyediaan sarana dan prasarana, hingga tata kelola lingkungan hunian.

Bahkan, pembahasan regulasi tersebut turut membuka peluang penambahan rumah susun baru untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat perkotaan.

Raperda Rumah Susun merupakan satu dari empat rancangan peraturan daerah yang diusulkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Pembahasannya dilakukan Pansus 20 yang dipimpin H. Sutaya sebagai ketua dan H. Deni Nursani sebagai wakil ketua, bersama delapan anggota lainnya, termasuk Asep Robin.

Untuk memastikan regulasi sesuai kebutuhan di lapangan, Pansus 20 juga telah mengundang perwakilan penghuni rumah susun di kawasan Cingised dan Rancacili.

Asep menilai, pelibatan warga menjadi bagian penting dalam penyusunan aturan. Sebab, penghuni merupakan pihak yang merasakan langsung berbagai persoalan dalam kehidupan di lingkungan rumah susun.

Masukan masyarakat, lanjut dia, perlu menjadi pertimbangan dalam mengatur aspek kenyamanan, keamanan, ketertiban, serta penataan lingkungan.

“Regulasi yang disusun harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi penghuni. Jangan sampai pembangunan hanya berorientasi pada penyediaan bangunan, tetapi mengabaikan kualitas kehidupan masyarakat di dalamnya,” jelasnya.

Selain persoalan pengelolaan, Asep juga menyoroti sejumlah ketentuan penting dalam penyelenggaraan rumah susun. Salah satunya menyangkut kewajiban pengembang rumah susun komersial untuk menyediakan rumah susun umum sekurang-kurangnya 20 persen dari total luas lantai atau jumlah unit yang dibangun, sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketentuan tersebut dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih terjangkau.

Aspek kepemilikan satuan rumah susun oleh warga negara asing (WNA) juga menjadi perhatian. Kepemilikan dimungkinkan bagi WNA yang memenuhi persyaratan izin tinggal dan ketentuan hukum, termasuk aturan mengenai status hak atas tanah tempat bangunan berdiri.

Selain itu, proses Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) harus memperhatikan ketentuan tingkat keterbangunan fisik rumah susun minimal 20 persen sesuai regulasi terkait.

Berbagai ketentuan tersebut perlu dipastikan berjalan agar penyelenggaraan rumah susun memiliki kepastian hukum sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat dan konsumen.

Asep berharap, pembahasan Raperda Rumah Susun dapat menghasilkan regulasi komprehensif yang tidak hanya mendorong penambahan hunian vertikal, tetapi juga menjamin kualitas pengelolaan dan kenyamanan penghuninya.

Dengan demikian, rumah susun di Kota Bandung tidak sekadar menjadi solusi atas keterbatasan lahan, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan.

“Harapannya, Perda ini bisa menjadi landasan bagi pembangunan dan pengelolaan rumah susun yang lebih tertata, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau,” pungkasnya.(Ton/RN-04).

  • Penulis: Didik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Amankan Pasokan, Polda Sumut Tugaskan Polisi Bersertifikat Jadi Supir Truk Tangki BBM

    Amankan Pasokan, Polda Sumut Tugaskan Polisi Bersertifikat Jadi Supir Truk Tangki BBM

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Medan, ReportaseNews – Polda Sumatera Utara (Sumut) mengerahkan sepuluh personel polisi terlatih untuk mengemudikan truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) guna mengatasi krisis kelangkaan awak mobil tangki di provinsi ini. Pengerahan polisi ini diambil setelah rapat koordinasi lintas sector mengungkap adanya kekosongan posisi pengemudi yang menghambat suplai energi ke masyarakat. Kepala Biro Operasi Polda Sumut […]

  • Kebakaran melanda 26 gudang di Kosambi, Tangerang. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan AWC untuk membantu pemadaman dan mengamankan lokasi. (Humas Polda Metro Jaya)

    26 Gudang Terbakar di Kosambi, Brimob PMJ Kerahkan AWC

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Tangerang, ReportaseNews — Kebakaran melanda 26 bangunan gudang di kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu (16/9/2026). Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya turut diterjunkan untuk membantu proses pemadaman dan mengamankan lokasi. Dalam penanganan kebakaran tersebut, personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor mengerahkan kendaraan armoured water cannon (AWC) untuk […]

  • Bau dan Jorok, Ada Kolam Hijau Diduga Limbah SPPG Bangun Muda Asahan di Padangsidimpuan

    Bau dan Jorok, Ada Kolam Hijau Diduga Limbah SPPG Bangun Muda Asahan di Padangsidimpuan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, ReportaseNews – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Padangsidimpuan bakal turun ke lapangan untuk mengecek operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangun Muda Asahan di Desa Manunggang Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Pengecekan bakal dilakukan menyusul adanya temuan kolam kecil berisi air hijau pekat dan tumpukan sampah yang diduga saluran pembuangan limbah cair […]

  • Suasana calon siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang baru dimulai di Akpol Semarang. Dari ribuan pendaftar, hanya sekitar 180 siswa akan diterima. (Foto: RN/Jangkung)

    Seleksi Pusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara Resmi Dimulai

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Jangkung
    • 0Komentar

    Semarang, ReportaseNews — Tahap seleksi tingkat pusat penerimaan siswa baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara resmi digelar di lingkungan Akademi Kepolisian, Semarang, Minggu (29/3/2026). Tahapan ini menjadi fase akhir dari rangkaian seleksi nasional yang telah berlangsung sebelumnya. ‎Proses seleksi dilakukan secara berlapis dengan standar ketat. Pada tahap awal, jumlah pendaftar mencapai belasan ribu peserta dari seluruh […]

  • TNI Siaga 1, Panglima Perintahkan Perketat Pengamanan Objek Vital

    TNI Siaga 1, Panglima Perintahkan Perketat Pengamanan Objek Vital

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan seluruh jajaran militer untuk masuk dalam status Siaga 1. Langkah preventif ini sebagai respons terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan di dalam negeri. Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang diterbitkan pada 1 Maret 2026, sebagai bentuk […]

  • Kasus Pengancaman Emak-emak di Tambang Ilegal Madina Naik Penyidikan

    Kasus Pengancaman Emak-emak di Tambang Ilegal Madina Naik Penyidikan

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Penyidik Polres Mandailing Natal (Madina) meningkatkan status penanganan perkara dugaan pengancaman terhadap warga di lokasi tambang emas ilegal Kelurahan Tapus, Kecamatan Linggabayu, dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. “Perkara telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan setelah dilaksanakannya gelar perkara,” kata Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy, Senin (3/8/2026). Peningkatan status perkara […]

expand_less