Breaking News
Trending Tags

Bau dan Jorok, Ada Kolam Hijau Diduga Limbah SPPG Bangun Muda Asahan di Padangsidimpuan

  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Padangsidimpuan, ReportaseNews – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Padangsidimpuan bakal turun ke lapangan untuk mengecek operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangun Muda Asahan di Desa Manunggang Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.

Pengecekan bakal dilakukan menyusul adanya temuan kolam kecil berisi air hijau pekat dan tumpukan sampah yang diduga saluran pembuangan limbah cair dari dapur operasional program MBG tersebut.

Kepastian untuk mengusut kondisi kelayakan dapur ini disampaikan oleh Satgas MBG Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki. Dia mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi internal demi memastikan fasilitas yang menyuplai ribuan porsi makanan anak sekolah ini tetap higienis dan mematuhi regulasi lingkungan.

“Jika tidak sesuai ketentuan, kita koordinasikan dengan Korwil, Pak,” ujar Rahmat Marzuki.

Kondisi fasilitas yang berada di bawah naungan Yayasan Bangun Muda Asahan ini kali pertama mencuat saat investigasi lapangan dilakukan pada Kamis (21/5/2026). Selain keberadaan kolam hijau pekat tanpa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai, aroma tidak sedap dari tumpukan karung sampah yang dihinggapi lalat juga dikhawatirkan mencemari proses produksi pangan.

Padahal, menurut Akuntan SPPG Wiyah Matondang, dapur komersial ini memproduksi sekitar 2.533 porsi makanan setiap hari untuk didistribusikan ke 13 sekolah di wilayah setempat.

Di sisi lain, pihak pengelola SPPG terkesan defensif saat dikonfirmasi mengenai kelayakan pembuangan limbah mereka.

Kepala SPPG berinisial BRA sempat mempertanyakan legalitas media dalam menanyakan perihal IPAL, sebelum akhirnya berjanji akan menutup kolam tersebut dan melanjutkan proses renovasi dapur.

Dalih senada juga disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Padangsidimpuan yang menyebut tempat penampungan itu merupakan bak lama. Meski demikian, pihak Korwil memastikan evaluasi total akan segera dilakukan demi menjaga kualitas program prioritas nasional ini.

“Terimakasih laporan dan informasinya, Pak. Mari kita kawal program bapak Presiden ini,” tandas Korwil SPPG.

Kelalaian dalam pengelolaan limbah domestik dapur komersial ini dinilai berimplikasi hukum serius. Praktisi hukum Febry Alamsyah Lubis mengingatkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN) RI Nomor 1 Tahun 2026 secara ketat mewajibkan setiap SPPG mengelola sisa pangan dan limbah domestiknya.

Tidak hanya itu, operasional ini juga terikat Keputusan Menteri LH Nomor 2760 Tahun 2025 serta UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Pengelolaan limbah ini sangat penting karena air cucian dan sisa makanan dapur komersial memiliki kandungan lemak dan minyak tinggi yang dapat merusak lingkungan jika dibuang langsung,” tegas Febry Alamsyah.

Dugaan pelanggaran ini juga memantik reaksi dari aktivis Kota Padangsidimpuan, Stevson Ompusungu. Dia mengatakan laporan hasil keluaran IPAL wajib diperiksa secara berkala setiap tiga bulan.

Kini, masyarakat menunggu ketegasan Satgas MBG untuk memastikan Yayasan Bangun Muda Asahan segera membangun IPAL standar baku mutu demi menjamin higienitas pasokan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. (Lily)

  • Penulis: RN-03

Reportase Pilihan

  • Polisi tetapkan 13 tersangka kasus kekerasan daycare Little Aresha di Yogyakarta. Puluhan anak diduga jadi korban, tempat penitipan disebut tak berizin. (Ist)

    KPAI Kritik Lemahnya Pengawasan, Kasus 53 Anak di Daycare Yogyakarta Jadi Bukti

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di sebuah daycare di Yogyakarta mencerminkan lemahnya sistem pengawasan serta regulasi lembaga penitipan anak di tingkat daerah. ‎Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan, banyak daycare beroperasi tanpa izin resmi dan tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pengasuhan […]

  • Beatrice Gobang Tampil di New York, Bawa Tembang Puitis Indonesia ke Panggung Internasional

    Beatrice Gobang Tampil di New York, Bawa Tembang Puitis Indonesia ke Panggung Internasional

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Ferdy Ferdy
    • 0Komentar

    New York, ReportaseNews – Penyanyi muda Indonesia, Beatrice Jean Consolata Gobang, sukses menggelar debut solo resital bertajuk Poetry, Roots, Resonance di Piano-Piano Theater, Manhattan, New York, pada Jumat (3/3/2026). Didampingi pianis Ayunia Indri Saputro, Beatrice menghadirkan pertunjukan yang menggabungkan puisi, sejarah, dan akar budaya lintas zaman, mulai dari era Barok hingga komposisi kontemporer, termasuk tembang […]

  • Warga Kebun Bunga Palembang menggelar Lomba Baca Al-Fatihah untuk memeriahkan HUT ke-81 RI sekaligus mengajak masyarakat memperbaiki bacaan sesuai tajwid. (Foto: ReportaseNews/Don)

    Sambut HUT ke-81 RI, Warga Kebun Bunga Palembang Gelar Lomba Baca Al-Fatihah

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Palembang, ReportaseNews — Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Palembang diisi dengan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga bernuansa keagamaan. Warga RT 074 RW 014, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang, menggelar Lomba Baca Al-Fatihah yang Benar dan Indah pada Sabtu (15/8/2026) malam. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 19.30 WIB di […]

  • Menangis Ketika Shalat  Apakah Ibadahnya Batal?

    Menangis Ketika Shalat  Apakah Ibadahnya Batal?

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

      Jakarta, ReportaseNews.com – apakah menangis saat berdoa diwaktu solat dapat membatalkan ibadahnya? ini  penjelasan dari pandangan mayoritas ulama, seperti dilansir dari NU Online. Para ulama mazhab Syafi’i telah membahas secara terperinci persoalan menangis ketika shalat, di antaranya Imam Syamsuddin Ar-Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj. Beliau menjelaskan, terdapat perbedaan pendapat di kalangan mazhab Syafi’i mengenai […]

  • Langkah Tegas Kapolda NTT Nonaktifkan Kombes ATB Patut Diapresiasi 

    Langkah Tegas Kapolda NTT Nonaktifkan Kombes ATB Patut Diapresiasi 

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Kupang, ReportaseNews – Langkah tegas Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko yang menomaktifkan Direktur Reserse Narkoba, Kombes ATB bersama enam anggotanya karena diduga menyalahgunakan kewenangan dan melakukan pemerasan terhadap tersangka patut diapresiasi dan harus mendapat dukungan. Hal tersebut disampaikan Dosen hukum pidana Universitas Katolik Widya Mandira Kupangà, Michael Feka dalam ketetangannya Senin (16/3) Menurut Michael, […]

  • Miris…! Keponakan Terpaksa Pindahkan Makam Paman-Bibiknya Demi Akhiri Konflik Warisan

    Miris…! Keponakan Terpaksa Pindahkan Makam Paman-Bibiknya Demi Akhiri Konflik Warisan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Keluarga almarhumah Hj. Nur Hayati dan suaminya, H. Fahrizal Piliang, terpaksa membongkar dan memindahkan jenazah pasangan suami-istri itu dari lahan pemakaman keluarga di Huta Lombang Lubis, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Selasa (12/5/2026). Pemindahan makam itu dianggap sebagai titik akhir untuk menyudahi sengketa harta warisan yang melibatkan sesama anggota keluarga dan tak […]

expand_less