Breaking News
Trending Tags

KPAI Kritik Lemahnya Pengawasan, Kasus 53 Anak di Daycare Yogyakarta Jadi Bukti

  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di sebuah daycare di Yogyakarta mencerminkan lemahnya sistem pengawasan serta regulasi lembaga penitipan anak di tingkat daerah.

‎Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan, banyak daycare beroperasi tanpa izin resmi dan tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pengasuhan anak.

‎”Kasus ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan regulasi daycare di tingkat daerah. Banyak lembaga beroperasi tanpa izin resmi, tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) pengasuhan, dan luput dari pantauan dinas terkait,” ujar Jasra, seperti dikutip Antara, Selasa (29/4/2026).

‎Ia menambahkan, tidak adanya sistem rujukan dan asesmen yang terintegrasi turut memperparah kondisi tersebut, sehingga potensi kekerasan tidak terdeteksi sejak dini.

‎”Sehingga, membuat lemahnya pengawasan berjenjang dan rujukan yang terputus,” kata dia.

‎KPAI juga menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan kekerasan yang dialami anak-anak di daycare tersebut. Temuan kondisi korban dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hak anak.

‎”Penemuan anak-anak dalam kondisi kaki dan tangan terikat, serta mulut tersumpal kain agar tidak menangis adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang menampar wajah perlindungan anak di Indonesia,” ujar Jasra.

‎Kasus ini bermula dari laporan terhadap Daycare Little Aresha di Yogyakarta terkait dugaan kekerasan dan penelantaran anak. Aparat kepolisian kemudian melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4/2026).

‎Dari hasil penyelidikan awal, sedikitnya 53 anak diduga mengalami kekerasan, diskriminasi, dan penelantaran dari total 103 anak yang dititipkan di fasilitas tersebut.

‎Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Dua di antaranya adalah DK (51) selaku ketua yayasan dan AP (42) sebagai kepala sekolah, sementara sebelas tersangka lainnya merupakan pengasuh daycare.

‎Kasus ini menjadi sorotan publik dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem perizinan serta pengawasan daycare di berbagai daerah. (RN-07)

  • Penulis: Tama

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Pemkab Banyumas menargetkan penanganan 15 ribu anak tidak sekolah melalui strategi jemput bola, verifikasi data lapangan, serta penguatan PKBM dan kelas jarak jauh. (Ist)

    15 Ribu Anak Tak Sekolah, Dindik Banyumas Jemput Bola

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews — Pemerintah Kabupaten Banyumas mempercepat penanganan anak tidak sekolah (ATS) yang jumlahnya mencapai sekitar 15 ribu anak. Upaya ini menjadi bagian dari prioritas program “Pasti Sekolah” yang digulirkan pemerintah daerah. ‎Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’aruf, mengatakan data awal tersebut bersumber dari Dapodik dan masih memerlukan verifikasi di lapangan. Tim […]

  • Veda Ega Pratama gagal finis pada Moto3 Amerika Serikat 2026 usai mengalami highside di Sirkuit of the Americas. Pembalap Honda Team Asia sempat mencetak lap tercepat. (Foto: Instagram/Veda_54)

    Veda Ega Jatuh, Gagal Finis Moto3 Amerika 2026

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, gagal menyelesaikan balapan Moto3 Amerika Serikat 2026 setelah terjatuh di Sirkuit of the Americas, Texas, Minggu waktu setempat. Rider Honda Team Asia itu sebenarnya memulai lomba dari posisi depan dan sempat tampil kompetitif di awal balapan. ‎ ‎Mengutip laman resmi MotoGP, Senin (30/3/2026), Veda memulai balapan dari […]

  • Memasuki Musim Tanam, BNPB Genjot Pembersihan Lahan Pertanian terdampak Bencana di Aceh

    Memasuki Musim Tanam, BNPB Genjot Pembersihan Lahan Pertanian terdampak Bencana di Aceh

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Handa
    • 0Komentar

      Jakarta, ReportaseNews.com – Pasca  bencana bandang yang menerjang  provinsi  Sumatera  dan Aceh, Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) bersama pemerintah desa dan warga setempat kini tengah menggenjot pembersihan lahan pertanian yang terdampak di Kampung Toweren, Lut Tawar, Aceh Tengah, Aceh. Sejumlah kendaraan alat berat dioperasikan untuk  memindahkan gelondongan kayu dan tumpukan lumpur dari areal persawahan. […]

  • Satgas Pangan Polda Metro Jaya menemukan harga Minyakita melebihi HET saat sidak di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan memastikan pengawasan terus diperketat. (Foto: ReportaseNews/HO-Humas Polda Metro Jaya)

    Sidak Minyakita, Polisi Temukan Harga Melampaui HET di Pasar Minggu

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan dari Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga minyak goreng bersubsidi Minyakita di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil menyusul laporan adanya penjualan yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. ‎Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah […]

  • Polda Metro Jaya menyelidiki beredarnya surat permintaan THR yang mengatasnamakan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Polisi memastikan dokumen tersebut bukan dikeluarkan resmi oleh kepolisian. (Ist)

    Surat Permintaan THR Catut Polres Tanjung Priok Diselidiki

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Polda Metro Jaya menyelidiki beredarnya surat permintaan bantuan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 Hijriah yang mencatut nama Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Surat tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial dan ditujukan kepada sejumlah perusahaan. ‎Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan dokumen itu bukan berasal dari […]

  • Ular sanca sepanjang tiga meter muncul di teras rumah warga Purwokerto, Banyumas, setelah hujan deras. Warga panik dan menangkap reptil tersebut secara mandiri. (Foto: ReportaseNews/Kus)

    Ular Sanca 3 Meter Muncul di Teras Warga di Banyumas

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews — Warga Perumahan Ledug Sejahtera, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular sanca sepanjang sekitar tiga meter di teras rumah pada Jumat pagi. Kejadian tersebut memicu kepanikan warga di lingkungan RT 5/RW 11. ‎Diduga, reptil berukuran besar itu keluar dari habitatnya akibat curah hujan tinggi sejak malam sebelumnya. Kondisi lingkungan yang […]

expand_less