Breaking News
Trending Tags

IMM Desak Kapolres Madina Mundur Jika Tak Tertibkan PETI di Kotanopan

  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Madina, ReportaseNews – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Mandailing Natal (PC IMM Madina) mendesak Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy segera menertibkan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran sungai di Kecamatan Kotanopan.

Desakan ini muncul menyusul maraknya penggunaan alat berat jenis ekskavator dan mesin dompeng yang dinilai merusak ekosistem sungai serta mengancam keberlangsungan hidup masyarakat lokal di Bumi Gordang Sambilan.

Ketua Umum PC IMM Madina Abdul Hadis mengultimatum agar aparat penegak hukum segera bertindak konkret melawan mafia tambang dalam waktu satu pekan kedepan. Dia menilai ketidaktegasan kepolisian selama ini telah memperparah kerusakan lingkungan dan menciptakan mosi tidak percaya dari kalangan mahasiswa terhadap institusi Polri di Madina.

“Kami mendesak Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy untuk tidak bermain mata dengan para mafia tambang. Jika dalam waktu 7 × 24 jam alat berat masih beroperasi di aliran sungai Kotanopan dan sekitarnya maka kami nyatakan Kapolres telah gagal menjalankan amanah sebagai penegak hukum,” kata Abdul Hadis, dilansir mohganews.co.id, Selasa (28/4/2026).

Dalam pernyataan sikapnya, IMM Madina menuntut kepolisian menyita seluruh alat berat serta menetapkan tersangka terhadap aktor intelektual maupun pemilik modal di balik tambang ilegal tersebut.

Selain menuntut transparansi publik mengenai progres pemberantasan PETI, mereka juga menekankan agar hukum berpihak pada rakyat yang kini terancam krisis air bersih dan bencana ekologis akibat ulah para pengusaha.

Abdul Hadis menegaskan poin-poin tuntutan tersebut merupakan ultimatum final yang tidak dapat dinegosiasikan, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Dia memperingatkan jika dalam tujuh hari kedepan tidak ada tindakan nyata di lapangan, maka mahasiswa akan melakukan konsolidasi besar-besaran untuk turun ke jalan.

“Kami tidak sedang bernegosiasi. Sungai urat nadi masyarakat. Jangan paksa mahasiswa untuk turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar demi membela hak rakyat yang dirampas oleh para penambang ilegal,” tutur Abdul Hadis. (RN-03)

  • Penulis: RN-03

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK, Daniel Bolly Hyronimus, menyatakan penggeledahan dilakukan untuk memperkuat proses hukum yang tengah berjalan. (Foto: RN/Tama)

    OJK Geledah Mirae Asset, Rp14,5 T Dibekukan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana di sektor pasar modal. ‎Penggeledahan berlangsung sejak siang. Sekitar pukul 15.00 WIB, belasan penyidik terlihat keluar dari gedung membawa sejumlah […]

  • Kasus videografer Amsal Christy Sitepu yang dituntut 2 tahun penjara atas dugaan mark up proyek video desa di Kabupaten Karo menuai sorotan. Sejumlah kejanggalan terungkap di persidangan. (Ist)

    Komisi III DPR Pasang Badan Jadi Penjamin Videografer Amsal Sitepu

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta majelis hakim memberikan vonis bebas kepada videografer Amsal Sitepu yang didakwa korupsi senilai Rp202 juta dalam proyek video profil desa. Dalam rapat dengar pendapat umum yang digelar di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (30/3/2026), seluruh fraksi di Komisi III sepakat untuk pasang badan dengan mengajukan […]

  • Polres Sumba Timur Dalami Kasus Tambang Emas Ilegal di Taman Nasional Matalawa

    Polres Sumba Timur Dalami Kasus Tambang Emas Ilegal di Taman Nasional Matalawa

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Waingapu, ReportaseNews – Polres Sumba Timur, Polda NTT  sedang mendalami kasus dugaan penambangan emas tanpa izin (PETI) yang terjadi di kawasan hutan lindung Taman Nasional Matalawa. Pendalaman yang dilakukan tersebut agar penyidik segera  menetapkan tersangka. Hal tersebut disampaikan Wakapolres Sumba Timur, Kompol. Angga Maulana Rabu (22/4). Disampaikan Angga, saat ini penyidik  masih menunggu untuk melakukan […]

  • Turnamen voli putri di Bukit Watu Kumpul, Banyumas, dimanfaatkan sebagai strategi promosi wisata Desa Petahunan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. (Foto: RN/Kus)

    Turnamen Voli Putri Dongkrak Wisata Bukit Watu Kumpul di Banyumas

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews — Pemerintah Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, memanfaatkan turnamen voli putri sebagai strategi promosi wisata di kawasan Bukit Watu Kumpul, Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini diharapkan mampu menarik kunjungan sekaligus mengangkat potensi desa wisata. ‎Kepala Desa Petahunan, Rohmat Fadli, mengatakan turnamen tersebut dirancang bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi menjadi sarana memperkenalkan destinasi wisata […]

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: ReportaseNews/Budi T)

    Menkeu Purbaya Sebut Kelengkapan Dokumen K/L Jadi Penentu Pencairan THR

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan belum cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) secara menyeluruh disebabkan proses pengajuan administrasi yang masih berlangsung di masing-masing kementerian dan lembaga (K/L). Purbaya menjelaskan, kendala utama pencairan bukan berada pada ketersediaan anggaran di Kementerian Keuangan, melainkan pada tahapan verifikasi dokumen di instansi pengusul sebelum dana bisa disalurkan […]

  • Gandeng UMA, Pemkab Madina Dorong Pisang Kepok Jadi Komoditas Unggulan

    Gandeng UMA, Pemkab Madina Dorong Pisang Kepok Jadi Komoditas Unggulan

    • calendar_month 2 jam yang lalu
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Universitas Medan Area (UMA) untuk mendorong pengembangan komoditas pisang kepok sebagai produk hortikultura unggulan daerah. Prosesi penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Bupati Madina H. Saipullah Nasution bersama Direktur Pascasarjana UMA Prof. Dr. Ir. Retno Astuti di Aula Kantor Bupati, Komplek […]

expand_less