Beatrice Gobang Tampil di New York, Bawa Tembang Puitis Indonesia ke Panggung Internasional
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
New York, ReportaseNews – Penyanyi muda Indonesia, Beatrice Jean Consolata Gobang, sukses menggelar debut solo resital bertajuk Poetry, Roots, Resonance di Piano-Piano Theater, Manhattan, New York, pada Jumat (3/3/2026).
Didampingi pianis Ayunia Indri Saputro, Beatrice menghadirkan pertunjukan yang menggabungkan puisi, sejarah, dan akar budaya lintas zaman, mulai dari era Barok hingga komposisi kontemporer, termasuk tembang puitis Indonesia.
Konser dibuka dengan karya “Vittoria, mio core!” ciptaan Giacomo Carissimi, yang menghadirkan nuansa intim khas musik Barok. Penampilan berlanjut dengan karya-karya Wolfgang Amadeus Mozart seperti “An Chloë” dan aria “Voi che sapete” dari opera Le Nozze di Figaro.
Memasuki repertoar Lied Jerman, Beatrice membawakan komposisi dari sejumlah komposer dunia seperti Franz Schubert, Fanny Mendelssohn-Hensel, Felix Mendelssohn, hingga Hugo Wolf, yang menempatkan puisi sebagai inti ekspresi musikal.
Nuansa pertunjukan kemudian bergeser ke Indonesia melalui tembang puitis “Setitik Embun” karya Mochtar Embut dan “Cempaka Kuning” karya Sjafii Embut. Kedua karya ini memperkenalkan keindahan puisi dan musik Indonesia kepada audiens internasional.
Pada bagian berikutnya, Beatrice membawakan “Tiga Sajak Pendek” karya Ananda Sukarlan yang diangkat dari puisi Sapardi Djoko Damono, berdampingan dengan karya Prancis “Les chemins de l’amour” ciptaan Francis Poulenc.
Sementara itu, Ayunia menampilkan permainan piano solo melalui karya “Pagodes” dari Estampes ciptaan Claude Debussy, yang terinspirasi dari bunyi gamelan Jawa.
Konser semakin kaya dengan sentuhan lagu rakyat “Mana Lolo Banda” dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sebelum ditutup dengan “Simple Gifts” karya Aaron Copland.
Pada sesi encore, Beatrice membawakan “Le Violette” karya Alessandro Scarlatti serta lagu nasional “Indonesia Pusaka” ciptaan Ismail Marzuki, yang disambut haru oleh diaspora Indonesia di New York.
Perjalanan Karier Internasional
Penampilan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan musikal Beatrice. Sebelumnya, ia telah tampil di Carnegie Hall pada 2022 usai meraih penghargaan dalam ajang American Protégé International Competition dan Golden Classical Music Awards.
Pada Maret 2026, ia kembali tampil di Carnegie Hall sebagai pemenang kategori vokal klasik dalam konser para pemenang Golden Classical Music Awards.
Beatrice yang merupakan pelajar Kolese Gonzaga Jakarta ini memulai perjalanan musik sejak kecil melalui biola dan piano dengan metode Suzuki. Ia kemudian memperdalam vokal di The Resonanz Music Studio bersama Valentina Nova, serta dibimbing oleh Aning Katamsi sejak 2021.
Sementara itu, Ayunia Indri Saputro dikenal sebagai pianis yang telah tampil di berbagai festival internasional, serta meraih sejumlah penghargaan, termasuk Ananda Sukarlan Award International Piano Competition. Saat ini, ia tengah menempuh studi doktoral di University of Michigan.
Kolaborasi Budaya dan Misi Edukasi
Resital ini merupakan bagian dari gerakan budaya HeartSongGift yang digagas Avanti Fontana. Program ini juga bekerja sama dengan Pondok Baca Kampung Kabor di Maumere, Flores, untuk mendukung literasi dan pendidikan musik bagi anak-anak.
Melalui konser Poetry, Roots, Resonance, Beatrice Gobang tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga membawa pesan bahwa musik dan puisi mampu menjadi jembatan lintas budaya, generasi, dan identitas. (RN-09)
- Penulis: Ferdy Ferdy



Saat ini belum ada komentar