Breaking News
Trending Tags

Hidup Terisolasi di Tengah Kebun Sawit, Induk dan Anak Orangutan Terpaksa Dievakuasi

  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketapang, ReportaseNews — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelamatkan sepasang orangutan, induk dan anaknya, yang terjebak di kawasan perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Penyelamatan dilakukan setelah habitat kedua satwa tersebut semakin terbatas dan sebagian area di sekitarnya terdampak kebakaran.

Kedua orangutan yang kemudian diberi nama Mama Lifa dan Lifa itu pertama kali dilaporkan masyarakat melalui Call Center BKSDA Kalimantan Barat pada Rabu (16/9). Tim Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKSDA) Wilayah Ketapang bersama Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI kemudian melakukan verifikasi ke lokasi pada Kamis (17/9).

Hasil verifikasi menunjukkan Mama Lifa dan anaknya bertahan di area yang hanya memiliki beberapa pohon akasia dengan luas sekitar 400 meter persegi. Area tersebut dikelilingi perkebunan kelapa sawit dan tidak lagi menyediakan sumber pakan yang memadai. Kondisi sekitar lokasi juga diketahui telah mengalami kebakaran.

Atas kondisi tersebut, tim memutuskan melakukan evakuasi pada Jumat (18/9). Untuk menjaga keselamatan satwa dan mengantisipasi risiko selama proses penyelamatan, tim menggunakan senapan bius untuk mengevakuasi kedua orangutan.

Setelah berhasil dipindahkan ke tempat yang aman, tim medis melakukan pemeriksaan terhadap kondisi keduanya. Pemeriksaan awal tidak menemukan luka bakar maupun luka lainnya pada Mama Lifa dan Lifa.

Namun, suhu tubuh Mama Lifa tercatat mencapai 39,5 derajat Celsius. Tim medis kemudian memberikan pengobatan, dukungan infus, dan oksigen. Berdasarkan pemeriksaan gigi, Mama Lifa diperkirakan berusia sekitar 15 tahun, sedangkan Lifa diperkirakan baru berusia 1-2 bulan.

Direktur Operasional Program YIARI, Argitoe Ranting, mengatakan kondisi kedua orangutan tersebut menunjukkan kemampuan satwa bertahan di habitat yang semakin terbatas.

“Keberadaan Mama Lifa dan Lifa menunjukkan bagaimana orangutan dapat bertahan di area yang sangat terbatas ketika habitat di sekitarnya sudah tidak lagi mendukung,” ujar Argitoe dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Menurut dia, kedua orangutan tersebut hanya memiliki beberapa pohon akasia sebagai tempat bertahan, sementara kawasan di sekelilingnya merupakan perkebunan kelapa sawit dan sebagian telah terbakar.

Argitoe mengatakan keputusan evakuasi diambil setelah tim melakukan verifikasi dan memastikan kondisi lapangan.

“Ketika area yang tersedia sangat kecil dan sumber pakan tidak memadai, risiko bagi orangutan menjadi semakin besar. Karena itu, setelah verifikasi dilakukan dan kondisi lapangan dipastikan, kami bersama BKSDA memutuskan untuk melakukan penyelamatan terhadap induk dan anak ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengapresiasi masyarakat yang melaporkan keberadaan kedua orangutan tersebut. Menurut dia, laporan masyarakat mempercepat proses verifikasi dan penanganan satwa di lapangan.

“Apresiasi kami sampaikan kepada masyarakat yang telah peduli dan segera melaporkan keberadaan orangutan ini melalui Call Center BKSDA Kalimantan Barat. Respons cepat dari masyarakat sangat membantu kami memperoleh informasi awal sehingga tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah penanganan di lapangan,” kata Murlan.

BKSDA Kalimantan Barat juga mengimbau masyarakat tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan orangutan atau satwa liar dalam kondisi terancam, khususnya di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat dapat melaporkan temuan tersebut melalui Call Center BKSDA Kalimantan Barat di 0811-5670-041 atau 0811-5776-767 agar dapat ditindaklanjuti petugas bersama pihak terkait.

 

(RN-07) 

 

 

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Komarudin menyebut potensi lonjakan arus kendaraan akan mulai terasa setelah 29 Maret 2026, saat aktivitas angkutan barang kembali berjalan normal. (Foto: RN/HO-Humas Polda Metro Jaya)

    Polisi Antisipasi Ledakan Kendaraan di Tanjung Priok

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Kepolisian menyiapkan strategi pengaturan arus kendaraan menuju Pelabuhan Tanjung Priok guna mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas pasca-Idulfitri 2026. Peningkatan diprediksi terjadi setelah pembatasan operasional angkutan barang dicabut. ‎Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Ruang VVIP Terminal Penumpang Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (26/3/2026). Pertemuan itu melibatkan […]

  • Pria Paruh Baya di Padangsidimpuan Ditangkap Polisi Gegara Perkosa Remaja 16 Tahun

    Pria Paruh Baya di Padangsidimpuan Ditangkap Polisi Gegara Perkosa Remaja 16 Tahun

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, ReportaseNews – Satreskrim Polres Padangsidimpuan meringkus seorang pria paruh baya berinisial IH (56) yang diduga merudapaksa seorang gadis di bawah umur berinisial B (16) di sebuah rumah kosong. Penangkapan ini tindak lanjut laporan orangtua korban yang tidak terima perbuatan asusila yang menimpa buah hatinya pada Rabu, 18 Juni 2025. Peristiwa pilu itu terungkap setelah […]

  • Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menemui pemilik Lion Air, Rusdi Kirana, di Lantai 7 Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Pertemuan ini membahas pembukaan rute penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. Pertemuan tersebut membuahkan kesepakatan maskapai Lion Air akan segera membuka jalur […]

  • Polda Kalbar membenarkan OTT terkait dugaan korupsi dalam proses audit Perumdam Tirta Bengkayang. Dua orang diamankan dan uang Rp400 juta disita. (Adi)

    OTT Polda Kalbar Ungkap Dugaan Suap Audit Perumdam Bengkayang

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Adi
    • 0Komentar

    Pontianak, ReportaseNews — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proses audit Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kabupaten Bengkayang. Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan dua orang dan menyita uang tunai Rp400 juta. Kedua orang yang diamankan masing-masing berinisial HR […]

  • Kapolda Bengkulu memimpin penggerebekan lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba di Kampung Jeruk, Rejang Lebong. Polisi menyita ganja, senjata, dan sejumlah barang bukti lainnya. (Humas Polda Bengkulu)

    Polda Bengkulu Gerebek Kampung Jeruk, Senjata dan Ganja Disita

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Rejang Lebong, ReportaseNews – Kapolda Bengkulu memimpin langsung penggerebekan lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba di Desa Kampung Jeruk, Kabupaten Rejang Lebong. Dalam operasi tersebut, petugas gabungan menyita sejumlah barang bukti, mulai dari paket besar ganja, perangkat CCTV, hingga senjata. Penggerebekan melibatkan personel Polda Bengkulu, Satuan Brimob, dan Polres Rejang Lebong. Operasi ini dilakukan […]

  • Polisi menangkap pelaku peredaran uang palsu Rp620 juta di Bogor. Sejumlah alat produksi disita dan jaringan pelaku masih didalami. (Ist)

    Polda Metro Jaya Sita Uang Palsu Rp620 Juta, Pelaku Ditangkap di Bogor

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap dugaan pembuatan sekaligus peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu di wilayah Bogor, Jawa Barat. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial MP di kamar hotel kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Senin (30/3/2026). ‎Kasubdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Robby Syahfery […]

expand_less