JK Laporkan Hoaks Rp5 Miliar ke Bareskrim
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Jusuf Kalla melaporkan dugaan hoaks Rp5 miliar ke Bareskrim Polri. JK menilai tudingan membiayai penyelidikan terhadap Jokowi sebagai penghinaan. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mendatangi Gedung Bareskrim Polri untuk melaporkan dugaan penyebaran informasi tidak benar yang mencatut namanya. Laporan tersebut terkait tudingan bahwa dirinya membiayai penyelidikan terhadap isu ijazah Presiden ke-7 RI.
Kalla tiba sekitar pukul 11.00 WIB mengenakan kemeja biru dan didampingi tim kuasa hukum. Ia langsung menuju ruang pelaporan di Gedung Bareskrim Polri.
Laporan itu ditujukan kepada peneliti forensik digital, Rismon Hasiholan Sianipar, serta sejumlah akun YouTube yang diduga menyebarkan informasi tersebut. Kalla menilai pernyataan yang beredar telah merusak reputasinya.
”Pertama, ini tersebar luas, dan bagi saya, ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya,” kata Jusuf Kalla, usai membuat laporan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).
Pihak kepolisian menerima laporan tersebut dengan nomor STTL/135/V/2026/BARESKRIM. Kalla menegaskan tudingan yang menyebut dirinya memberikan dana Rp5 miliar tidak berdasar.
”Masa saya bayar orang Rp 5 miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan itu,” ujar JK.
Tudingan yang beredar menyebut Kalla sebagai pihak yang diduga membiayai Roy Suryo dan pihak lain untuk mempersoalkan dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Kalla membantah keras tuduhan tersebut dan menilai informasi itu mencoreng martabatnya.
”Dan itu penghinaan dan merugikan saya, martabat saya, bahwa saya membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati atau memeriksa Pak Jokowi. Dan saya sekali lagi tidak mau lakukan itu,” tegas JK.
Ia menambahkan, langkah pelaporan diambil karena informasi tersebut sudah menyebar luas di ruang publik.
”Karena itu sudah menyebar atau apa pun, ya saya laporkan ke polisi atas karena nama baik saya,” sambungnya.
Kalla juga menegaskan hubungannya dengan Joko Widodo tetap baik. Ia mengingatkan keduanya pernah bekerja bersama selama lima tahun ketika dirinya menjabat wakil presiden.
”Pak Jokowi itu bekas presiden dan saya wakilnya. Kita sama-sama di pemerintahan bersama-sama selama 5 tahun,” pungkasnya. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar