Kapolri: Media Bersuara, Polri Segera Bergerak!
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat membagikan takjil dan buka puasa bersama insan pers di Gedung Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026). (Foto: ReportaseNews/RN-01)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen institusinya untuk menjadikan setiap laporan dan aspirasi masyarakat di media massa sebagai kompas utama dalam bertindak. Kapolri menyampaikan hal ini di sela-sela kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama insan pers di Gedung Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya untuk memperkuat sinergisitas antara Korps Bhayangkara dengan pilar keempat demokrasi.
Acara dimulai dengan aksi kolaboratif di depan Gedung Mabes Polri. Kapolri bersama para pejabat utama dan jurnalis membagikan paket berbuka puasa kepada masyarakat, termasuk pengendara ojek online yang melintas.
Jenderal Sigit mengatakan hubungan antara Polri dan media bersifat strategis, karena media merupakan representasi murni dari kegelisahan dan harapan publik. Menurut dia, kecepatan media dalam menangkap isu di lapangan harus diimbangi dengan kecepatan Polri dalam memberikan respons dan solusi bagi masyarakat.
“Begitu media menyuarakan suara publik, artinya di situ jugalah kami harus segera bergerak dan merespons cepat. Karena kita menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar,” tegas Sigit di hadapan para awak media.
Kapolri juga mengapresiasi peran wartawan yang selama ini konsisten menyebarkan informasi edukatif dan menjadi alat kontrol sosial. Dia menyadari di tengah kemajuan teknologi, tantangan yang dihadapi bangsa makin berat, terutama terkait ancaman misinformasi yang dipicu oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Deepfake.
Tantangan digital tersebut, menurut Sigit, tidak hanya berdampak pada level global, tetapi sudah masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat sehari-hari. Itu sebabnya, dia berharap media tetap menjadi sumber informasi yang jujur, akurat, dan tepercaya untuk menepis berbagai hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Harapan kita tentunya media, sebagai salah satu alat kontrol dan alat komunikasi yang mewakili suara publik, terus bisa menjadi penghubung bagi institusi untuk bisa mendengar apa yang menjadi harapan masyarakat. Kita menyadari media memiliki peran yang sangat luar biasa untuk menjaga stabilitas keamanan nasional,” tutur Sigit. (RN-01)
- Penulis: Saparuddin Siregar


Saat ini belum ada komentar