Polda Metro Dalami Polemik Buku ‘Memburu Muhammad’
- calendar_month 15 menit yang lalu
- print Cetak

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermantl. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Polda Metro Jaya bakal mendalami polemik buku berjudul Memburu Muhammad karya Feby Indriani yang ramai diperbincangkan di media sosial. Pendalaman dilakukan menyusul informasi mengenai pembatalan diskusi buku tersebut di Bogor, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya baru mengetahui informasi mengenai polemik tersebut. Polisi akan menelusuri informasi yang beredar, termasuk melalui Direktorat Siber apabila berkaitan dengan aktivitas di ruang digital dan Direktorat Reserse Kriminal Umum apabila ditemukan aspek pidana umum.
“Ini baru kami dengar. Pastinya kalau ada informasi seperti itu kami mengucapkan terima kasih. Ini pasti akan didalami, baik itu dari Direktorat Siber apabila itu memang berada di dunia digital dan pasti juga akan ditangani dari pihak Ditreskrimum,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).
Menurut Budi, pendalaman dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar tidak menimbulkan keresahan maupun menyesatkan masyarakat. Polisi juga memberi perhatian terhadap informasi yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan.
“Kita melihat bagaimana adanya informasi-informasi yang menyesatkan masyarakat, apalagi terkait tentang suku, agama, dan ras. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.
Sebelumnya, penulis Memburu Muhammad, Feby Indriani, melalui unggahan di akun Threads miliknya menyebut diskusi mengenai bukunya dibatalkan oleh sebuah ormas. Feby menyatakan pihak yang keberatan tidak hanya mempersoalkan judul buku, tetapi juga subjudul kegiatan yang disiapkan panitia.
Dalam unggahannya, Feby menyebut adanya ancaman pengerahan massa dalam jumlah besar sehingga pihak penyedia tempat dan panitia mempertimbangkan aspek keamanan.
“Mereka menyatakan siap perang dan mengancam akan membawa 200 orang massa. Pihak perpustakaan sebagai penyedia venue tentu cemas fasilitas mereka dirusak. Pihak panitia mencemaskan keamanan dan lancarnya keberlangsungan acara keseluruhan,” kata Feby dalam unggahannya.
Polemik kemudian meluas di media sosial. Salah satu unggahan akun Instagram @iyuztagram turut menyinggung buku Bukan Perawan Maria selain Memburu Muhammad. Unggahan tersebut menyebut kedua buku itu sebagai bagian dari serial trilogi yang disebut “Islamisme Magis”.
Akun tersebut juga menyampaikan kekhawatiran terhadap rencana penerbitan buku berikutnya dan mengaitkannya dengan dugaan penistaan agama. Pernyataan tersebut merupakan klaim dari akun pengunggah dan belum menjadi kesimpulan hukum.
Polda Metro Jaya kini akan mendalami informasi yang beredar untuk memastikan duduk perkara pembatalan diskusi serta ada atau tidaknya pelanggaran hukum dalam polemik tersebut.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar