DWP Bantah Terkait Promo Whip Pink di Bali Pada 2023
- calendar_month 21 menit yang lalu
- print Cetak

Manajemen DWP memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait promosi Whip Pink pada DWP 2023. Ismaya Live menegaskan tidak pernah bekerja sama maupun berafiliasi dengan produk tersebut. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Manajemen Djakarta Warehouse Project (DWP) memberikan klarifikasi kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terkait dugaan promosi gas dinitrogen oksida atau nitrous oxide bermerek Whip Pink yang sempat dikaitkan dengan gelaran DWP 2023.
Direktur Ismaya Live, David Ferdian, hadir memenuhi panggilan penyidik di Jakarta Selatan pada Senin (8/6/2026). Dalam pemeriksaan tersebut, ia mengaku menjawab sekitar 14 pertanyaan yang berkaitan dengan promosi Whip Pink yang beredar di media sosial.
David menjelaskan bahwa kehadirannya bertujuan mendukung proses penyelidikan yang sedang dilakukan kepolisian sekaligus memberikan penjelasan mengenai posisi penyelenggara DWP dalam kasus tersebut.
”Kita memberi klarifikasi hari ini untuk mendukung rekan-rekan penyidik di Mabes Polri juga,” kata David kepada wartawan usai pemeriksaan, Senin (8/6/2026).
Ia menegaskan bahwa DWP tidak memiliki hubungan apa pun dengan Whip Pink, baik dalam bentuk kerja sama komersial, sponsor, maupun afiliasi lainnya.
”Terkait promo Whip Pink tahun 2023, ini kita mengklarifikasi kalau ini tidak terkait dengan DWP. Karena kita tidak berafiliasi ataupun sponsorship atau kerja sama dengan Whip Pink,” ujarnya.
Menurut David, promosi yang mengaitkan produk tersebut dengan DWP diunggah oleh akun media sosial Whip Pink pada 3 Desember 2023 tanpa persetujuan dari penyelenggara acara.
Dalam unggahan itu, ditawarkan program pembelian lima tabung gas dinitrogen oksida dengan bonus satu tabung bertepatan dengan pelaksanaan DWP ke-15 di Bali.
Pihak Ismaya Live juga menyatakan logo yang digunakan dalam materi promosi tersebut bukan merupakan identitas resmi DWP sehingga tidak memiliki keterkaitan dengan penyelenggara festival musik elektronik tersebut.
David mengungkapkan manajemen baru mengetahui adanya pencatutan nama DWP pada akhir Januari 2026 ketika isu Whip Pink ramai diperbincangkan di media sosial.
Setelah mengetahui hal tersebut, manajemen segera menghubungi pihak Whip Pink dan meminta seluruh materi promosi yang mencatut nama DWP untuk dihapus.
”Begitu kita tahu, kita langsung coba reach ke Whip Pink untuk take down promo ini karena tidak terkait dengan DWP. Kita sempat kasih surat teguran kepada Whip Pink untuk take down promo-promonya,” ucap David.
Menurutnya, pihak Whip Pink kemudian menindaklanjuti permintaan tersebut dengan menghapus konten yang dipersoalkan.
Selain itu, Ismaya Live memastikan tidak pernah ada tenant maupun aktivitas penjualan produk Whip Pink di dalam area penyelenggaraan DWP. Penyelenggara juga menegaskan sistem keamanan dan pemeriksaan barang bawaan selama festival dilakukan secara ketat bersama aparat kepolisian.
Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menyatakan pemeriksaan terhadap manajemen DWP dilakukan untuk menelusuri temuan promosi Whip Pink yang muncul bersamaan dengan penyelenggaraan DWP tahun 2023.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak guna memastikan ada atau tidaknya keterkaitan antara promosi tersebut dengan penyelenggara acara. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar