Mendalami Sistem Keberkelanjutan Kopi Bersama Divisi Teknik dan teknologi Agroindustri IPB
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogor, ReportaseNews – Divisi teknik dan teknologi agroindustri, Institut Pertanian Bogor bekerjasama dengan Universitas Gunadarma Depok, mengadakan kursus tentang sistem keberlanjutan kopi di kampus IPB, Bogor dan Technopark Universitas Gunadarma, Cianjur, baik online maupun offline dari tanggal 1 sampai 19 Juli 2026.
Ketua pelaksana kegiatan Dr. Ir. Elisa Anggraeni, mengapresiasi kegiatan yang mengusung tema “Summer Course, Sustainable Coffee System” merupakan sebagai bagian untuk bertemu dan melihat berbagai sudut pandang dari aktor-aktor yang bermain dalam nilai kopi tersebut.
“Harapannya memang dengan bertemunya orang-orang tersebut, maka kita semakin kaya dalam melihat nilai-nilai kopi yang bisa kita bawa kepada masyarakat disekitar kita, baik mulai dari petani atau bahkan dari level global” Ucap Elisa, di Technopark Universitas Gunadarma, Cianjur, sabtu 19/07/2026.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai negara seperti, Zimbabwe, Pakistan, Palestina, Solomon, Nigeria, Timor-Leste dan Indonesia, masing-masing datang dari berbagai disiplin ilmu dan profesi diantaranya, mahasiswa S1, S2, pebisnis kopi, praktisi dan petani kopi.
Pembelajaran yang didapat pada kegiatan ini, mulai dari budi daya pohon kopi, proses paska panen, roasting/penyangraian, dan peracikan kopi, serta melakukan diskusi interaktif antara peserta dengan pelaku industri kopi.
Dalam kegiatan ini peserta dibawa ke beberapa tempat yang berkaitan dengan rantai pasokan kopi seperti coffee shop, industri kopi, perkebunan kopi dan Technopark Universitas Gunadarma, agar mereka mengetahui begitu panjang proses kopi hingga menjadi secangkir kopi, dengan mengunakan mesin berteknologi untuk menghasilkan cita rasa kopi yang dapat dinikmati oleh setiap orang.
“Kegiatan ini bisa menjadi pembelajaran secara mandiri orang-orang yang tertarik pada kopi, dan kedepan bisa jadi bukan pada komoditas kopi tetapi pada komoditas lain” Tambah Elisa.
Sehingga dari kegiatan ini kita lebih mengenal aneka ragam peningkatan sumber daya yang ada disekitar, terutama pada hasil pertanian agar bisa terbangun.
“Alhamdulillah dari 17 peserta ada ikatan yang terjadi, ada pertukaran sudut pandang dan pertukaran pengetahuan serta pengalaman yang dibawa oleh masing-masing peserta” Ungkap nya. (Buy/RN-04).
- Penulis: Didik




Saat ini belum ada komentar