Dampak Erupsi Krakatau, Penumpang Bawa Jenazah Tertahan Dua Hari di Bandara Soetta
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Penumpang yang mengawal jenazah kerabatnya menuju Nias terpaksa tertahan selama dua hari di Bandara Soekarno-Hatta akibat gangguan penerbangan pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: RN-01)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Penumpang yang membawa jenazah almarhum Iwan Zebua harus menelan kepedihan mendalam setelah tertahan selama dua hari di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat penutupan operasional penerbangan imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Rencana kepulangan ke Desa Loloanaa, Botomuzoi, Nias, untuk melangsungkan prosesi pemakaman secara adat terhambat oleh jadwal keberangkatan yang terus mengalami penundaan.
Frengki Lase, keponakan almarhum yang mengawal jenazah, mengaku sedih karena jenazah paman tercintanya harus berada di lingkungan bandara jauh lebih lama dari yang diperkirakan.
Pihak keluarga sempat berusaha mencari jalur alternatif melalui angkutan laut agar jenazah bisa segera sampai di rumah duka. Namun, opsi tersebut urus diurungkan setelah memperoleh informasi bahwa jalur penyeberangan laut menuju Pulau Nias juga berisiko mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca dan dampak Erupsi.
Selain tekanan emosional, penundaan penerbangan ini menuntut pengeluaran finansial tambahan yang tidak sedikit dari pihak keluarga.
Frengki mengungkapkan harus mengeluarkan biaya ekstra sekitar Rp1,5 juta untuk kebutuhan mendadak selama penantian tanpa adanya sokongan kompensasi dari maskapai.
Kepastian jadwal terbang masih dibayangi keraguan meski operasional bandara mulai dipulihkan secara bertahap. Jadwal keberangkatan yang semula direncanakan pukul 06.55 WIB kembali mengalami penundaan hingga beberapa jam, sehingga keluarga hanya bisa berharap agar armada penerbangan segera diizinkan mengudara demi menghantarkan jenazah ke tanah kelahiran.
Sementara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Bandara Soekarno-Hatta beserta beberapa fasilitas penerbangan di sekitarnya sudah diaktifkan kembali setelah dipastikan aman dari ancaman bahaya abu vulkanik. (RN-01)
- Penulis: RN-03



Saat ini belum ada komentar