Harga Minyak Dunia Naik Usai Negosiasi AS-Iran Mandek
- calendar_month Senin, 27 Apr 2026
- print Cetak

Perahu-perahu bermanuver di sekitar kapal tanker selama latihan militer IRGC di Selat Hormuz. (AFP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Harga minyak mentah dunia kembali menguat seiring terhentinya upaya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Minyak mentah jenis Brent Crude tercatat melonjak lebih dari dua persen pada Minggu (27/4/2026), setelah harapan untuk melanjutkan negosiasi gencatan senjata antara Washington dan Teheran pupus.
Setelah sempat terkoreksi tipis, harga Brent berada di level 106,99 dollar AS per barel pada pukul 01.30 GMT.
Di sisi lain, pasar saham Asia justru menunjukkan respons berbeda. Indeks Nikkei 225 di Jepang dan KOSPI di Korea Selatan masing-masing dibuka menguat 0,9 persen dan 1,5 persen pada perdagangan Senin pagi.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan utusan khususnya ke Pakistan. Pembatalan itu terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Islamabad sebelum pertemuan langsung antar kedua pihak terlaksana.
Araghchi dijadwalkan melanjutkan lawatannya ke Moskow pada Senin untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin serta pejabat lainnya. Langkah ini dilakukan guna mencari jalan keluar dari kebuntuan diplomatik yang terjadi.
Kunjungan tersebut berlangsung di tengah ketidakpastian atas gencatan senjata sementara antara Washington dan Teheran. Sebelumnya, Trump mengumumkan perpanjangan masa gencatan selama dua pekan tanpa menetapkan batas waktu jelas untuk kesepakatan akhir.
Situasi semakin kompleks setelah Iran mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz. Ancaman itu berdampak signifikan terhadap arus distribusi energi global.
Berdasarkan data platform intelijen maritim Windward, hanya 19 kapal dagang yang melintasi selat tersebut pada Sabtu. Padahal, jalur ini biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Sebelum konflik antara AS dan Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari lalu, rata-rata lalu lintas harian di Selat Hormuz mencapai 129 kapal, menurut data United Nations Conference Trade and Development (UNCTAD).
Kondisi ini mempertegas kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga minyak dunia. (Al Jazeera/RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar