Breaking News
Trending Tags

Jenderal Tinggi Lebanon Gugur, Israel Dituding Langgar Gencatan Senjata

  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beirut, ReportaseNews – Serangan Israel di wilayah Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk seorang jenderal senior Angkatan Bersenjata Lebanon. Insiden itu terjadi beberapa hari setelah Lebanon dan Israel menyepakati gencatan senjata bersyarat yang dimediasi Amerika Serikat.

‎Militer Lebanon menyatakan Brigadir Jenderal Wassam Sabra, Kapten Elie Khoury, dan prajurit Hussein Ghozal tewas setelah kendaraan militer yang mereka tumpangi menjadi sasaran serangan di ruas jalan Khardali-Nabatieh, Sabtu (6/6/2026).

‎Kematian Sabra menjadi perhatian besar karena merupakan perwira berpangkat tinggi pertama dari militer Lebanon yang tewas sejak konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah pecah pada awal Maret lalu.

‎Militer Israel mengonfirmasi serangan tersebut terjadi di wilayah yang mereka sebut sebagai zona tempur aktif. Menurut pihak Israel, setiap pergerakan di kawasan itu harus dikoordinasikan terlebih dahulu.

‎”Pergerakan di zona tempur memerlukan koordinasi dengan tentara Israel,” demikian pernyataan militer Israel, seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (7/6/2026).

‎Israel menambahkan bahwa insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan.

‎Pemerintah Lebanon mengecam keras serangan yang menewaskan para personel militernya. Dalam pernyataan resmi, militer Lebanon menilai serangan tersebut merupakan bagian dari upaya Israel untuk menggagalkan berbagai langkah diplomatik yang sedang berlangsung.

‎”Kelanjutan agresi brutal Israel yang disengaja dan berulang bertujuan menggagalkan seluruh upaya untuk mencapai solusi,” demikian pernyataan militer Lebanon.

‎Presiden Lebanon Joseph Aoun menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negaranya.

‎”Ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Lebanon serta hukum dan norma internasional,” ujar Aoun.

‎Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam juga melontarkan kecaman keras. Ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kriminal yang tidak hanya menyerang militer, tetapi juga seluruh rakyat Lebanon.

‎”Ini adalah kejahatan keji dan serangan terhadap Lebanon serta seluruh rakyat Lebanon,” kata Salam.

‎Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Brigadir Jenderal Wassam Sabra, Kapten Elie Khoury, prajurit Hussein Ghozal, serta seluruh jajaran militer Lebanon.

‎Kelompok Hizbullah turut mengecam serangan Israel yang menewaskan jenderal Lebanon tersebut. Mereka menyebut insiden itu sebagai kejahatan serius dan menuding pemerintah Lebanon gagal melindungi negaranya.

‎Hizbullah menilai pemerintah telah membuka jalan bagi pertumpahan darah melalui kebijakan yang dianggap terlalu tunduk terhadap tuntutan Amerika Serikat dan Israel.

‎Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menilai serangan itu memperlihatkan ambisi Israel yang semakin luas di Lebanon.

‎”Ini adalah kejahatan keji terhadap Lebanon, tentaranya, dan kedaulatannya, serta pesan agresi yang jelas bahwa Israel tidak menginginkan keamanan, stabilitas, maupun kemakmuran bagi Lebanon,” ujar Baghaei.

‎Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran, Israel, dan sekutu masing-masing.

‎Gelombang kecaman juga datang dari sejumlah negara di Timur Tengah.

‎Arab Saudi mengecam serangan tersebut dan menegaskan penolakannya terhadap setiap tindakan yang melanggar kedaulatan Lebanon maupun menyerang institusi militernya.

‎Yordania menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, keamanan, dan stabilitas Lebanon serta bentuk pelanggaran hukum internasional.

‎Sementara itu, Qatar menilai tindakan Israel sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas kawasan. Doha mendesak komunitas internasional menekan Israel agar menghentikan serangan berulang terhadap Lebanon dan mematuhi hukum internasional.

‎Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon Selatan (UNIFIL) juga mengutuk serangan tersebut.

‎Menurut UNIFIL, serangan yang menyasar personel militer Lebanon merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon serta bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

‎Tidak lama setelah serangan yang menewaskan jenderal Lebanon, rentetan serangan Israel kembali terjadi di sejumlah wilayah Lebanon selatan.

‎Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan enam orang tewas dan empat lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Desa Saksakiyah, Distrik Sidon.

‎Korban jiwa juga dilaporkan muncul dalam serangan drone yang menyasar sebuah mobil di Deir al-Zahrani, Distrik Nabatieh.

‎Pada hari yang sama, satu orang tewas dalam serangan drone di jalan raya Zifta-Nabatieh. Korban lainnya juga dilaporkan meninggal akibat serangan udara terpisah di wilayah Habboush.

‎Militer Israel turut memperbarui perintah evakuasi bagi warga di sejumlah desa Lebanon selatan, termasuk Armati, Mashgara, Kafr Huna, Sajad, dan Ansariya. Penduduk diminta mengungsi ke wilayah utara Sungai Zahrani.

‎Militer Israel menyatakan telah menggempur sekitar 150 target Hizbullah di Lebanon selatan dalam dua hari terakhir.

‎”Selama akhir pekan, kami menyerang fasilitas penyimpanan senjata, pusat komando, peluncur roket, serta berbagai infrastruktur Hizbullah lainnya,” demikian pernyataan militer Israel.

‎Israel mengklaim lokasi-lokasi tersebut digunakan untuk merencanakan dan melancarkan serangan terhadap pasukannya.

‎Di pihak lain, Hizbullah mengaku berhasil menyerang sebuah tank Merkava Israel di pos militer Blat, wilayah Bint Jbeil, menggunakan drone Ababil.

‎Kelompok itu mengklaim serangan tersebut berhasil mengenai sasaran.

‎Militer Israel juga mengumumkan dua tentaranya tewas di Lebanon selatan. Salah satu korban meninggal setelah sebelumnya mengalami luka berat, sementara korban lainnya tewas saat menjalankan operasi militer.

‎Konflik antara Israel dan Hizbullah terus berlangsung meski kedua pihak telah beberapa kali mengumumkan gencatan senjata.

‎Kesepakatan yang mulai berlaku pada 17 April lalu gagal menghentikan pertempuran sepenuhnya. Israel dan Hizbullah saling menuduh melakukan pelanggaran dan menggunakan tuduhan tersebut untuk membenarkan serangan masing-masing.

‎Pekan ini, utusan Lebanon dan Israel kembali mengumumkan gencatan senjata bersyarat di Washington. Namun, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem menolak kesepakatan tersebut karena tidak melibatkan kelompoknya dan tidak memuat penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan.

‎Sejak konflik kembali memanas pada 2 Maret 2026, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 3.593 orang tewas dan 10.990 lainnya terluka akibat serangan Israel di berbagai wilayah negara tersebut. (RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • BNNK Madina Razia Dua Kafe di Panyabungan, 16 Orang Tes Urine

    BNNK Madina Razia Dua Kafe di Panyabungan, 16 Orang Tes Urine

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Panyabungan, ReportaseNews – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Mandailing Natal (BNNK Madina) bersama tim gabungan menggelar operasi Saber Bersinar dengan merazia sejumlah tempat hiburan malam di Pusat Kota Panyabungan, Madina, Sabtu (30/5/2026) dini hari. Sebelum bergerak ke lapangan, Kepala BNNK Madina Syamsul Arifin memimpin apel gabungan guna memberikan arahan teknis agar seluruh rangkaian razia berjalan kondusif […]

  • Kapolri Sebut Muhammadiyah Sahabat Sejati dalam Mengawal Target Ekonomi Presiden

    Kapolri Sebut Muhammadiyah Sahabat Sejati dalam Mengawal Target Ekonomi Presiden

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Bogor, ReportaseNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kemitraan Polri dan Muhammadiyah merupakan fondasi dalam menjaga stabilitas nasional guna mengejar target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Kapolri menyampaikan hal itu saat menghadiri Retret Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (KOKAM) Muhammadiyah di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026). Dalam sambutannya sebagai keynote […]

  • Polisi Tangkap 3 Host Live Streaming Porno yang Promosikan Judol di Jakarta

    Polisi Tangkap 3 Host Live Streaming Porno yang Promosikan Judol di Jakarta

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus tiga tersangka yang berperan sebagai talent aplikasi live streaming karena diduga melakukan praktik pornografi sekaligus mempromosikan judi online. Para pelaku yang berinisial M, H, dan EL ditangkap di lokasi berbeda, yakni di sebuah rumah kos di Jakarta Barat dan sebuah apartemen di Tangerang Selatan. Ketiganya […]

  • Bareskrim Polri mengungkap selebgram Makassar berinisial APG membeli Whip Pink sebanyak 15 kali. APG mengaku merasakan efek euforia atau fly setelah mengonsumsi gas tertawa. (Foto: tangkapan layar)

    Bareskrim Ungkap Selebgram Makassar Langganan Whip Pink Sejak 2025

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap fakta baru dalam penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan produk Whip Pink yang mengandung dinitrogen oksida atau yang dikenal sebagai gas tertawa. ‎Salah satu saksi yang diperiksa, selebgram asal Makassar berinisial APG (22), diketahui telah membeli produk tersebut sebanyak 15 kali dalam kurun September 2025 hingga Januari […]

  • Sekitar 80 anggota Gampata menggelar demo di Kantor Gubernur Aceh, mendesak transparansi dugaan korupsi dana bencana hidrometeorologi 2025 dan meminta Polda Aceh bertindak tegas. (Ist)

    Gampata Desak Polda Aceh Usut Dana Bencana Aceh

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Banda Aceh, ReportaseNews – Sekitar 80 orang yang tergabung dalam Gerakan Anak Muda Pembela Tanah Aceh (Gampata) mendatangi Kantor Gubernur Aceh di Jalan Teuku Nyak Arif, Kota Banda Aceh, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. ‎Massa menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut keterbukaan Pemerintah Aceh terkait dugaan korupsi dalam penanganan bencana hidrometeorologi 2025 di Provinsi […]

  • WNA asal Jerman menjadi korban penjambretan di Jakarta Pusat. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut setelah pelaku melarikan diri usai merampas ponsel korban. (Foto: Tangkapan Layar)

    Jambret Beraksi di Jakpus Terekam Kamera, Ponsel WNA Jerman Raib

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Aparat kepolisian tengah menyelidiki kasus penjambretan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman di kawasan Jakarta Pusat. ‎Kapolsek Sawah Besar, Rahmat Himawan, menyatakan bahwa kasus tersebut kini dalam penanganan pihaknya. ‎”Sedang proses penyelidikan oleh Polsek Sawah Besar,” ujar Rahmat di Jakarta, Senin (20/4/2026). ‎Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/4/2026) sore […]

expand_less