Breaking News
Trending Tags

Viral WO Kabur Bawa Uang Pengantin, Polisi Buka Posko Korban Penipuan

  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews — Aparat kepolisian masih memburu pemilik penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) yang diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah pasangan calon pengantin. Kasus ini menjadi sorotan setelah kisah korban viral di media sosial.

‎Polres Metro Jakarta Timur kini membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban dugaan penipuan tersebut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dengan kerugian serupa.

‎Salah satu korban, Aldi dan Feni, warga Tambun, Bekasi, Jawa Barat, harus menjalani resepsi pernikahan secara sederhana tanpa dekorasi maupun katering. Kondisi itu terjadi setelah pihak WO yang mereka gunakan diduga menghilang usai menerima pembayaran uang muka.

‎Akibat peristiwa tersebut, pasangan itu mengalami kerugian hingga Rp 83 juta.

‎Petugas dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur telah mendatangi kantor WO yang berada di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Namun, saat pengecekan dilakukan, kantor dalam keadaan tutup dan pemilik usaha tidak ditemukan.

‎Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengatakan laporan resmi dari korban telah diterima polisi.

‎“Dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur kemarin sudah menerima laporan dari korban yang sempat ramai unggahannya. Pasangan ini merasa ditipu karena yang dijanjikan oleh WO tadi tidak terlaksana. Yang bersangkutan mengalami kerugian Rp 83 juta,” ujar Andaru, Selasa (26/5/2026).

‎Menurut dia, selain Aldi dan Feni, terdapat sejumlah calon pengantin lain yang juga mulai melapor ke polisi karena khawatir mengalami nasib serupa.

‎“Untuk waktu yang akan datang, ada juga yang datang melapor karena berdasarkan temuan memang kantor WO yang dimaksud saat ini sudah tutup dan para pelaku sudah tidak ada di kediamannya,” katanya.

‎Polisi saat ini masih menghimpun keterangan dan bukti tambahan dari para korban guna memperkuat proses penyelidikan.

‎Andaru mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan segera mendatangi posko pengaduan yang dibuka Polres Metro Jakarta Timur.

‎“Polres Metro Jakarta Timur membuka posko pengaduan, silakan bagi para korban untuk melapor dan akan dilayani dengan maksimal. Sementara ini tim masih bekerja untuk mencari keberadaan dari pelaku,” ucapnya.

‎Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga memasarkan jasa WO dan katering melalui media sosial dengan menawarkan paket pernikahan berharga murah. Tawaran tersebut membuat korban tertarik dan tidak menaruh kecurigaan.

‎“Pelaku ini mem-posting kegiatannya, mengiklankan di sebuah akun media sosial dengan nama catering. Korban tentunya yang ingin melaksanakan pernikahan melihat ada penawaran catering, kemudian korban tertarik,” kata Andaru.

‎Kasus dugaan penipuan wedding organizer ini kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur. Polisi juga terus melacak keberadaan pemilik WO yang diduga melarikan diri sehari sebelum acara resepsi digelar. (RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • OKK PWI Jaya Angkatan ke-24 Tahun 2026 sukses digelar dengan 39 peserta. Kegiatan ini memperkuat kompetensi, etika, dan pemahaman organisasi bagi wartawan. (Ist)

    39 Wartawan Antusias Ikuti OKK PWI Jaya, Bekal Penting Menuju Profesionalisme

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya kembali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Peningkatan Angkatan ke-24 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Markas PWI Jaya, Gedung Bank Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026), diikuti oleh 39 peserta dari berbagai latar belakang keanggotaan. ‎Program yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut menjadi bagian dari […]

  • Polda Metro Jaya menetapkan Direktur Utama Hanania Travel sebagai tersangka setelah dana jemaah umrah diduga digunakan untuk membayar influencer dan kebutuhan lain di luar kepentingan keberangkatan. (Foto: ReportaseNews/Fira)

    Dana Umrah Rp12 Miliar Diduga Disalahgunakan, Direktur Hanania Jadi Tersangka

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Fira
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Polda Metro Jaya menetapkan Direktur Utama Hanania Travel berinisial ASFR sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana jemaah umrah. Penyidik mengungkap sebagian dana yang seharusnya digunakan untuk memberangkatkan jemaah justru dialihkan untuk membayar influencer sebagai bagian dari kegiatan promosi perusahaan. ‎Kasus ini mencuat setelah ratusan calon jemaah umrah gagal berangkat meski telah […]

  • Mantan Menag Yaqut Lawan KPK  Lewat Gugatan Praperadilan

    Mantan Menag Yaqut Lawan KPK Lewat Gugatan Praperadilan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terkait penetapan statusnya sebagai tersangka. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel, gugatan dengan nomor 19/Pid.Pra/2026/PN.JKT.SEL itu dilayangkan pada Selasa (10/2/2026). Yaqut menggugat status hukumnya sebagai tersangka yang disematkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus […]

  • Pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), dilaporkan sejumlah calon jemaah umrah dan haji ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan perjalanan ibadah. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    Dugaan Penipuan Umrah, Bos Hanania Travel Dikepung Korban di Polda Metro Jaya

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), dilaporkan sejumlah calon jemaah umrah dan haji ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan perjalanan ibadah. ‎Puluhan korban terlihat mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Kamis (28/5/2026) sore. Mereka keluar dari gedung SPKT sambil membawa laporan polisi (LP) yang telah dibuat. […]

  • Polda Jambi mengungkap kasus pembobolan Bank Jambi senilai Rp144,82 miliar. Tiga tersangka ditangkap, sementara pelaku utama WN Bulgaria masih diburu. (Foto: ReportaseNews/Humas Polda Jambi)

    Pembobolan Bank Jambi Rp144,82 Miliar Terungkap, 3 Orang Ditangkap

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Budi
    • 0Komentar

    Jambi, ReportaseNews – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi berhasil mengungkap kasus dugaan pembobolan sistem PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) yang menyebabkan kerugian hingga Rp144,82 miliar. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yang diduga menjadi bagian dari jaringan kejahatan siber lintas negara. ‎Pengungkapan kasus tersebut diumumkan dalam konferensi […]

  • Praktisi Hukum Sarankan Kades yang Diperas Melapor ke Polres Madina

    Praktisi Hukum Sarankan Kades yang Diperas Melapor ke Polres Madina

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Praktisi hukum Muhammad Nuh menyarankan para kepala desa dan pendamping desa di Kecamatan Siabu yang menjadi korban dugaan pemerasan oleh oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) agar segera melaporkan kasus itu ke Polres Mandailing Natal (Madina). Kasus dugaan pemerasan berbekal dokumen rahasia itu santer beredar di publik dan dikabarkan telah merugikan sejumlah kepala […]

expand_less