Tertinggal Pesawat di Bandara Kualanamu, Satu Keluarga Protes Manajemen Wings Air
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Deli Serdang, ReportaseNews – Suasana di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, sempat diwarnai aksi protes dari satu keluarga yang gagal berangkat menggunakan maskapai Wings Air tujuan Nias, Kamis (5/3/2026) siang.
Keluarga itu memprotes layanan petugas check-in yang dianggap tidak sigap. Sementara pihak maskapai menegaskan bahwa para penumpang tiba melampaui batas waktu yang ditentukan.
Peristiwa ini bermula saat Samadaya Telaumbanua mendampingi istri, anak, dan ibunya untuk pulang kampung ke Nias dengan total harga tiket mencapai Rp3.550.000.
Dia mengklaim keluarganya sudah tiba di area bandara pada pukul 13.01 WIB dan langsung berupaya mencari petugas. Namun, dia mengaku tidak menemukan satu pun petugas di meja layanan hingga pukul 13.08 WIB.
Kekecewaan Samadaya Telaumbanua memuncak karena dia melihat ada penumpang lain yang masih dibantu petugas pada pukul 13.05 WIB. Namun, keluarganya yang hanya berselisih empat menit kemudian justru tidak mendapatkan pelayanan serupa.
“Pelayanannya tidak adil. Giliran keluarha saya tidak dibantu. Penumpang lain yang terlambat masih bisa diantar petugas ke pesawat,” katanya.
Menanggapi protes tersebut, Supervisor Lion Group Bandara Kualanamu, Anna, mengklarifikasi terkait kronologi penutupan penerbangan.
Menurut Anna, meja check-in ditutup pada pukul 13.00 WIB sesuai prosedur. Dia menjelaskan saat penumpang tersebut tiba, petugas sedang menjalankan tugas lain untuk memastikan penumpang terakhir bisa mencapai gerbang keberangkatan tepat waktu.
“Kita close-nya itu jam 13.00, bapaknya datang 13.09. Dan petugas check-in counter sudah koordinasi ke boarding gate untuk penambahan penumpang, untuk penambahan bapak tersebut, tapi memang di boarding gate sudah selesai, sudah hampir selesai, dan tidak bisa lagi ada penambahan,” ujar Anna.
Lebih lanjut, Anna menjelaskan karena jadwal tersebut merupakan penerbangan terakhir pada hari itu, maskapai hanya bisa memberikan solusi sesuai ketentuan yang berlaku bagi penumpang yang terlambat.
Dia menyebutkan tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan secara penuh dan hanya menyisakan nilai kecil untuk proses penjadwalan ulang.
“Karena ini penerbangan terakhir, jadi memang ketentuannya kalau penumpang yang terlambat itu sisa tiket 10 persen. Jadi, mungkin penumpang bisa reschedule untuk ke penerbangan besok dengan 10 persen tersebut,” kata Anna.
Sementara penumpang yang terdaftar dalam penerbangan tersebut adalah Yutina Bulolo, Mbak Ayi, Alisya Grace Telaumbanua, dan Filiamin Duro.
Akibat tidak ada titik temu yang memuaskan dan tiket dinyatakan hangus oleh pihak maskapai, keluarga tersebut akhirnya memutuskan untuk meninggalkan bandara dan kembali ke rumah. (RN-01/03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar