Breaking News
Trending Tags

Serangan Udara AS-Israel Hantam Teheran Sepanjang Malam

  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teheran, ReportaseNews – Ibu kota Iran, Teheran, mengalami salah satu malam pengeboman paling intens sejak perang dengan Amerika Serikat dan Israel pecah sekitar 10 hari lalu. Serangan udara menghantam berbagai wilayah kota berpenduduk lebih dari 10 juta orang itu.

‎Pesawat tempur dilaporkan terbang rendah di atas Teheran hingga Selasa (11/3/2026) dini hari. Puluhan bom berkekuatan besar dijatuhkan dan mengguncang sejumlah kawasan permukiman warga.

‎Rentetan ledakan membuat banyak penduduk yang tetap bertahan di rumah mereka diliputi ketakutan.

‎Serangan tidak hanya terjadi pada malam hari. Media lokal Iran melaporkan serangan lanjutan juga menyasar beberapa kota lain, termasuk Isfahan dan Karaj.

‎Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa Selasa akan menjadi “hari paling intens dari serangan kami di dalam Iran”.

‎Seorang warga Teheran yang menggunakan nama samaran, Sima (38), menggambarkan situasi mencekam saat pengeboman terjadi.

‎“Rasanya seperti puluhan jet tempur terbang tepat di atas kepala kami selama 15 menit tanpa henti, lalu berhenti sebentar sebelum gelombang serangan berikutnya datang,” kata Sima seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (11/3/2026).

‎Ia mengatakan suara pesawat dan ledakan membuat rumahnya bergetar hebat.

‎“Tanah, jendela, bahkan hati kami bergetar. Kami akhirnya berlindung di kamar mandi dan berhasil melewati malam itu,” ujarnya.

‎Sejumlah warga lainnya mengaku melihat kilatan cahaya terang dari serangan udara tersebut yang sempat membuat langit malam tampak seperti siang hari.

‎Beberapa video yang beredar di internet juga memperlihatkan kilatan cahaya biru di sejumlah titik kota. Kilatan tersebut diduga berasal dari fasilitas pembangkit listrik yang rusak akibat pengeboman.

‎Pemadaman listrik sempat terjadi di beberapa wilayah Teheran, namun pemerintah Iran menyatakan aliran listrik berhasil dipulihkan dalam beberapa jam.

‎Internet diputus

‎Di tengah situasi perang, pemerintah Iran juga menerapkan pemutusan internet nasional yang hampir total selama 11 hari terakhir.

‎Warga hanya dapat mengakses jaringan intranet layanan lokal yang dikendalikan negara sehingga arus informasi menjadi sangat terbatas.

‎Seorang warga bernama Alireza (25), yang tinggal di pusat Teheran, mengatakan situasi ini membuat komunikasi dengan keluarga dan teman menjadi sangat sulit.

‎“Saya hampir gila karena harus terus menelepon dan mengirim pesan kepada teman dan keluarga di Teheran dan kota lain untuk mengetahui lokasi yang terkena serangan. Hampir tidak ada informasi karena internet dimatikan,” ujarnya.

‎Banyak warga mencoba menggunakan VPN atau koneksi proxy yang dijual secara ilegal di pasar gelap. Namun akses tersebut kerap diblokir pemerintah setelah digunakan dalam waktu singkat.

‎Lembaga pemantau internet global NetBlocks menyebut pemadaman internet di Iran saat ini sebagai salah satu yang paling parah yang pernah terjadi di dunia.

‎Aktivitas kota tetap berjalan

‎Meski berada di bawah ancaman serangan udara, sebagian aktivitas ekonomi di Teheran masih berlangsung secara terbatas.

Suasana pasar di Teheran selama serangan AS-Israel ke Iran, Kamis (5/3/2026). (Foto: West Asia News Agency via Reuters/Majid Asgaripour)

Suasana pasar di Teheran selama serangan AS-Israel ke Iran, Kamis (5/3/2026). (Foto: West Asia News Agency via Reuters/Majid Asgaripour)

‎Sejumlah toko di pusat kota tetap buka dalam waktu singkat, sementara pengemudi taksi dan kurir sepeda motor masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

‎Antrean panjang juga terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

‎Seorang pekerja di Grand Bazaar Teheran mengatakan tokonya hanya beroperasi hingga sekitar waktu makan siang.

‎“Minggu ini kami buka dari pagi sampai sekitar waktu makan siang untuk tetap bekerja, tetapi pelanggan tidak terlalu banyak,” ujarnya.

‎Pemerintah Iran menyatakan banyak kawasan permukiman, rumah sakit, sekolah, dan situs bersejarah mengalami kerusakan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.

‎Teheran juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan atas dampak serangan terhadap warga sipil.

‎Di tengah konflik dan sanksi internasional, ekonomi Iran kini menghadapi tekanan berat dengan tingkat inflasi sekitar 70 persen. Lonjakan harga pangan disebut semakin menekan kehidupan jutaan warga Iran. (RN-07)

  • Penulis: Tama

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Ilustrasi Praja IPDN. (Foto: Instagram/praja_ipdn)

    Misi Kemanusiaan Praja IPDN di Aceh Berlanjut

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Deli Serdang, ReportaseNews — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memastikan misi kemanusiaan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Aceh Tamiang akan terus berlanjut. Pemerintah menyiapkan pemberangkatan Gelombang III untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. ‎Kepastian itu disampaikan Bima usai memimpin apel pelepasan pemulangan Praja IPDN Gelombang II di Bandara Kualanamu, Kabupaten […]

  • Cerita Manusia

    Cerita Manusia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin Situs
    • 0Komentar
  • Polda Metro Jaya menangkap pelajar berinisial RF di Cililitan, Jakarta Timur, dengan barang bukti 2.000 butir ekstasi yang hendak diedarkan. (Ist)

    Bawa 2.000 Ekstasi di Jakarta Timur, Remaja di Jaktim Ditangkap Polisi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis ekstasi di wilayah Jakarta Timur. Seorang pria berinisial RF (24) diamankan saat diduga hendak mengedarkan ribuan pil ekstasi di kawasan Cililitan. ‎RF ditangkap oleh Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Penangkapan dilakukan di […]

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: RN/Tama)

    Polda Metro Jaya Siapkan Penitipan Kendaraan Gratis Saat Mudik

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Polda Metro Jaya menyiapkan layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang hendak mudik pada Lebaran 2026. Warga dapat meninggalkan kendaraan mereka di kantor kepolisian agar lebih aman selama rumah ditinggalkan. ‎Layanan ini tersedia di berbagai kantor kepolisian, mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya. ‎Kabid Humas […]

  • Enam tahun sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan Presiden Joko Widodo, pasien 01 Sita Tsayutami mengenang tekanan fisik dan psikologis yang dialaminya. (Foto: Instagram/sitatyasutami)

    Hari Ini 6 Tahun Lalu, Covid-19 Pertama Kali Hadir di Indonesia

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – ‎Tepat 2 Maret menjadi penanda penting dalam sejarah pandemi di Tanah Air. Pada tanggal tersebut, kasus pertama Covid-19 di Indonesia resmi diumumkan pemerintah. Pengumuman itu disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan pada 2 Maret 2020. Saat itu, dua warga Depok, Jawa Barat, dinyatakan positif terinfeksi virus corona jenis SARS-CoV-2. Keduanya adalah […]

  • Viral Komentar ‘Monyet’ Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Tuai Kritik Pedas Netizen

    Viral Komentar ‘Monyet’ Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Tuai Kritik Pedas Netizen

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan tindakan kontroversial Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol. Sony Sonjaya. Jenderal bintang dua tersebut terekam melontarkan komentar yang dinilai menghina saat menanggapi kritik mahasiswa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di platform Instagram. Kegaduhan ini bermula dari unggahan akun @jogjastudent […]

expand_less