Arus Balik Lebaran 2026, Ini Waktu Terbaik Kembali ke Ibu Kota
- calendar_month 5 menit yang lalu
- print Cetak

Suasana pemudik di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Rabu (18/3/2026). Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, 26.456 kendaraan menyeberang ke Sumatra. Simak data terbaru dan imbauan resmi. (Foto: RN/Djung)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Lebaran 2026 agar memilih waktu kepulangan pada 25 hingga 27 Maret 2026. Langkah ini dinilai efektif untuk menghindari lonjakan volume kendaraan saat puncak arus balik.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan imbauan tersebut saat melakukan pemantauan pengamanan malam takbir Idul Fitri 1447 Hijriah di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (20/3/2026).
“Puncak arus sesuai dengan prediksi arus balik ini pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026. Pemerintah sudah memberikan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 25, 26, 27 Maret 2026 sehingga untuk seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan balik ini dihimbau untuk melaksanakan balik pada tanggal-tanggal tersebut,” ujar Aan.
Ia menegaskan, pengaturan waktu perjalanan ini penting agar masyarakat tidak terfokus kembali pada periode puncak yang berpotensi memicu kemacetan panjang.
“Sehingga masyarakat tidak harus kembali pada arus puncak pada tanggal 24, 28, dan 29, hal ini agar semata-mata untuk mengurangi volume arus kendaraan yang ada di jalan,” lanjutnya.
Aan juga menyebutkan bahwa skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan oleh pihak kepolisian guna mengantisipasi kepadatan saat arus balik berlangsung.
“Untuk arus balik, Kakorlantas juga sudah menyiapkan format-format atau skenario yang akan dilaksanakan,” katanya.
Secara umum, pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 disebut berjalan lancar. Pemerintah pun mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban selama periode mudik.
“Untuk itu, kami dari pemerintah dan Kementerian Perhubungan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang pertama kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah berkontribusi, sudah bersama-sama melaksanakan arus mudik ini dengan baik,” ujar Aan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026, dengan potensi gelombang lanjutan pada 28 hingga 29 Maret.
“Prediksi kami pada arus balik nanti adalah di tanggal 24 Maret,” kata Rivan.
Untuk mengurai kepadatan, masyarakat juga didorong memanfaatkan insentif berupa potongan tarif tol sebesar 30 persen, khususnya bagi pemudik yang kembali lebih awal pada 26 dan 27 Maret.
Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah berharap distribusi arus kendaraan selama periode arus balik Lebaran 2026 dapat lebih merata dan terkendali. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar