Arus Balik KA Memuncak, Okupansi Tembus 137,5 Persen
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Arus balik Lebaran 2026 mencapai puncak, okupansi kereta api jarak jauh tembus 137,5 persen. KAI catat 221.566 pelanggan dijadwalkan berangkat pada 22 Maret. (Foto: RN/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Pergerakan penumpang kereta api pada masa arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan lonjakan signifikan pada Minggu (22/3/2026) pagi. Jumlah pelanggan yang telah dijadwalkan berangkat mencapai ratusan ribu orang, dengan tingkat keterisian kursi melampaui kapasitas normal.
Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 221.566 pelanggan kereta api jarak jauh (KAJJ) telah memiliki jadwal keberangkatan. Angka tersebut diperkirakan masih bertambah karena penjualan tiket masih berlangsung hingga mendekati waktu perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan tingginya pergerakan pelanggan terlihat dari tingkat okupansi sementara yang mencapai 137,5 persen.
“Memasuki 22 Maret 2026, pergerakan pelanggan terpantau sangat tinggi. Hingga pagi hari, sedikitnya 221.566 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah dijadwalkan berangkat dengan tingkat okupansi sementara mencapai 137,5 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (22/3/2026).
Menurut Anne, angka tersebut bahkan melampaui puncak arus mudik yang terjadi pada 18 Maret 2026 dengan okupansi 125,9 persen. Keterisian di atas 100 persen dinilai wajar karena satu kursi dapat digunakan lebih dari satu pelanggan pada relasi perjalanan berbeda.
“Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” jelas Anne.
Sejumlah kereta api yang mencatat pemesanan tinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.
Meski permintaan meningkat, masyarakat masih memiliki peluang memperoleh tiket. KAI menyarankan calon penumpang mempertimbangkan relasi alternatif, jadwal berbeda, hingga perjalanan lanjutan melalui skema estafet atau connecting train.
“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” ujar Anne.
Secara keseluruhan, hingga Minggu pukul 10.00 WIB, penjualan tiket mencapai 3.910.868 atau 86,9 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Artinya, masih tersedia 587.828 kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pada layanan KAJJ, tiket terjual sebanyak 3.433.667 atau 96,1 persen dari total kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Dengan demikian, tersisa 138.093 kursi yang masih bisa dipesan untuk perjalanan arus balik.
Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal tercatat 477.201 atau 51,5 persen dari total 926.936 tempat duduk. Masih tersedia 449.735 kursi yang dapat dimanfaatkan pelanggan, dengan tren pemesanan diperkirakan meningkat mendekati hari keberangkatan.
Selama periode arus mudik 11–21 Maret 2026, KAI telah melayani 2.226.540 pelanggan, terdiri dari 1.888.827 pelanggan KAJJ dan 337.713 pelanggan kereta api lokal di Pulau Jawa dan Sumatra. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar