Polres Tapsel Buru Aktor Intelektual Sindikat BBM Subsidi di Paluta
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Polres Tapsel mengerahkan tim Unit Tipidter dan jajaran Reskrim untuk memantau distribusi BBM subsidi di SPBU. (FOTO: ISTIMEWA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapsel, ReportaseNews – Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) memperluas cakupan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) dengan memburu aktor intelektual serta pihak penyuplai utama. Polisi tidak berhenti pada penangkapan kurir pengangkut di lapangan guna membongkar rantai niaga dan distribusi ilegal secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Penyelidikan mendalam saat ini difokuskan pada penelusuran asal-usul barang, validitas dokumen pembelian, hingga pola distribusi sindikat tersebut.
Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Winara menegaskan pihaknya tidak akan tebang pilih dan akan mengejar siapa pun yang terlibat dalam rantai distribusi ilegal ini, termasuk pihak-pihak yang menyokong aksi para kurir.
“Komitmen kami jelas. Polres Tapsel tegak lurus terhadap perintah pimpinan Polri dalam memberantas penyalahgunaan BBM bersubsidi. Setiap pelanggaran hukum akan ditindak,” ujar AKBP Yon Edi Winara, Senin (25/5/2026).
Dia juga menjamin seluruh proses hukum berjalan secara profesional berdasarkan temuan fakta dan alat bukti yang sah, bukan didorong oleh asumsi maupun tekanan opini publik.
Sebagai tindak lanjut upaya pembongkaran jaringan hulu, polisi telah memeriksa sejumlah titik rawan yang menjadi pintu keluar BBM bersubsidi.
Kasat Reskrim Polres Tapsel Iptu Bontor Desmonth Sitorus mengungkapkan, jajarannya sudah memanggil dan memeriksa operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta telah berkoordinasi melalui surat kepada PT Pertamina Regional 1 Sumatera Bagian Utara.
“Penyidik tidak hanya melihat barang bukti dan kendaraan pengangkut. Kami juga menelusuri sumber BBM, mekanisme transaksi, dokumen pembelian, hingga pihak yang diduga memperoleh keuntungan,” kata Bontor.
Bontor memastikan penyidik masih bekerja ekstra mengumpulkan alat bukti baru. Dia juga meminta masyarakat bersabar dan memberikan dukungan berupa informasi valid, mengingat penyidikan sedang diarahkan untuk menyeret pihak-pihak lain yang meraup keuntungan terbesar dari kejahatan ekonomi tersebut ke meja hijau. (Lily)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar