Wali Kota Meksiko Tewas Ditembak, Gelombang Kekerasan Politik Kian Mengkhawatirkan
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Wali Kota San Miguel Amatitlan, Jose Angel Bravo Martinez, tewas ditembak di Oaxaca, Meksiko. Otoritas menyelidiki kasus yang menambah daftar kekerasan terhadap pejabat publik. (Foto: El-Pais)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Wali Kota San Miguel Amatitlan, Jose Angel Bravo Martinez, dilaporkan tewas setelah menjadi korban penembakan di wilayah Mixteca, negara bagian Oaxaca, Meksiko. Insiden tersebut kini tengah diselidiki oleh otoritas setempat sebagai kasus kejahatan berdampak tinggi.
Kantor Kejaksaan Negara Bagian Oaxaca mengonfirmasi telah membuka penyelidikan resmi guna mengungkap pelaku dan motif di balik serangan mematikan tersebut.
Berdasarkan laporan Reuters, tim penyidik bersama personel forensik langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan sejumlah barang bukti yang dinilai penting untuk proses penyelidikan.
Hingga saat ini, aparat belum mengungkap dugaan motif maupun pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan Bravo. Diketahui, korban merupakan bagian dari koalisi partai oposisi di Meksiko.
Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran terkait situasi keamanan di Meksiko, terutama menjelang penyelenggaraan ajang sepak bola dunia yang akan dipusatkan di Mexico City.
Kekerasan terhadap pejabat publik masih menjadi persoalan serius di negara tersebut. Para kepala daerah dan pejabat lokal kerap menjadi target serangan, khususnya di kawasan pedesaan yang disebut memiliki pengaruh kuat kelompok kejahatan terorganisir.
Sebelumnya, Wali Kota Santiago Amoltepec, Mario Hernandez Garcia, juga kehilangan nyawa dalam serangan bersenjata pada bulan lalu. Peristiwa itu turut menewaskan dua orang lainnya.
Data yang dirilis organisasi non-pemerintah Causa en Comun menunjukkan tingginya tingkat kekerasan terhadap aparatur negara. Sejak tahun lalu, sedikitnya 60 anggota kepolisian dan legislator dilaporkan menjadi korban pembunuhan.
Pihak berwenang menyatakan penyelidikan atas kematian Jose Angel Bravo Martinez masih terus berlangsung. Aparat berupaya mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap latar belakang serangan yang mengguncang wilayah Oaxaca tersebut.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar