Bugenvil Pancawarna di Kracak, Satu Pohon Beragam Warna
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Bugenvil pancawarna milik Acong di Kracak, Banyumas, menarik perhatian warga karena satu pohon menghasilkan bunga dengan beragam warna. (Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews – Sebatang bugenvil pancawarna di halaman Warung Sate RIPAN, Jalan Raya Kracak, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Dalam satu pohon, bunga bugenvil itu dapat mekar dengan sejumlah warna berbeda.
Bunga yang tumbuh di tepi jalan tersebut tampak mencolok dengan perpaduan warna putih, merah, jingga, pink, oranye hingga kuning. Keunikan itu membuat sejumlah warga sengaja berhenti untuk melihat lebih dekat, bahkan mengabadikan keindahannya dengan berswafoto.
Salah satunya Titik Masruroh. Ia datang bersama dua rekannya dan mengaku tertarik setelah melihat bugenvil tersebut saat melintas.
“Bunganya bagus banget, jadi saya tadi sempat selfie-selfie. Saya memang pecinta bunga, dari bunga yang tidak berwarna sampai yang berwarna,” ujar Titik, Kamis (10/9/2026).
Menurut Titik, daya tarik utama tanaman tersebut terletak pada beragam warna bunga yang tumbuh dalam satu pohon.
“Saya lihat satu pohon itu bermacam bunga. Karena mungkin pemiliknya menginginkan ada lima warna agar terlihat indah dan cantik. Kami bertiga jalan-jalan, jadi tertarik,” katanya.
Bugenvil pancawarna itu dirawat oleh Ansor, atau yang akrab disapa Acong, selama lebih dari lima tahun. Menurut Acong, perawatan bugenvil relatif mudah karena tanaman tersebut cukup disiram secara rutin.
“Paling mudah cuma disiram. Bisa pagi dan sore. Kalau tidak, minimal sore atau pagi saja,” kata Acong.
Namun, menghasilkan bugenvil dengan bunga beragam warna dalam satu pohon membutuhkan teknik khusus. Acong menggabungkan beberapa varietas bugenvil melalui teknik okulasi.
“Kalau mau yang warnanya banyak seperti ini harus diokulasi dengan beberapa varietas. Di sini ada putih, kuning, jingga dan merah,” jelasnya.
Acong mengatakan bugenvil umumnya lebih mudah berbunga ketika memasuki musim kemarau. Ia juga memiliki cara tersendiri untuk merangsang tanaman agar kembali berbunga.
Dari tahap persiapan hingga bunga mulai bermekaran, proses tersebut membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Tidak hanya bugenvil, Acong juga merawat berbagai tanaman hias dan bonsai. Koleksinya antara lain anting putri, kimang elegan, dan lohansung. Sejumlah tanaman buah juga turut dirawat di lokasi tersebut.
Tanaman-tanaman itu tidak sekadar menjadi koleksi pribadi. Acong juga menjualnya kepada masyarakat. Untuk bugenvil pancawarna yang dipajang di tepi jalan, harganya sekitar Rp2,5 juta, tergantung ukuran dan jenis tanaman.
Keberadaan bugenvil pancawarna tersebut akhirnya memberi manfaat ganda. Selain menjadi koleksi sekaligus bernilai ekonomi bagi pemiliknya, tanaman itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang melintas di Jalan Raya Kracak.
Acong berharap koleksi bugenvil pancawarna yang dirawatnya dapat semakin dikenal masyarakat. Ia juga ingin keberadaan tanaman tersebut menjadi inspirasi agar lahan di sekitar rumah maupun tempat usaha dapat dimanfaatkan dengan tanaman hias yang memiliki nilai estetika sekaligus ekonomi.
(Kus)
- Penulis: Kus
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar