Di Hari Idul Adha, Tentara dan Pemukim Israel Serang Warga Palestina
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Dua anak Palestina terluka dalam serangan Israel di Tepi Barat menjelang Idul Adha. Aksi perusakan lahan, pohon, dan rumah warga kembali meningkat. (Foto: Anadolu)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tepi Barat, ReportaseNews – Tepi Barat kembali memanas menjelang Hari Raya Idul Adha. Dua anak Palestina dilaporkan terluka dalam rangkaian operasi militer Israel dan aksi kekerasan pemukim di sejumlah wilayah pendudukan Tepi Barat, Selasa (27/5/2026).
Bulan Sabit Merah Palestina menyebut seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena peluru karet saat pasukan Israel menggerebek Kota Bani Naim, wilayah timur Hebron.
Di kawasan Masafer Yatta, selatan Hebron, situasi juga memanas setelah pemukim Israel merusak pagar dan menebangi pohon milik warga Palestina di Khirbet Umm al-Kheir.
Aktivis anti-permukiman, Osama Makhamra, mengatakan warga Palestina turut menjadi sasaran kekerasan dalam insiden tersebut.
“Pemukim menyerang warga Palestina di lokasi, sementara pasukan Israel melepaskan granat kejut,” kata Makhamra seperti dikutip Anadolu, Rabu (27/5/2026).
Ia menambahkan, remaja Palestina berusia 16 tahun bernama Mohammed Aziz Al-Hathalin mengalami luka memar akibat serangan itu.
Tidak hanya itu, aksi perusakan juga terjadi di wilayah lain di Masafer Yatta. Pemukim Israel dilaporkan memutus kabel listrik yang memasok energi ke rumah warga Palestina yang menggunakan panel surya.
Sementara itu, di wilayah timur Nablus, juru bicara Dewan Desa Salem, Nasser Eshteyeh, mengatakan para pemukim memasuki lahan pertanian warga dan mencoba membakar tanaman yang sedang memasuki masa panen.
“Warga berhasil memadamkan api sebelum meluas,” ujar Eshteyeh.
Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina mencatat sedikitnya 540 serangan dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, hanya selama April 2026.
Gelombang kekerasan di Tepi Barat terus meningkat sejak perang Israel di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023. Operasi militer Israel disebut meliputi penangkapan massal, penggerebekan kota-kota Palestina, penghancuran rumah, hingga penyerangan terhadap warga sipil.
Berdasarkan data resmi Palestina, sedikitnya 1.163 warga Palestina tewas di Tepi Barat sejak konflik berlangsung. Selain itu, 12.245 orang mengalami luka-luka dan hampir 23.000 warga ditangkap aparat Israel. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar