Breaking News
Trending Tags

Halangi Penangkapan Bandar, Enam Penyerang Polisi di Medan Positif Sabu

  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan, ReportaseNews – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) menetapkan enam pria yang menyerang polisi saat penggerebekan di Jalan Multatuli, Kecamatan Medan Maimun, Medan, positif mengonsumsi sabu berdasarkan hasil tes urine.

Insiden pemukulan dan pelemparan batu oleh sekelompok warga ini awalnya terjadi untuk menghalangi polisi yang sedang memburu target operasi berinisial FF alias Apeng. Namun, tindakan anarkis yang puncaknya berhasil meloloskan sang bandar itu justru berujung petaka bagi para perusuh itu sendiri, setelah polisi balik mengepung lokasi dan meringkus mereka.

Peristiwa itu bermula saat personel Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut menyamar sebagai pembeli untuk memancing Apeng dalam operasi bersandi Ops Antik Toba 2026. Sesaat setelah transaksi satu paket sabu berhasil dilakukan, polisi langsung melakukan penangkapan.

Sayangnya, situasi mendadak kacau ketika pihak keluarga pelaku dan sejumlah warga sekitar memprovokasi massa dan melempari polisi menggunakan batu, yang dimanfaatkan oleh Apeng untuk kabur di tengah kekosongan kawalan.

Merespons perlawanan itu, polisi gabungan yang mendapat suntikan kekuatan dari personil Brimob dan Polsek Medan Kota langsung menggelar penyisiran besar-besaran di sekitar lokasi kejadian.

Hasilnya, enam pria yang menjadi motor serangan berinisial MRS alias Duan, DP alias Deka, AP alias Yoga, FH alias Fajar, RR alias Rendi, dan RZ alias Rahmad diringkus di tempat beserta barang bukti sabu seberat 2,45 gram, timbangan digital, alat sekop sabu, serta plastik klip kosong.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Ferry Walintukan mengungkapkan, tindakan para pelaku di lapangan selaras dengan hasil pemeriksaan medis yang mengejutkan.

“Dari hasil tes urine, keenam orang yang diamankan seluruhnya positif amphetamine atau narkotika jenis sabu,” ujar Ferry Walintukan, Minggu (31/5/2026).

Polisi menyayangkan sikap permisif sebagian masyarakat yang justru membela pelaku narkoba di lingkungan mereka. Kombes Ferry menegaskan tindakan menghalangi penegakan hukum, terlebih dengan cara kekerasan, merupakan pelanggaran berat yang tidak akan ditoleransi oleh aparat penegak hukum.

“Polda Sumut tidak akan memberi toleransi terhadap siapa pun yang melakukan perlawanan terhadap petugas, apalagi dalam pemberantasan narkoba,” tegasnya.

Hingga saat ini, keenam pelaku penyerangan ditahan untuk menjalani proses hukum berlapis terkait tindakan penganiayaan, perusakan, serta penyalahgunaan narkotika. Sementara pengejaran target utama, FF alias Apeng, semakin diintensifkan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Sumut. (RN-03)

  • Penulis: RN-03

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Kapolres Langkat Ingatkan Pelajar SMAN 1 Stabat Bijak Bermedsos

    Kapolres Langkat Ingatkan Pelajar SMAN 1 Stabat Bijak Bermedsos

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Langkat, ReportaseNews – Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo mengingatkan para pelajar SMAN 1 Stabat mengenai ancaman disrupsi informasi dan fenomena post-truth yang kini menyasar generasi muda melalui platform digital. Kapolres menyampaikan hal itu saat bertindak sebagai pembina upacara bendera dalam agenda pembinaan serempak yang digelar Polres Langkat di berbagai sekolah di wilayah Sumatra Utara […]

  • Polisi tetapkan 13 tersangka kasus kekerasan daycare Little Aresha di Yogyakarta. Puluhan anak diduga jadi korban, tempat penitipan disebut tak berizin. (Ist)

    KPAI Kritik Lemahnya Pengawasan, Kasus 53 Anak di Daycare Yogyakarta Jadi Bukti

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di sebuah daycare di Yogyakarta mencerminkan lemahnya sistem pengawasan serta regulasi lembaga penitipan anak di tingkat daerah. ‎Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan, banyak daycare beroperasi tanpa izin resmi dan tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pengasuhan […]

  • Gunakan Becak Motor, Kurir Ganja dari Panyabungan Ditangkap di Sipirok

    Gunakan Becak Motor, Kurir Ganja dari Panyabungan Ditangkap di Sipirok

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Tapsel, ReportaseNews – Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menggagalkan peredaran ganja seberat 3 kilogram yang diangkut menggunakan becak bermotor di Desa Janji Mauli, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya pengiriman barang haram yang dipasok dari wilayah Panyabungan menuju Kecamatan Angkola Muara Tais. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan […]

  • Ungkap Kasus Pembunuhan, Kasat Reskrim Polres Tapsel Terima Penghargaan

    Ungkap Kasus Pembunuhan, Kasat Reskrim Polres Tapsel Terima Penghargaan

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Tapsel, ReportaseNews – Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Yon Edi Winara menyerahkan piagam penghargaan kepada Kasat Reskrim Polres Tapsel Iptu BD Sitorus beserta sejumlah personel Satreskrim atas keberhasilan mereka mengungkap kasus pembunuhan berencana di Tapsel. Penghargaan ini diserahkan dalam upacara yang diadakan pada Senin (1/6/2026). Penghargaan itu sebagai wujud apresiasi terhadap loyalitas, kerja ikhlas, serta […]

  • LPA Sumut Desak RS Permata Madina Tanggung Jawab Terkait Dugaan Malapraktik RSH

    LPA Sumut Desak RS Permata Madina Tanggung Jawab Terkait Dugaan Malapraktik RSH

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sumatera Utara (LPA Sumut) Muniruddin Ritonga mendesak manajemen Rumah Sakit Permata Madina bertanggung jawab penuh terhadap RSH, pasien yang tangan kirinya terpaksa diamputasi karena dugaan malapraktik. “Saya meminta agar pihak rumah sakit bertanggung jawab penuh atas kejadian ini,” kata Munir, Selasa (31/3/20260, menanggapi kejadian yang tengah menjadi perbincangan […]

  • Sebelum Copot Pimpinan BGN, Ini yang Dialami Presiden Prabowo

    Sebelum Copot Pimpinan BGN, Ini yang Dialami Presiden Prabowo

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Presiden Prabowo Subianto mengaku mengalami pergolakan batin yang berat dan merasa sedih saat harus mengambil keputusan untuk mencopot Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, dari pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah tegas Prabowo itu ditempuh setelah operasi audit senyap yang melibatkan BPKP dan PPATK berhasil membongkar adanya […]

expand_less