Breaking News
Trending Tags

Keluarga Ko Erwin Terseret, Bareskrim Bongkar TPPU Narkoba

  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Bareskrim Polri menangkap istri dan dua anak bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin dalam pengembangan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil peredaran gelap narkotika.

‎Ketiga tersangka yakni Virda Virginia Pahlevi, Hadi Sumarho Iskandar, dan Christina Aurelia diamankan di dua lokasi berbeda, yakni Kabupaten Sumbawa dan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dalam operasi gabungan aparat.

‎Penangkapan dilakukan setelah penyidik mengembangkan jaringan narkotika yang sebelumnya menyeret Ko Erwin. Ia lebih dulu ditangkap saat berupaya melarikan diri ke Malaysia melalui perairan Tanjung Balai, Sumatera Utara, pada Februari 2026.

‎Dalam operasi tersebut, petugas turut menyita sejumlah aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan narkotika. Barang bukti meliputi rumah, ruko, gudang, kendaraan, serta dokumen yang berkaitan dengan aliran dana ilegal.

‎Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menyatakan penyidik kini fokus menelusuri aliran dana untuk mengungkap praktik pencucian uang dalam jaringan tersebut.

‎“Penanganan narkoba saat ini ditingkatkan ke TPPU. Tidak hanya mengungkap tindak pidana asalnya saja, tetapi dikembangkan untuk memiskinkan pelaku peredaran narkoba,” ujar Eko kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

‎Ia menambahkan, penyidik masih menghitung total aset yang berhasil disita dari kasus ini.

‎“Nanti akan kami rilis setelah komplit, termasuk berapa nilai TPPU yang berhasil disita,” katanya.

‎Dari hasil penyelidikan, diketahui Ko Erwin melakukan dua kali transaksi pembelian sabu sepanjang Januari 2026 dengan nilai masing-masing Rp400 juta. Transaksi tersebut menghasilkan total lima kilogram sabu.

‎Selain itu, kasus ini juga menyeret sejumlah pihak lain, termasuk tersangka Andre alias The Doctor yang berperan sebagai pemasok narkotika. Bahkan, dua mantan pejabat di Polres Bima Kota turut diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

‎Penyidik menegaskan akan terus mengembangkan perkara ini untuk memutus mata rantai peredaran narkoba sekaligus menelusuri dan menyita seluruh aset yang berkaitan dengan hasil kejahatan. (RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Muhammad Kholid Tegaskan Propaganda LGBT Harus Dilarang dan Minta Negara Melindungi Korban

    Muhammad Kholid Tegaskan Propaganda LGBT Harus Dilarang dan Minta Negara Melindungi Korban

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Depok, ReportaseNews — Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait fenomena penyebaran dan maraknya kampanye kelompok LGBT yang dinilainya semakin terbuka di lingkungan kampus maupun media sosial. Pernyataan tersebut disampaikan Kholid saat menghadiri acara Silaturahmi Orang Tua Penerima Beasiswa Kholid Academy di Depok, Rabu, 5 Agustus 2026. Sebagai alumni Universitas […]

  • Sopir Angkot di Tapteng Diringkus Usai Gasak Emas 53 Gram

    Sopir Angkot di Tapteng Diringkus Usai Gasak Emas 53 Gram

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Tapteng, ReportaseNews – Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) meringkus seorang sopir angkutan kota berinisial HRN (28) atas dugaan pencurian perhiasan emas seberat 53 gram dan dua unit ponsel milik warga di Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penangkapan warga Sibuluan Nalambok itu dilakukan berdasarkan laporan korban, Fitry Ayu Lestari (34), yang dilayangkan […]

  • Residivis Narkoba di Padangsidimpuan Ditangkap Lagi Saat Buang Barang Bukti

    Residivis Narkoba di Padangsidimpuan Ditangkap Lagi Saat Buang Barang Bukti

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, ReportaseNews – Tim Opsnal Satuan Resnarkoba Polres Padangsidimpuan menangkap seorang pria berinisial AL (33) yang merupakan residivis kasus narkotika tahun 2024. AL kedapatan membawa sabu di kawasan Jalan Alboin Hutabarat, Jumat (13/3/2026) sore. Penangkapan warga Jalan BM Muda itu bermula dari kecurigaan polisi saat melihat gerak-gerik pelaku yang mengendarai sepeda motor di lokasi yang […]

  • Tim URC Polres Ende Tangkap Ojek yang Ancam dan Cabuli Remaja Perempuan 

    Tim URC Polres Ende Tangkap Ojek yang Ancam dan Cabuli Remaja Perempuan 

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Kupang, ReportaseNews – Seorang pria yang bekerja sebagai  ojek di Kota Ende, Kabupaten Ende, NTT, berinisial YDD ditangkap polisi usai melakukan pengancaman dengan pisau dan mencabuli seorang pelajar perempuan berusia 16 tahun berinisial MFMN. Tindak pidana  pengancaman dan pencabulan tersebut terjadi pada Senin (1/6) dinihari sekitar pukul 01.40 wita di rumah tersangka YDD . Kapolres […]

  • Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Tebar  Benih Bandeng dan  Udang  di Muaragembong

    Dukung Ketahanan Pangan, Polda Metro Jaya Tebar  Benih Bandeng dan  Udang  di Muaragembong

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Bekasi, ReportaseNews  – Polda Metro Jaya melalui Ditpolairud menebar 15.000 ekor benih ikan bandeng dan 150.000 ekor benih udang vaname di kawasan tambak Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menyiapkan rantai pasok bahan baku SPPG Polda Metro Jaya. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Bagedor, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, […]

  • Mantan Penyidik KPK: Kepala Daerah Korup Tinggal Tunggu Waktu Ditangkap

    Mantan Penyidik KPK: Kepala Daerah Korup Tinggal Tunggu Waktu Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Mantan penyidik KPK yang kini anggota Kortas Polri, Yudi Purnomo Harapan, menilai kepala daerah yang tidak memiliki integritas hanya tinggal menunggu waktu kapan akan ditangkap KPK. Dia mengatakan hal ini menyusul rentetan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK sepanjang awal tahun 2026. Menurut Yudi, kerawanan korupsi di tingkat daerah dipicu oleh […]

expand_less