May Day di Bandung Ricuh, Massa Berkostum Hitam Jadi Biang Kerok
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Kerusuhan May Day 2026 di Bandung diwarnai aksi pembakaran dan perusakan fasilitas umum oleh massa berpakaian hitam. Polisi amankan pelaku. (Dok. Humas Polda Jabar)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung, ReportaseNews – Kerusuhan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat. Sejumlah orang berpakaian serba hitam dilaporkan melakukan aksi perusakan hingga pembakaran fasilitas umum.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan menyebut kelompok tersebut bukan bagian dari massa buruh yang memperingati May Day. Mereka diduga merupakan pihak tak dikenal yang memicu situasi tidak kondusif.
”Kami melihat ada orang-orang tak dikenal memakai pakaian hitam-hitam dan tutup muka membawa molotov dan merusak fasilitas umum sekaligus melakukan pembakaran,” kata Rudi di Bandung, seperti dikutip Antara, Sabtu (2/5/2026).
Menurut dia, tidak terdapat agenda aksi buruh di wilayah Bandung maupun Jawa Barat pada peringatan May Day tahun ini. Aktivitas massa sebelumnya hanya berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat dan kawasan Jatinangor oleh kelompok mahasiswa.
Aksi tersebut, lanjut dia, telah berakhir sekitar pukul 17.00 WIB tanpa insiden berarti.
Namun, situasi berubah ketika sekelompok massa berpakaian hitam muncul dan melakukan aksi anarkistis di sejumlah titik. Mereka dilaporkan merusak dan membakar berbagai fasilitas publik.
Kerusakan meliputi banner, lampu lalu lintas, kamera pengawas (CCTV), videotron, hingga pos polisi di kawasan Tamansari, Kota Bandung.
Selain itu, kelompok tersebut juga sempat menghentikan dan memeriksa pengguna jalan, sehingga menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
”Kami bersama pemda dan Kodam III Siliwangi hadir langsung untuk melindungi keamanan untuk masyarakat. Kami akan tindak tegas, karena apa yang dilakukan mereka ini sudah masuk kriminal dan membahayakan petugas serta masyarakat lainnya,” ujarnya.
Aparat keamanan, kata Rudi, telah berupaya membubarkan massa. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan sehingga aksi perusakan terus berlangsung.
”Bahaya sekali apa yang dilakukan mereka ini sampai merazia masyarakat pengguna jalan. Jelas, ini kelompok kriminal,” katanya.
Polda Jawa Barat menyatakan telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan tersebut. Para pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
”Kami sudah amankan beberapa pelaku. Ini tindakan pidana dan akan kami proses. Kami juga terus berjaga agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Rudi. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar