Terungkap! Taksi Green SM Yang Tertabrak KRL di Bekasi Timur Ternyata Belum Diservis
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Kasus kecelakaan maut yang melibatkan taksi online Green SM dengan kereta rel listrik (KRL) di perlintasan sebidang Bekasi Timur memasuki babak baru. Polisi menemukan fakta bahwa kendaraan listrik tersebut belum menjalani perawatan berkala meski jarak tempuhnya telah melampaui 24 ribu kilometer.
Temuan itu diperoleh dari hasil pendalaman Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri yang masih menyelidiki penyebab kendaraan mendadak mati di tengah rel kereta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan kendaraan seharusnya sudah masuk bengkel untuk menjalani servis berkala atau maintenance sejak mencapai jarak tertentu.
“Kami menyampaikan terkait informasi dari depot manajer operasional, ini taksi tersebut harusnya per 15.000 km itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan. Tapi sampai dengan 24.000 itu belum dilakukan maintenance,” ujar Budi.
Menurut dia, penyidik masih mendalami apakah keterlambatan servis berkala itu menjadi faktor utama kendaraan kehilangan tenaga saat melintas di rel kereta api.
“Matinya mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api, apakah termasuk dampak dari belum dilakukan maintenance, nah ini masih kami lakukan pengkajian,” kata dia.
Selain faktor perawatan kendaraan, polisi juga membuka kemungkinan adanya pengaruh medan magnet atau medan listrik di area perlintasan terhadap sistem kendaraan listrik tersebut.
Pendalaman dilakukan secara paralel bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Puslabfor Polri guna memastikan penyebab pasti insiden maut tersebut.
Diketahui, kecelakaan bermula ketika taksi listrik Green SM mogok di tengah perlintasan sebidang Bekasi Timur. Dalam waktu bersamaan, KRL melintas dan menghantam kendaraan tersebut hingga memicu rangkaian kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Peristiwa itu menyebabkan korban jiwa dan sempat mengganggu perjalanan kereta di lintas Bekasi. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan sejumlah data teknis untuk mengungkap penyebab utama kendaraan berhenti mendadak di atas rel. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar