Breaking News
Trending Tags

Timothy Ronald Diperiksa PMJ, Korban Desak Usut TPPU

  • calendar_month 39 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mulai memeriksa pihak-pihak yang dilaporkan dalam kasus dugaan kejahatan kripto yang menyeret entitas Akademi Kripto. Dua sosok yang telah dimintai keterangan penyidik yakni Timothy Ronald dan Kalimasada.

‎Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Subdit 1 Ditresiber Polda Metro Jaya pada Rabu (6/5/2026). Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto.

‎”Benar hari Rabu 6 Mei 2026 sekira jam 13.00 WIB terhadap dua orang terlapor sudah dimintai keterangan oleh penyidik Subdit 1 Dit Ressiber PMJ,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

‎Pemeriksaan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam penyelidikan dugaan kasus investasi dan aset digital yang disebut telah merugikan banyak korban. Polisi kini didorong untuk menelusuri lebih jauh dugaan aliran dana dalam jaringan tersebut.

‎Kuasa hukum korban dari Nusantara Justicia Lawfirm, Jajang, mengapresiasi langkah penyidik yang mulai meminta klarifikasi terhadap para terlapor. Namun, ia menyoroti adanya perbedaan informasi terkait jadwal pemanggilan yang sebelumnya disebut berlangsung pada 7 dan 8 Mei 2026.

‎”Kami mengapresiasi langkah Subdit 1 Ditresiber Polda Metro Jaya dalam melakukan klarifikasi terhadap para terlapor. Namun, kami mencatat ada isu komunikasi terkait jadwal pemanggilan yang sebelumnya disebut pada tanggal 7 dan 8 Mei. Kami tegaskan bahwa hal itu sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab penyidik untuk bertindak benar sesuai prosedur tanpa menutup-nutupi fakta hukum,” ujar Jajang.

‎Menurut dia, pengusutan perkara tidak boleh berhenti pada dugaan tindak pidana siber semata. Penyidik diminta mendalami kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang atau TPPU untuk menelusuri aliran dana para korban.

‎”Kami menuntut profesionalisme Polri untuk membongkar tuntas keterlibatan entitas-entitas ilegal yang bernaung di bawah jaringan ini. Aliran dana masyarakat harus dilacak secara transparan melalui penyidikan TPPU. Jangan sampai ada celah bagi para pelaku untuk mengaburkan aset yang merupakan hak para korban,” tegasnya.

‎Jajang juga memastikan pihaknya akan terus mengawal proses penyidikan agar berjalan transparan dan profesional. Ia meminta aparat penegak hukum tetap independen dalam menangani perkara yang disebutnya sebagai salah satu skandal besar di sektor investasi digital.

‎”Kepastian hukum bagi ribuan korban adalah harga mati. Kami mendukung Polri untuk tetap tegak lurus pada kebenaran dan tidak terintervensi oleh pihak manapun dalam menuntaskan skandal besar ini serta tidak boleh kita biarkan oknum merusak Institusi Polri,” tutupnya. (RN-07)

  • Penulis: Tama

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • IKA FK Unsri Desak Audit RSUD KH Daud Arif Atas Wafatnya dr. Myta

    IKA FK Unsri Desak Audit RSUD KH Daud Arif Atas Wafatnya dr. Myta

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jambi, ReportaseNews – Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) mendesak Kementerian Kesehatan RI untuk mengaudit RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, menyusul wafatnya dr. Myta Aprilia Azmy yang diduga akibat eksploitasi beban kerja. Fokus utama organisasi alumni kini tertuju pada kegagalan sistem perlindungan tenaga medis muda di […]

  • BNN Ungkap Laboratorium Narkoba Rahasia Milik Jaringan Rusia di Bali

    BNN Ungkap Laboratorium Narkoba Rahasia Milik Jaringan Rusia di Bali

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Gianyar, ReportaseNews – Keamanan wilayah Bali kembali terusik oleh aktivitas jaringan narkoba internasional yang mencoba menanamkan akar produksinya di Pulau Dewata. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bekerja sama dengan Bea Cukai dan Imigrasi, membongkar laboratorium gelap atau clandestine laboratory yang dikendalikan dua warga negara Rusia di kawasan Gianyar. Operasi senyap yang berlangsung pada 5-6 Maret […]

  • Kapolda NTT Pimpin Patroli Rutin Cegah Tindak Pidana di Perairan Teluk Kupang

    Kapolda NTT Pimpin Patroli Rutin Cegah Tindak Pidana di Perairan Teluk Kupang

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Kupang, ReportaseNews – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT melaksanakan patroli di sekitar perairan teluk Kupang. Patroli rutin tersebut dipimpin langsung Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko pada Kamis (30/4). Patroli rutin tersebut menggunakan KP. Pulau Pomanah milik Ditpolairud Polda NTT dan menyisir beberapa pulau seperti pulai Semau, Pulau Kera dan Pulau Kambing […]

  • Kejari Madina Maraton Periksa Puluhan Saksi Kasus Korupsi Smart Village

    Kejari Madina Maraton Periksa Puluhan Saksi Kasus Korupsi Smart Village

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) melakukan pemeriksaan maraton terhadap puluhan saksi dari unsur pemerintahan desa hingga tingkat kecamatan guna merampungkan pemberkasan kasus dugaan korupsi program Smart Village tahun anggaran 2023. Pemeriksaan intensif itu dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara setelah penyidik sebelumnya menetapkan Direktur Utama PT ISN berinisial […]

  • Pembangunan huntap pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar terus dikebut. Total 36.669 unit ditargetkan, sebagian sudah rampung dan ribuan masih proses. (Dok. Kemendagri)

    Huntap Pascabencana Sumatra Dikebut, Ini Progresnya!

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra. Program ini difokuskan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat rumah rusak berat hingga hanyut diterjang banjir. ‎Secara keseluruhan, pembangunan huntap ditargetkan mencapai 36.669 unit yang tersebar di Aceh, […]

  • Senin Malam Ini, Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Merak

    Senin Malam Ini, Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Merak

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar
expand_less